Percakapan Sabtu Bersama Bapak

Percakapan dengan anak kok dijadwalkan? Apa pentingnya? Gimana bisa bikin seru?

Ketika bayi, menggendongnya sesuai irama lagu Disco Lazy Time setiap menjelang tidur. Ketika anak, mendongeng seru dengan properti bantal guling dan selimut di malam hari. Ketika remaja, menjadi teman diskusi berbagai topik tentang sastra, filsafat dan kemanusiaan.

Sebelum pandemi, karena asumsi waktu berlimpah meski hanya dua minggu sekali, aku dan Damai jarang menjadwalkan percakapan. Ya sambil melakukan kegiatan sehari-hari sambil bercakap-cakap. Terkadang kami berjalan kaki atau bersepeda keliling persawahan dan perkampungan di belakang rumah.

Tapi begitu pandemi tiba dan terlebih setelah cerai per Mei 2020, aku mencari cara bagaimana lebih intens melakukan percakapan bersama Damai. Aku usul ke Damai buat ngobrol setiap minggu secara berkala, Damai setuju, dan kami menyepakati waktu obrolan setiap hari Sabtu, jam 10 pagi. Aku cek kalendar ternyata obrolan pertama pada Sabtu, 27 Juni 2020. Sudah setahun lebih.

Apa saja yang diobrolin? Apa saja….biasanya diawali dengan pertanyaan, gimana minggu ini? Dan obrolan mengalir mulai dari film, buku, musik, tugas, keseharian, agenda ke depan, pekerjaanku, magangnya Damai, emosi dan banyak lagi. Apa pun diobrolin. Tapi terakhir refleksi, kami menyadari bahwa obrolan kami berputar pada tiga topik utama, sastra, filsafat dan kemanusiaan.

Aku menemukan perempuan yang obrolannya bisa mengimbangi. :)))

Obrolan favoritku, ngobrol tugas sekolah yang membedah novel dystopian yang kelam, kemudian membahas versi filmnya yang pernah kutonton. Obrolan melompat ke teori Foucault yang digunakan Damai buat menganalisis tugas terus melebar ke Gramsci dan Mazab Frankfurt. Dan karena obrolannya daring, sepanjang obrolan itu kami membuka Youtube buat melihat ringkasan filmnya, atau menunjukkan ringkasan buku atau teori yang dibahas.

Tidak selalu serius itu sih. Pernah juga obrolan dari video klip musik favorit kami masing-masing. Aku memberi komentar terhadap musiknya, begitu pula sebaliknya. Atau ngobrol tentang serial Wanda atau Loki. Dan ujungnya sih dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari :)

Pernah juga sih….kehabisan bahan obrolan….sudah capek….hanya ngobrol ringan dan kemudian mengakhiri percakapan dengan cepat.

Bagaimana pun, obrolan sabtu pagi jadi oase di tengah padatnya pertemuan dan pekerjaan. Meski kadang jadwal diundur ke sore atau minggu, tapi kami memastikan ada obrolan mingguan. Jangan salah, jadwal diundur bukan hanya dari aku. Damai juga beberapa kali minta jadwal obrolan diundur kalau lagi ada tugas dari tempat magangnya, @Rumahfaye atau ada kegiatan lain. Perempuan sibuk :)

Gimana membangun obrolan bermakna bersama anak (dan juga murid)? Mulai dengan pertanyaan terbuka. Pertanyaan yang membuka kesempatan luas buat anak bercerita tentang banyak hal. Mulai dengan aktivitas atau kesukaannya. Sudah pasti lah ya, semua orang suka membicarakan yang menjadi kepeduliannya. Kalau pun diawali dengan membicarakan tugas sekolah, kaitkan dengan hal-hal yang disukai.

Lakukan refleksi. Bertanya atau mengungkapkan apa yang dirasakan atau makna dari sesuatu yang diobrolkan. Misal, cerita pindah kos bukan hanya tentang kesibukan pindah kos tapi juga tentang pelajaran bahwa pindah kos membuat kita lebih selektif dalam membeli atau menyimpan barang. :))

Menghubungkan. Obrolan bisa seperti babak-babak yang terpisah tapi yang lebih seru bila obrolan sesuatu terhubung dengan obrolan lain. Cari kesamaan atau perbedaan antara dua hal. Musik dengan komik. Serial dengan tugas. Atau bahkan puisi dengan benda yang ada di rumah. Obrolkan dan nanti akan meluas kemana-mana.

Kesediaan mendengar dengan antusias. Tidak menengok gawai. Fokus memperhatikan. Mencari apa yang menakjubkan dari apa yang diceritakan. Ini yang paling sulit karena kita seringkali memandang rendah kemampuan anak. Aku selalu percaya anak-anak punya cerita yang menakjubkan. Tidak selalu berkaitan dengan kepandaian, tapi bisa sesederhana keunikan sudut pandang.

Begitulah cerita tentang #SabtuBersamaBapak. Bayi yang dulu kugendong sebelum tidur, kudongengi seru di atas kasur, kini telah tumbuh jadi teman ngobrol yang seru.

Published by

Bukik Setiawan

Blogger

Gimana komentarmu?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.