Twitter itu Ibarat Radio

Kalau mau menemukan teman lama, gunakan Facebook. Kalau ingin menyiarkan informasi, gunakan twitter. Mengapa? Karena punya akun twitter itu seperti kita punya radio sendiri. Kok bisa? Kalau memang benar, gimana cara menggunakan radio twitter kita? Simak yuk….

Kapan terakhir mendengarkan radio? Ketika perjalanan berkendara tadi? Ditengah perkembangan teknologi, radio tetap bertahan karena mempunyai kekuatan uniknya yang tak tergantikan. Radio sifatnya luwes, interaktif dan personal. Berbeda dengan media lain semisal koran atau televisi.

Agenda acara di radio bisa luwes, tidak sekaku di koran. Perencanaan bisa berlangsung sambil siaran radio dilakukan. Kalau koran, sekali dicetak ya sudah tersebar. Interaktif karena para pendengarnya bisa mengajukan permintaan, menanggapi atau bertanya secara langsung dan saat itu juga ketika siaran. Personal karena sentuhan dari para penyiarnya pada para pendengar. Para penyiar ini bahkan sampai mempunyai fans fanatik tersendiri.

Twitter adalah jejaring informasi, berbeda dengan Facebook yang merupakan jejaring pertemanan. Sebagai jejaring informasi, twitter digunakan untuk menyebarkan luaskan informasi. Informasi itu berasal dari diri kita sendiri, bisa juga dari sumber informasi lain, baik pengguna twitter lain, blog, web, youtube, facebook dan lainnya.

Informasi yang kita tweetkan dibaca oleh seluruh follower kita, bahkan dapat juga dibaca oleh mereka yang bukan follower kita.  Dengan fasilitas RT (retweet) kita bisa menyebarkan informasi dari pengguna twitter lain ke follower kita. Retweet ini yang membuat suatu topik bisa sangat menular di twitter.

Ketika ada yang bertanya, bagaimana menggunakan twitter secara efektif? Jawabku simpel, gunakan twitter seolah-olah mempunyai radio sendiri. Pengguna twitter itu ibarat pendengar, pemilik sekaligus penyiar radio twitter buatan kamu sendiri. Melalui twitter, kita bisa menikmati berbagai aktivitas dari berbagai “radio twitter” yang ada. Melalui twitter, kita bisa menciptakan radio sesuai dengan keunikan kita. Melalui twitter, kita bisa menyampaikan berbagai informasi dan pesan ke pendengar kita.

Bayangkan saja, kamu bisa menyebarkan informasi apapun. Bisa berupa tweet inspiratif untuk membangkitkan semangat diri dan orang lain. Bisa berupa laporan pandangan mata dari petualangan kita. Bisa berupa kultuit sebuah pengetahuan tertentu. Bisa talkshow dengan topik yang beragam. Bisa berbagi musik, film, video dan foto yang kita sukai.

Twitter mempunyai beberapa karakteristik unik dari sebuah radio. Twitter itu luwes, interaktif dan personal. Apapun agenda atau acara kita ditwitter bisa kita atur secara luwes. Tidak terpaku pada suatu waktu tertentu. Disela sebuah rangkaian tweet, kita bisa sisipi dengan tweet lelucon.

Twitter memungkinkan tingkat interaksi yang tinggi dan pada saat itu juga. Orang bisa langsung berkomentar suka atau tidak suka atas siaran tweet kita. Kita juga bisa berinteraksi dengan akun twitter lain. Lebih jauh, twitter memungkinkan kita mencari orang-orang yang mempunyai interaksi yang sama dengan kita.

Kita juga bisa memberikan sentuhan personal kita pada tweet-tweet yang kita sebarluaskan. Setiap penyiar punya ciri khas, begitu juga setiap pengguna twitter. Boleh serius, boleh santai, aneh pun boleh.
Jadi ketika mau ngetweet, bayangkan kita sebagai penyiar yang tengah berada di ruang siaran. Kita lemparkan suatu topik. Kita bercakap-cakap tentang topik yang disukai bersama.

Apa nama radio twitter kamu?

Published by

Bukik Setiawan

Blogger

18 thoughts on “Twitter itu Ibarat Radio”

  1. kalo mau ketemu teman lama… pake FB,
    kalo mau ketemu teman baru… pake koprol..
    kalo mau ketemu teman seolah-olah telah lama.. pake twitter….

    ^_^v

Gimana komentarmu?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.