Temu Pendidik, Ketika Komunitas Guru Belajar Saling Belajar

Pengembangan kualitas guru adalah kewajiban pemerintah. Tapi apakah kita selaku pendidik hanya berpangku tangan menunggu datangnya “kesempatan belajar” datang dari pemerintah?

Syarat terjadinya belajar adalah kemauan dari diri sendiri. Tidak pernah ada yang bisa memaksa seseorang untuk belajar, untuk menjadi sosok yang lebih baik. Pemaksaan untuk belajar hanya akan menghasilkan strategi cerdik menghindarkan diri dari pemaksaan tersebut. Kalau pun ada kondisi awal yang “memaksa”, tapi keseluruhan proses belajar terjadi bila sang pembelajar mempunyai kemauan untuk belajar.

Guru belajar mengembangkan diri tidak bisa menanti datangnya “kesempatan belajar” dari pemerintah. Karena ada atau tidak ada dukungan dari pemerintah, belajar tetaplah jadi kebutuhan alami seorang guru. Bagaimana kita bisa bangga sebagai pendidik bila kita memfasilitas anak belajar, tapi kita sendiri justru berhenti belajar? Jadi sebagai pendidik, kita dengan segala daya upaya harus bersemangat belajar. Bukan jadi memaksakan diri untuk mengikuti kesempatan belajar yang tak terjangkau, tapi mencari cara yang mudah dan bisa dilakukan.

Semangat belajar seperti itu yang mendorong Komunitas Guru Belajar untuk melaksanakan Temu Pendidik. Kita sebagai pendidik belajar dari pendidik yang lain, dalam waktu yang relatif singkat, mempelajari praktek yang sudah teruji di lapangan dan mengkreasikan cara-cara konkret yang bisa diterapkan. Temu Pendidik itu pendidik saling belajar yang singkat, praktis dan konkret. Oh ya gratis pula…..bukan karena ada sponsor, tapi karena semua keperluan dipenuhi dengan gotong royong :)

Setelah kasak-kusuk persiapan kurang lebih satu bulan, pada akhirnya Temu Pendidik 001 berlangsung pada Kamis, 13 Agustus 2015 mulai jam 15.00 hingga 17.00 WIB. Bertempat di gedung serba guna Sekolah Cikal, Temu Pendidik kali ini menghadirkan tiga guru dari tiga sekolah yang berbeda yaitu Bu Anis dari Sekolah Gemala Ananda, Pak Ahad dari PKBM Bizsmart dan Bu Putty dari Sekolah Cikal. Mereka bercerita tentang praktek praktik cerdas penerapan disiplin positif.

Apa sih disiplin positif itu? Secara sederhana, disiplin positif adalah obat buat para guru yang kelelahan menangani murid. Kalau ada guru yang mengeluh kesulitan menghadapi kenakalan muridnya, langsung saja sodorkan disiplin positif :D

Ingin tahu lebih jauh mengenai disiplin positif? Baca kumpulan tweet ini.

Temu Pendidik 001 1
Temu Pendidik 001 2

Temu Pendidik 001 3

Temu Pendidik 001 0

Bagaimana kisah praktik cerdas penerapan disiplin positif dari ketiga presentan?  Dengarkan kisah yang mereka ceritakan…..

Setelah ketiga guru berbagi kisah praktik cerdas tentang disiplin positif, Temu Pendidik berlanjut ke sesi inspirasi. Pada sesi ini, para guru dengan dipandu oleh fasilitator melakukan obrolan mulai tentang inspirasi yang didapatkan, tantangan yang dihadapi dan rencana aksi yang akan dilakukan di kelas atau lembaga pendidikan masing-masing. Peserta yang mempunyai kesamaan ide membentuk kelompok sehingga percakapan bisa lebih fokus dan konkret merumuskan rencana aksi. Inspirasi bukan hanya di angan-angan, tapi langsung “ditangkap” dan “diolah” sehingga bisa siap saji. Maka terjadilah, guru saling belajar, secara singkat, praktis dan konkret. Itulah Temu Pendidik.

Bagaimana komentar guru mengenai Temu Pendidik?

Komentar di media sosial yang paling sering muncul setelah mendengarkan presentasi di Temu Pendidik adalah “kenapa cuma di Jakarta?”. Tidak hanya di Jakarta. Setiap guru di seluruh penjuru Nusantara bisa bergerak membentuk Komunitas Guru Belajar dan mengadakan Temu Pendidik di daerahnya masing-masing.

Silahkan bergabung di grup FB Komunitas Guru Belajar untuk mendiskusikan gagasan, rencana, ide atau apapun mengenai Temu Pendidik. Silahkan kunjungi pula web GuruBelajar.org untuk mendapatkan perkembangan terbaru mengenai Komunitas Guru Belajar. Menariknya, Komunitas Guru Belajar bisa juga mengajukan Pelatihan Guru melalui jalur beasiswa ke Kampus Guru Cikal.

Berhenti menunggu, ayo maju menjadi guru belajar :)

Baca juga: Guru Belajar Sorowako, Semangat Belajar yang Berkobar

Published by

Bukik Setiawan

Blogger

2 thoughts on “Temu Pendidik, Ketika Komunitas Guru Belajar Saling Belajar”

Gimana komentarmu?