2 thoughts on “Teknik Penyusunan Kompetensi”

  1. gyaaaaaaaaaaa… telat nih! harusnya aku baca ginian pas aku ikut komker semester barusan -___-” #ketinggalan kereta

    numpang berbagi kebingungan nih ya pak.. yang aku pahami selama ini, penyusunan model kompetensi (terutama kuadran 3&4) suatu perusahaan ujung2nya pada pembuatan assesment tools yang digunakan dalam proses rekrutmen untuk menentukan kandidat yang paling pas untuk menduduki suatu jabatan dalam suatu organisasi. bener nggak sih? soalnya sejauh ini aku memahaminya begitu. kecuali dalam kuadran organisasi, kompetensi merupakan “senjata” untuk bersaing karena menonjolkan keunikan dan kompetensi khusus yang tidak dimiliki oleh yang lain.

    terus.. (ini pendapat ngelantur sih).. kalo aku bilang berarti penyusunan model kompetensi seperti ini kembali bergeser pada paradigma behavioral ya? kan yang diulas adalah kapabilitas individu yang tampak dan observable yang muncul dalam bentuk perilaku. trus, apa kabar dengan konsep2 psikologi yang agak “absurd” itu? hehehehe

    maaf merepotkan. hanya ingin berbagi aja. terimakasih.. :D

    1. kompetensi (baik kuadran 3&4, maupun 1&2) adalah dasar untuk mengelola SDM, bagi perusahaan yang mengadopsi pendekatan competency based HRM. Asesmen karyawan hanya salah 1 pilar HRM dari 6 pilar.
      Kuadran 1&2 harus didukung oleh kuadran 3&4 maka tidak bisa menjadi keunggulan perusahaan. Semisal, perusahaan yang kuadran 1 adalah kualitas mencetak, maka kuadaran 3&4 harus mendukung kan. Kualifikasi “orientasi pada kualitas” harus menjadi kriteria dalam seleksi.

      aku pikir bukan soal paradigma. Semata kepentingan praktis semata. Bagaimana apa yang absurd bisa dipahami dan digunakan oleh seluruh anggota organisasi yang kebanyakan bukan lulusan psikologi kan

Gimana komentarmu?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.