Tahun Baru dan Gegar Waktu

Manusia yang mengukur waktu sampai ada tahun baru, tapi manusia pula yang merasakan sengsaranya gegar waktu. Apa itu? 

Manusia memang makhluk ajaib. Makhluk yang bisa membuat sebuah karya, kemudian merayakan buatannya itu seolah-olah sebagai kejadian alam. Ya seperti itulah tahun baru. 

Apa perbedaan arti Kamis, 31 Desember 2015 dengan Jumat 1 Januari 2016?

Tidak ada perbedaannya. Hari Kamis itu sama seperti hari Kamis yang lain, selalu tertinggal oleh Rabu dan mendahului Jumat. Begitu juga Jumat, datang terlambat dibandingkan Kamis tapi lebih awal dibandingkan Sabtu.

Perbedaan Kamis, 31 Desember 2015 dengan Jumat, 1 Januari 2016 terletak di kalendar. Ya, satu berwarna hitam, satunya berwarna merah. :D

Kuncinya adalah kalendar. Kamis 31 Desember 2015 dijadikan tanda sebagai akhir dari sebuah satuan yang disebut tahun. Jumat 1 Januari 2016 dijadikan awal dari tahun baru. Jadi kalau beda kalendar, maka beda pula awal dan akhir dari sebuah tahun.

Pertanyaannya, mengapa nenek moyang kita dulu susah-susah membuat kalendar? Dan mengapa kita sebagai cucu moyang mau repot-repot pakai kalendar dari nenek moyang kita?

Coba baca novel The Time Keeper dari Mitch Albom yang mengisahkan tentang Dor, manusia pertama yang mengukur waktu. Masa sebelum Dor, manusia menjalani hari begitu saja, menikmati momen demi momen. Tidak ada terlambat, tidak ada terlalu cepat. Semua terjadi pada saatnya. Tidak ada istilah membuang waktu, kehilangan waktu, atau membunuh waktu.

Sampai kemudian Dor, yang senang sekali mengukur, akhirnya mengukur waktu. Ia menghitung kapan matahari terbit, berapa jaraknya dengan matahari tegak lurus, dan dengan matahari terbenam. Dari pengukuran itu lahirlah satuan hari, jarak dari matahari terbit ke matahari terbit berikutnya. Ada jam-jam yang mengisi satu hari itu.

Pernah melihat konser musik? Apa bedanya melihat konser musik di jaman dulu dengan jaman media sosial? Jaman dahulu, orang nonton konser musik ya untuk menikmati musiknya. Tapi sekarang, orang nonton musik lebih sibuk mengabadikan momen dibandingkan menikmati momen musiknya. Tidak menikmati momen musik, karena terlena mengabadikan momen itu. Gegar digital!

tahun baru gegar waktu karya kita

Jauh sebelum Gegar Digital, kita sudah merasakan Gegar Waktu. Meski masih mengantuk dan ingin berlama-lama di ranjang pada Senin pagi, orang tetap bangun tidur karena waktunya untuk bangun. Meski masih ingin ngobrol dengan teman lama, orang tetap harus mengakhiri obrolan itu karena waktu makan siang sudah habis. Tidak menikmati momen karena sudah tidak punya waktu yang sebenarnya tak pernah menjadi milik manusia.

Semakin modern sebuah kehidupan, semakin terasa Gegar Waktu. Gegar Waktu lebih terasa di kota besar dibandingkan di desa di lereng pegunungan. Orang kota bilang waktu berjalan cepat, sementara ketika ke desa, mereka bilang waktu berjalan lambat. Begitulah anehnya. Gegar waktu terjadi justru ketika kita mengukur waktu. Seolah ada perbedaan waktu di jam tangan dengan waktu yang kita rasakan.

Apabila di akhir tahun ini anda mengatakan, “Oh sudah akhir tahun saja, padahal masih banyak yang ingin dikerjakan”, maka bisa jadi anda juga mengalami Gegar Waktu. Sebuah penyesalan yang hanya ditanggung oleh manusia.

Man alone measures time. Man alone chimes the hour. And, because of this, man alone suffers a paralyzing fear that no other creature endures. A fear of time running out.” Mitch Albom, The Time Keeper

Bagaimana menghindar agar tidak terperangkap oleh Gegar Waktu? Ciptakan momen tanpa mengukur waktu, momen berhenti merasa memiliki waktu. Kalau kata teman saya, Adjie Silarus, hadir utuh, hadir di sini – kini.

Waktu bukan milik kita. Tak perlu risau kehabisan waktu atau kelebihan waktu. Jadikan setiap hari adalah hari istimewa. Bila tahun baru, Jumat 1 Januari 2016 istimewa, maka istimewa pula hari-hari yang lain.

Tak perlu risau waktu yang telah berlalu. Bersyukurlah dengan apa yang telah kita lakukan, kita capai, kita ciptakan. Berani mencoba? Coba jawab satu pertanyaan di bawah ini

Apa capaian atau kejadian selama tahun 2015 yang bikin anda puas dan bangga pada diri anda?

Saya mulai dari saya sendiri untuk menjawab pertanyaan itu. Bila tertarik, anda bisa menjawab di kolom komentar atau di posting blog anda kemudian tulis tautannya di komentar.

  1. Buku Anak Bukan Kertas Kosong (ABKK) terbit. Akhirnya saya jadi penulis.
  2. Membangun jaringan Agen Buku hingga buku ABKK cetak ulang.
  3. Portal Bakat Anak, TemanTakita.com, diluncurkan.
  4. Terlibat dalam pengembangan Kampus Guru Cikal 
  5. Terlibat dalam merintis Taman Gagasan Anak 
  6. Belajar Lubang dalam Tembok langsung dari Sugata Mitra di India
  7. Merintis Komunitas Guru Belajar 
  8. Menjadi penyunting buku Diferensiasi: Memahami Pelajar untuk Belajar Menyenangkan dan Bermakna
  9. Menjadi narasumber di Mata Najwa edisi Ki Hadjar Dewantara 
  10. Tempat belanja alat belajar dan bakat anak, Toko.TemanTakita.com diujicoba

Sekali lagi saya tanyakan :)

Apa capaian atau kejadian selama tahun 2015 yang bikin anda puas dan bangga pada diri anda?

 

Foto: Flickr

Published by

Bukik Setiawan

Blogger

Gimana komentarmu?