Pengertian Karir

Pengertian Karir | Karir Bukanlah Sebuah Titik

Pengertian karir itu beragam. Tapi sebagian besar orang memahami karir sebagai sebuah titik dalam kehidupan. Benarkah demikian pengertian karir?

Pengertian karir itu beragam. Sebagian orang mengartikan sebagai perubahan posisi di tempat kerja. Bila posisinya naik maka dibilang karirnya cemerlang, bila posisinya turun dikatakan karirnya suram. Ada pula yang memaknai karir sebagai pekerjaan yang ditangani saat ini. Apa kamu memahami pengertian karir dengan cara seperti itu?

Bila kamu memahami pengertian karir dengan cara seperti itu, kamu pasti kaget bila membaca judul bukunya Rene Suhardono, Your Job is Not Your Career. Jleb kan? Iya, aku setuju dengan pendapat Rene. Pekerjaan dan bahkan jabatanmu bukanlah karirmu. Pekerjaan adalah milik perusahaan. Karir adalah milikmu sendiri.

Karir bukan sebuah titik dalam kehidupanmu. Karir adalah garis yang merangkai titik-titik yang kamu torehkan selama kehidupanmu. Karir bukan sebuah keadaan. Karir adalah sebuah proses yang merangkai beragam keadaan sepanjang hidupmu. Sebagaimana pengertian karir yang dikutip di Wikipedia : Career describes an individuals’ journey through learning, work and other aspects of life.

Sebagai sebuah garis, karir merangkai titik kehidupanmu yang tebal maupun yang tipis. Sebagai sebuah garis, karir merangkai seluruh titik kehidupanmu bahkan merangkai titik yang menurut banyak orang tidak ada hubungannya.

Sebagai sebuah proses, karir tidak selalu berisi hal-hal manis dan menggembirakan. Karir juga merangkai hal-hal pahit dan penuh kesulitan dalam hidupmu. Sebagai sebuah proses, karir juga berisi keadaan-keadaan yang tidak kita mengerti saat ini. Seringkali hanya setelah melalui keadaan itu, kamu baru mengerti hubungan beragam keadaan yang membentuk karir kamu.

Ketika hari ini kamu menangani pekerjaan yang memuakkan bukan berarti karirmu memuakkan. Ketika hari ini kamu menangani pekerjaan yang tidak sesuai passion kamu bukan berarti karirmu keliru. Tidak perlu mengutuk pekerjaan yang memuakkan. Tidak perlu menyesali pekerjaan yang tidak sesuai passion.

Pengertian Karir

Misi utamamu dalam pengembangan karir adalah bergerak dan terus bergerak melakukan pencarian titik-titik kehidupan yang beragam. Terus mencoba hal baru, tidak perlu takut. Segera mungkin selagi muda. Secepat mungkin selagi bisa. Titik-titik kehidupan itu bisa berarti pekerjaan baru, tapi juga bisa berarti sebentuk pengetahuan baru, momen perubahan diri, teman-teman baru, karya yang kamu ciptakan atau hobi baru. Percayalah pada suatu hari nanti, titik-titik itu akan terangkai indah menjadi karirmu.

Apa titik kehidupan paling baru yang kamu rasakan atau alami? Kalau kamu tidak malu, boleh ditulis di kolom komentar

Published by

Bukik Setiawan

Blogger

12 thoughts on “Pengertian Karir | Karir Bukanlah Sebuah Titik”

  1. Menarik sekali postingannya kali ini kak. Kebanyakan orang memposisikan karier sebagai tolok ukur kesuksesan seseorang. Bila ia bekerja di BUMN, bank, atau PNS maka masyarakat menilai ia telah sukses. Saya pribadi lebih suka berkarier atas dasar panggilan hati. Sungguh, bekerja di sektor yang saya sebut di atas menjanjikan salary yang menggiurkan. Panggilan hati saya ingin berkarier sebagai dosen, menjadi pekerja sosial yang peduli dengan masalah anak dan pendidikan, serta menjadi pemilik rumah baca yang akan saya olah sendiri. Karena pekerjaan tersebut menurut saya tidak terikat waktu sehingga quality time untuk keluarga memiliki porsi yang lebih besar dibandingkan dengan bekerja pada perusahaan. Saya pikir, jika saya bekerja di perusahaan maka sebagian waktu saya habiskan untuk perusahaan, sedangkan keluarga akan menikmati sisa-sisa waktu yang nyata-nyata sangat sedikit. Mungkin ini namanya curhat ya kak. Tapi untuk titik kehidupan baru yang saya alami setahun terakhir adalah : saya aktif di komunitas yang fokus pada anak-anak yatim, membaca dan membeli banyak buku untuk mengisi perpus pribadi, aktif ngeblog, dan rajin mengikuti seminar parenting. Doakan tahun depan saya bisa jadi dosen agar bisa menggenapkan karier yang saya damba. Hehehehe, maaf kepanjangan komennya kak :D

  2. saya juga setuju, karir bukanlah titik (diskrit) melainkan sebuah proses (kontinyu). bahwa karir terdiri dari titik-titik capaian, itu juga saya setuju, bagaikan garis yang tersusun atas titik-titik tanpa jeda, maka dalam proses yang disebut karir itu juga ada titik-titik yang merupakan capaian-capaian yang terus meningkat -meski kadang juga perlu turun, belok, atau berhenti-.

    titik ini saya menikmati sebagai seorang full-time father buat baby saya yang baru usia 8 bulan lebih dikit.

    full-time father? lalu uangnya dari mana? ya dari proses yang terus berjalan ;)

  3. Waduhhh… Suka banget ini.

    “Ketika hari ini kamu menangani pekerjaan yang memuakkan bukan berarti karirmu memuakkan. Ketika hari ini kamu menangani pekerjaan yang tidak sesuai passion kamu bukan berarti karirmu keliru.” JLEB JLEB JLEBBBBB :D

  4. “Awesome people never find the perfect job”
    dududududud… *pagi-pagi nangis bombay*

    Jadi inget juga kata-kata dari Pak Anies:
    “Pilihlah jalan yang menanjak karena sesungguhnya, dengan melewati jalan menanjak, akan ada puncak-puncak baru yang lebih indah dari sebelumnya. Selamat menjalankan sebuah misi memenuhi janji kemerdekaan dalam berbagai bidang … “

  5. tp menurut saya karier suatu pencapaian….
    suatu gambaran yg terencanakan….
    sering kali seseorang yg telah belajar sungguh2 atas suatu bidang tertentu tp dlm proses bkerja dtmptkn dsuatu bidang yg berbeda…. sungguh itu diluar kepala, mau bekerja ajh sudah gag srekk aplagi mau mencapai karir….. tp saya selalu berusaha wlau bnykk suara2 yg mnghasut…. saya selalu bermimpi bisa mencapai karier spt bidang yg saya pelajarii….. dan terus mengejar karier itu.

  6. Karir saya di mulai dari anak-anak, lalu remaja, lalu alay, lalu bujangan, lalu pacaran, lalu menikah, lalu suami dan insya Allah merangkap ayah. Mudah-mudahan karir saya masih panjang.

    Uang sebagai pendukung karir saya sedangkan perkerjaaan dan bisnis adalah jam bermain atau mungkin ekstrakurikuler.

    Karir saya dibangun oleh cinta dan kasih sayang. Pondasi utama yang membangun karir saya menjadi indah.

    Hehehe

  7. Saya sedang menjalani karir saya.
    Dan beruntungnya saya, berada di tempat yang tepat untuk mengembangkan diri. Ada beberapa tawaran untuk melejitkan, tapi saya dengan kesadaran penuh memilih arah karir saya sendiri. Sedih, iya….dan tidak pernah ada jawaban pasti apakah saya melakukan kesalahan atau mengambil keputusan yang tepat. Tapi toh proses masih terus berjalan. Dan saya punya otoritas untuk membuktikan bahwa yang saya lakukan adalah langkah yang akan membawa saya pada titik yang saya tuju…..

    *ini sih numpang curhat, haha….terimakasih

Gimana komentarmu?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.