I Can’t Stop Thinking About You, Lagu Sang Pengembara

Apa yang seru dari menjadi seorang penulis? Pengembaraan panjang, mencekam dan sendiri. Meski nyeri, meski putus asa sedingin es menusuk ulu hati, tapi sang pengembara menolak berhenti. I Can’t Stop Thinking About You 

I Can’t Stop Thinking About You adalah lagu pengantar dari album baru Sting yang akan diluncurkan pada 11 Nopember yang akan datang. Sebagaimana lagu Sting sebelumnya, lirik lagu ini tidak mudah dipahami. Siapakah yang dimaksud you dalam lagu ini?

Baca liriknya berulang dan kemudian menyaksikan video klipnya, aku sampai pada kesimpulan ini lagu tentang pengembaraan seorang penulis yang mencintai ide di kepalanya. Lagu tentang menulis lagu.

Menjadi perangkai kata memang absurd. Pekerjaan yang sering dinilai kalah penting dengan pekerjaan yang kasat mata. Penulis mungkin terlihat tenang di sudut ruangan, tapi sejauh pengalamanku, ia bisa jadi sedang berlarian kian kemarin, jatuh bangun, atau bahkan terperosok dalam jurang, yang semuanya terjadi di dunia ide. Dunia yang dijalani sendiri. Meski pengalaman pengembaraannya bisa dibagi, tapi menjalaninya tetaplah sendiri.

Menulis skripsi semisal. Meski baca banyak literatur, meski diskusi panjang lebar dengan dosen pembimbing, meski ngobrol dengan teman, nyatanya menulis skripsi tetap sendiri.

Skripsiku dulu sebenarnya menulis ulang naskah yang aku ikutkan lomba karya tulis produktif inovatif (LKIP) dan terpilih jadi juara II nasional. Sebagian teman menganggap jalanku mudah, hanya tinggal menulis ulang naskah juara. Jalan mudah jauh dari kenyataan. Tiga minggu di kontrakan Kertajaya. Tiap malam menulis untuk merangkai ide demi ide.

Satu bab sudah selesai, masuk ke bab berikutnya, terasa mengganjal kaitan antar babnya. Bongkar lagi. Cari literatur tambahan dan tulis lagi. Sampai suatu malam rasanya ada yang menusuk di ulu hati. Mau muntah rasanya, jeda sejenak, lanjut menulis lagi.

pengembara-i-cant-stop-thinking-about-you
Menjadi penulis berarti menjadi pengembara. Perjalanan yang awalnya terlihat indah, tapi…..

Perkara menulis juga bisa terhalang hal-hal kecil yang teramat sangat mengganggu. Seorang teman menelepon malam hari. Ia sudah menulis skripsi hingga tuntas. Ketika mau dicetak, komputernya terkena virus. Semuanya musnah. Satu kontrakan menemaninya menghabiskan malam dengan cara yang saat ini sudah kutinggalkan :D

Menulis buku pertama juga begitu. Aku membuat proposal dan disetujui penerbit. Dilihat sekilas, proposalnya sudah baik dan benar. Tapi ketika dituliskan, jadi berubah. Awalnya terlihat padat ternyata ada jurang raksasa. Awalnya terlihat jalan mulus lurus ternyata penuh lubang dan berkelok naik turun.

Aku mengembara menuruni jurang, mendaki tebing, melalui semua jenis jalan. Seringkali berhenti. Berpikir apakah berbelok ke kanan atau ke kiri. Berpikir mana pilihan yang lebih baik. Tidak ada pilihan ganda seperti ujian nasional. Pilihannya bisa sedikit, bisa banyak, dan semua terlihat baik.

Ketika menulis, aku beberapa kali mendengar suara orang mentertawakan buku yang kutulis. Atau ejekan betapa serampangannya buku itu. Dan melawan ketakutan ditertawakan dan diejek dalam angan-angan jauh lebih berat dibandingkan menghadapinya di dunia nyata. Seperti menghadapi hantu.

Terkadang ide besarnya seolah sudah ditangan. Tapi ketika mau dituliskan, ide itu terbang tak mau kembali. Semakin dicari, semakin cepat ide berlari. Begitu penasarannya sampai terbawa mimpi.

Penulis bukan pelancong yang berkunjung ke tempat wisata. Jalannya terawat, banyak petunjuk jalan dan terang penuh cahaya. Kecuali Anda, membayar orang menulis naskah Anda.

Penulis ibarat pengembara yang berkelana ke dunia baru yang dingin membeku.  Ia tidak pernah tahu apa yang akan ditemui dalam pengembaraannya. Awalnya, ia melihat secara jelas dan pasti, tapi sesaat saja ia masuk dalam ketidakpastian.

Lalu harus bagaimana? Pengembaraan seorang penulis berbeda dengan penulis lain. Kalau pun ada seorang penulis bersedia berbagi solusi, bisa jadi justru membingungkan buat penulis yang lain.

Satu hal yang aku tahu, cintai ide kita. Begitu cintanya hingga kita tidak pernah berhenti memikirkannya.  Jangan berhenti, terus menulis. Karena berhenti, berarti membiarkan diri kita jadi beku.

I Can’t Stop Thinking About You

Bagaimana pengembaraanmu? Apa yang membuatmu menolak untuk berhenti? 

 

Foto diambil dari Flickr

Published by

Bukik Setiawan

Blogger

3 thoughts on “I Can’t Stop Thinking About You, Lagu Sang Pengembara”

  1. menulis memang seperti yang ditulis diatas tentang pengembaraan seorang diri. :D
    yang menolak saya untuk berhenti? hhmm.. mungkin karena saya selalu membayangkan jika nanti sudah tua dan lanjut usia lalu mendengar anak cucu membacakan blog untuk saya. itu pasti luar biasa. sesederhana itu.

Gimana komentarmu?