meja riset indigo incubator

Menjadi Startup: Lakukan Riset!

Siapa bilang riset hanya dilakukan di kampus? Kenyataannya, riset senyatanya justru menjadi penentu keberlangsungan sebuah bisnis. 

Riset sepertinya sudah saya tinggalkan sejak setahun yang lalu mengundurkan diri sebagai dosen. Itu pun baru saya sadari dalam sebulan ini. Setelah mengingat kembali, ada beberapa persepsi mengenai riset yang saya salah pahami. Pertama, riset adalah sebuah proyek. Ketika ada program hibah, saya mengajukan proposal dan melakukan riset bila disetujui. Kedua, riset adalah aktivitas yang berdiri sendiri dan terpisah. Ketika ditanya kapan saya riset, saya akan menyebut beberapa proyek riset yang pernah dilakukan. Ketiga, riset itu pekerjaannya orang kampus. :D

Dan semua persepsi saya mengenai riset itu hancur berantakan selama mengikuti program Indigo Incubator. :shock: Riset bukanlah proyek yang keberadaaannya tergantung pada pihak eksternal. Riset adalah aktivitas kita, tergantung pada kebutuhan kita. Riset bisa menjadi aktivitas yang berdiri sendiri, tapi bisa juga bagian dari sebuah aktivitas yang lebih besar. Dan ternyata, riset bukan hanya pekerjaan orang kampus. Penggagas startup pun dituntut melakukan riset yang hasilnya kemudian menentukan solusi bisnis yang ditawarkan.

Jadi, kami harus melakukan riset! Mengapa? Ya ternyata apa yang saya lakukan ternyata sama sekali tidak berdasarkan riset, meski riset sederhana sekalipun. Ketika membuat TemanTakita.com, saya sebenarnya lebih asyik dengan ide saya sendiri. Apa yang saya bayangkan mengenai kebutuhan orang-orang ternyata bukan sungguh-sungguh kebutuhan mereka, tapi apa yang saya bayangkan mengenai kebutuhan mereka.

meja riset indigo incubator
Meja riset yang penuh dengan tempelan data dan analisis riset

Kami melakukan dua tahap riset yaitu tahap eksplorasi dengan wawancara langsung atau melalui facetime/skype dan tahap fokus dengan wawancara melalui facetime/skype atau email. Kembali menjadi mahasiswa yang berburu responden. Tanya melalui email, sms, telepon, twitter, blog. Bikin janji, melakukan wawancara sampai analisis data dan mengambil kesimpulan. Seru, mulai dari kehujanan selama perjalanan buat mewawancarai responden sampai pulang pergi ke jakarta dalam sehari. Berikut apa yang kami pelajari dari riset yang kami lakukan

Awalnya TemanTakita.com dirancang sebagai “media sosial yang mendekatkan keluarga”. Bayangan kami, banyak orang tua yang sibuk bekerja sehingga jarang bertemu dengan keluarga. Padahal kedekatan antara orang tua dan anak berpengaruh dalam perkembangan anak. Apakah “relasi yang berjarak” adalah sebuah persoalan yang ingin diselesaikan? Ternyata tidak, tidak ada orang tua yang berinteraksi dengan anak “hanya” untuk membangun kedekatan anak. Selalu ada tujuan utama yang lain, kedekatan dengan anak adalah efek samping.

Persoalan yang mengemuka adalah bagaimana memberikan stimulasi pada anak secara efektif dan memadai. Persoalannya mulai dari mengenali potensi anak, mengembangkan potensi anak sampai cara mengapresiasi yang tepat. Masalah lainnya adalah mencarikan teman buat anak yang mempunyai kesamaan minat. Kalau ada teman yang dekat rumah atau di sekolah, biasanya minat tidak sama. Kalau ada teman yang mempunyai minat yang sama, tapi rumahnya jauh.

riset lean startup dan validation board
Riset yang dipandu Lean Startup Canvas dan Validation Board

Temuan-temuan persoalan yang membuat saya takjub. Takjub terhadap kenyataan bahwa betapa dungunya saya bisa sampai tidak melakukan riset  :roll: :roll:

Ketika temuan persoalan yang dirasakan orang tua berubah, solusi pun kemudian jadi berubah. Betul, akan ada perubahan besar terhadap TemanTakita.com. Tidak dalam waktu dekat. Kami akan maju langkah demi langkah secara cermat, menguji setiap dugaan, mendapatkan sebuah kesimpulan untuk mengembangkan aplikasi TemanTakita.com. Pengembangan produk berbasis pada riset.

Berikut beberapa pelajaran mengenai riset dari pengalaman mengikuti Indigo Incubator

  1. Jangan sering-sering membuka App Store atau Google Play :razz:. Kita pasti takjub melihat berbagai aplikasi keren dan setelah itu tergoda untuk membuat aplikasi sejenis sembari lupa mengenai kebutuhan pasar. 
  2. Kenali customer kita. Identifikasi customer, kebutuhan dan gaya hidupnya. Bila perlu, terlibatlah dalam kehidupan customer tersebut. Bila belum tahu siapa yang akan menjadi customer, bisa mulai dari siapa kalangan yang kamu kenal, pahami kebutuhan dan gaya hidup mereka.
  3. Mulailah dari persoalan, bukan dari solusi. Bisnis adalah pemberi solusi, bukan penjual ide apalagi kata-kata. Kenali dan pastikan persoalannya, pastikan persoalan itu tidak hanya dialami segelintir orang. Jangan langsung melompat ke solusi
  4. Pilih persoalan yang pahitnya sungguh terasa. Kalau kita bertanya mengenai persoalan, orang akan cenderung mengakui apa saja sebagai persoalan. Jangan tanyakan opini. Tanyakan pengalaman terkait sebuah persoalan agar kita bisa mendapatkan data mengenai pahitnya sebuah persoalan bagi seseorang.
  5. Pilih persoalan yang ingin diselesaikan. Tidak semua persoalan harus diselesaikan. Bahkan terkadang solusi terbaik adalah membiarkan persoalan itu. Jadi jangan mudah puas ketika ada customer menceritakan pengalaman terkait persoalannya. Mungkin benar persoalannya, mungkin pahit, tapi belum tentu orang ingin menyelesaikan persoalan itu.
  6. Jangan minta customer mengajukan solusi. Jangan persulit hidup customer dengan memikirkan solusinya. Solusi adalah tanggung jawab kita. Bahkan seringkali orang tidak tahu solusi terbaik atau solusi inovatif buat persoalan mereka. Jadi dengan bekal pemahaman akan persoalan dan gaya hidup customer, mulailah petualangan kita untuk menemukan ide solusinya :D

Apakah sudah melakukan riset untuk me-validasi startup kamu? Apa persoalan orang-orang disekitarmu yang ingin kamu bantu dengan solusi bisnis?

Published by

Bukik Setiawan

Blogger

11 thoughts on “Menjadi Startup: Lakukan Riset!”

  1. Senang banget baca tulisan ini. Bagi saya, riset adalah hal penting dan termudah dilakukan oleh sebuah start up. Kenapa mudah? Krn startup biasanya terdiri dari sekelompok grup org yg bisa ber”manuver cepat” untuk mengantisipasi perubahan market dan target konsumennya.
    Selama hampir 3tahun berdiri, Idblognetwork sendiri sdh melakukan 5 riset besar dan 12 riset kecil yang menghasilkan input kepada tipe campaign, teknikal dan gaya pemasaran. Bentuk risetnya macam2, tergantung seberapa dalam kami ingin mendapat impact & feedbacknya. ^_^

  2. Halluuu… Pak Bukik… makin keren aja niy :D #apasih :p
    selalu kagum mengikuti perkembangannya Pak Bukik dan temantakita.com nya :)

    Mengenai Lean Start Up Canvas nya, jadi ingat beberapa waktu lalu sempat ikutan training bisnis proses dan belajar tentang ini. Walaupun bingung dan mumet tralala tapi seru yah…
    Aku kira ini hanya sekedar teori aja, tapi ternyata sangat bisa diaplikasikan di setiap level bisnis :)
    *walaupun ini juga masih meraba-raba* hehehe…

    Yak intinya, kudu riset..belajar…riset dan belajar lagi..
    Makasih Pak Bukik untuk sharingnya.. very inspiring :))

  3. Pak Buki…. aku barusan dapat training, dan… betapa lebih dungunya aku juga… ga pernah melakukan riset padahal udah diajarin ama dosennya (Siapa yah dosennya… hihi ^^)

    Dannn semakin menyenangkan di pekerjaan sekarang juga bisa bikin riset… yuhuuuuu
    Meta

  4. nice share mas.

    apapun yang kira rencanakan, termasuk untuk urusan bisnis, memang akan lebih baik jika kita melakukan riset terlebih dahulu. ini agar kita tidak keliru dalam menerapkan langkah dan kebijakan.

    kalau di perusahan-perusahan yg sudah besar, bahkan dibentuk sebuah divisi tersendiri untuk analis dan riset.

    keep move

  5. artikel yang menarik pak :) ,senang rasanya kalau ada yang berbagai ilmu dan pengalamannya hehehe,maklum ilmu mahal pak,pak sya ingin bertanya tentang cara menggunakan boardvalidation bagmn ya,sya mash bingung bgmn menggunakan ?

  6. Artikel yang sangat menginspirasi, Apakah saya boleh meminta contoh terkait cara menggunakan validation board dengan baik pak ? terima kasih sebelumnya.

Gimana komentarmu?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.