search

Mengatasi Turnover Menggunakan Appreciative Inquiry

Salam Damai
Menarik cerita mas dewo tentang keadaan karyawan di perusahaannya. Khususnya tentang “rasa nyaman dan aman”. Pertanyaannya apa yang membuat “aman dan nyaman” karyawan? Apa yang membuat karyawan tetap bertahan di perusahaan kita? Dalam kerangka pertanyaan ini, saya mencoba memberikan masukan buat Mbak Linda…

Pertama, kenali faktor pengikat (engagement). Pada level karyawan dan level perusahaan. Pada level karyawan kita bisa wawancara karyawan yang keluar dengan pertanyaan apa yang mereka cari di perusahaan baru yang tidak didapatkan di perusahaan kita. Lalu, lanjutkan wawancara dengan karyawan yang tetap bertahan. Apa yang membuat mereka tetap bertahan di perusahaan kita? Bisa dikhususkan pada karyawan yang kinerjanya menonjol. Pada level perusahaan, kita review kebijakan manajemen SDM kita. Apa yang kita tawarkan untuk mengikat karyawan masuk dan bertahan di perusahaan kita?

Dari data ini, kita bisa analisis apa saja faktor pengikat yang ditawarkan perusahaan dan membuat karyawan bertahan serta faktor pengikat yang ditawarkan tetapi tidak membuat karyawan bertahan. Kita bisa melakukan langkah untuk mengefektifkan sekaligus melakukan efisiensi.

Kedua, kenali faktor harapan. Pada level karyawan, kita tanyakan apa yang mereka harapkan dari perusahaan tempat mereka bekerja dalam waktu 5 – 10 tahun yang akan datang. Pada level perusahaan, kita tanyakan apa yang diharapkan pada seorang karyawan pada 5 – 10 tahun yang akan datang. Dari data ini kita bisa menentukan titik temu antara harapan karyawan dengan harapan perusahaan.

Ketiga, kita mendesain ulang kebijakan manajemen SDM perusahaan kita agar mengoptimalkan faktor pengikat sekaligus memungkinkan mewujudkan harapan karyawan/perusahaan. Tentu tidak perlu seluruh kebijakan kita review, cukup pada bidang/elemen yang berkaitan dengan data pada tahap kedua dan ketiga.

Kasus yang pernah saya hadapi, perusahaan pada awalnya mengincar para star dari perguruan paling bergengsi. Memang betul mendapatkan karyawan yang kinerjanya star pula. Tapi bagaimanapun, para star ini mempunyai aspirasi yang jauh berbeda. Mempunyai aspirasi yang jauh lebih tinggi terhadap perusahaan. Dengan dua langkah penggalian data yang saya sarankan, kita bisa meninjau efektivitas manajemen SDM kita. Semisal, mengubah kebijakan rekrutmen. Kita langsung turun mencari SDM pada perguruan tinggi yang gengsinya sedang. Percayalah, keterikatan berasal dari bertemunya faktor pengikat-aspirasi karyawan dan perusahaan.

Tags: , , , ,

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

Blog Bukik - Karir, Teknologi dan Organisasi