search

Mengapa sukses itu mudah?

Aku sering mendengar orang mengeluh sulitnya menjadi orang sukses. Tapi percayakah kalau kukatakan bahwa sukses itu begitu mudah? 

Jadi ceritanya semalam melihat pidatonya Michelle Obama di Kovensi Nasional Partai Demokrat. Pidatonya keren dan menggerakkan emosi. Tapi aku tidak akan menulis tentang tips berpidato karena aku nonton ini justru baru belajar bagaimana berpidato yang menakjubkan itu.

Bila bukan tentang cara berpidato, lalu tentang apa? Begini ceritanya……Dalam pidato itu, Michelle menyebutkan pernyataan yang kurang lebih seperti ini:

Success isn’t about how much money you make, it’s about the differences you make in people’s lives.

Aku tweetkan kata-kata ini dan mendapat beberapa Retweet tanda setuju. Tapi ada pula yang berkomentar bahwa itu tergantung pada bidang apa kesuksesan tersebut. Aku coba memahami jalan pikirannya, mungkin maksudnya, setiap bidang mempunyai ukuran keberhasilan sendiri. Jadi kalau kita terjun di bidang A, ukuran keberhasilannya berbeda kalau kita menjalani hidup di bidang B.

Gara-gara tanggapan itu aku justru berpikir lagi mengenai kesuksesan dan bagaimana aku menjalani kesuksesan itu. Akhirnya kesimpulanku, sukses itu mudah. Mengapa?

Bagi kebanyakan orang, status pekerjaan, uang, harta benda dan prestasi adalah ukuran kesuksesan. Mereka yang bekerja di ibukota ketika mudik bersusah payah menunjukkan ukuran kesuksesan itu ke kampung halamannya. Orang berlomba-lomba dengan tetangganya mengenai kendaraan atau peralatan rumah lainnya. Bila lebih mewah dengan tetangganya, dia jadi puas dan menganggap dirinya telah sukses.

Aku sendiri dulu pernah seperti itu, berlomba-lomba dengan teman dalam memiliki telepon genggam. Ketika teman ganti telepon genggam, rasanya harus ganti juga, bila mungkin dengan yang lebih canggih. Tapi namanya orang gak punya, aku menyerah setelah 1 – 2 tahun menjalaninya.

Aku capek ketika siapa aku dan bagaimana kesuksesanku tergantung pada teman-temanku. Akhirnya, aku belajar menerima telepon genggam yang kumiliki dan mencari hal terbaik dan sisi uniknya. Akhirnya nemu juga, meskipun jadul, tapi telepon genggam punyaku yang tahan air. Saat menyerah dan mencari sisi unik, justru aku malah lebih bisa bersyukur dan merasa sukses dengan kejadulan telepon genggamku.

Aku gak punya fotonya, tapi telepon genggamku seperti dibawah ini

Bukannya tidak ingin yang terbaik. Aku berusaha keras untuk mendapatkan yang terbaik dalam hal apapun. Tapi ketika usaha keras telah dilakukan, apapun hasilnya itulah yang layak kita terima dan syukuri.

Sukses menjadi sulit ketika ukuran kesuksesan kita mengacu pada orang lain. Mengapa? Karena bisa jadi ukuran itu sebenarnya bukan keinginan kita sesungguhnya. Karena bisa jadi ukuran itu berubah sewaktu-waktu pada saat kita tengah berusaha keras mencapainya. Semisal, kita sedang berusaha mempunyai sebuah jenis mobil yang lebih baik dari tetangga eh belum kebeli tetangga sudah beli yang lebih baik. Jadi sulit karena kita tergantung pada orang lain. Jadi sulit, karena siapa diri kita ditentukan orang lain. Bukan karena orang lain itu, tapi karena pilihan kita untuk mengacu pada orang lain.

Padahal sukses itu mudah. Mengapa? Sukses adalah pilihan kita. Kita bebas memilih ukuran keberhasilan kita. Mau sangat mudah? Ya pilih ukuran yang kita tidur seharian saja sudah pasti tercapai. Terlalu mudah itu membosankan. Mau yang menantang? Pilih ukuran kesuksesan sesuai passion dan kemampuan kita. Dan hidup menjadi lebih bermakna

Sebagaimana aku memilih untuk mundur sebagai PNS, dan menjalani kehidupan bebas seperti saat ini. Meskipun teman sekolah anakku bertanya-tanya, “bapakmu gak kerja ya? Kok tiap hari dirumah?” dan aku harus bercerita panjang lebar ke Damai. Aku memilih jalanku. Aku memilih ukuran keberhasilanku sendiri.

Mungkin ukuran keberhasilan pilihan sendiri itu sulit. Tapi sesulit apapun, itu lebih mudah dari pada mengejar ukuran keberhasilan orang lain.

Apakah kamu memilih sukses yang sulit atau yang mudah?

Incoming search terms:

Tags: , , , , ,

23 Comments

  1. Posted September 7, 2012 at 9:30 am | Permalink

    Wow HP Ericcson jadul yang bisa melet itu ternyata masih ada :D
    Kalau saya sukses itu ketika berhasil mengatasi masalah yang datang setiap harinya

    • Posted September 8, 2012 at 3:52 pm | Permalink

      Hehe hpku dulu ituuu
      Kenapa sukses itu ketika bisa berjalan santai tanpa beban setelah menyelesaikan persoalan?

  2. Posted September 7, 2012 at 10:27 am | Permalink

    kebanyakan kesuksesan dilihat dari materi, uang atau jabatan. Bisa jadi ini bentuk ke-pede-an, menentukan standar sukses sendiri, kalau pun orang menganggap belum sukses, ya itu kan menurutmu :D

    • Posted September 8, 2012 at 3:53 pm | Permalink

      Nah nah….
      Mending pakai patokan sendiri…bisa lebih pd

  3. Posted September 7, 2012 at 2:36 pm | Permalink

    sukses adalah saat kita hijrah menjadi lebih baik dan lebih baik lagi

  4. Posted September 8, 2012 at 12:09 am | Permalink

    betul ukuran kesuksesan harus dibuat dan diyakini oleh diri sendiri. Pencapainnya mau sulit atau mudah itu tergantung seberapa nekad kita mentargetkannya…

    tapi pada dasarnya sukses itu mudah, selama targetnya masih bisa ukur…

    • Posted September 8, 2012 at 3:53 pm | Permalink

      Bener…….yang susah kan ketika kita gak tahu apa maunya kita…bingung absurd gitu….

  5. Posted September 10, 2012 at 10:08 am | Permalink

    Hahaha, saya pernah pakw ponsel sirip hiu yang bandel itu. Ponsel yang berat dan bandel.
    Tentang sukses, salah satu ukiuran saya adalah rasa nyaman dan keyakinan diri. Bahwa itu beda dari orang lain, bagi bukan harus hal saya tonjolkan selayaknya prestasi tapi juga gak harus disembunyikan selayaknya aib. Tapi eh saya malah jarang melihat diri saya sukses atau tidak ding. :D Intinya saya memang katro :D

    • Posted January 1, 2013 at 5:44 pm | Permalink

      Nah orang unik memang hp-nya unik hehe

      Hahaha sukses itu kan popular karena banyak yang menjanjikan bisa membuat sukses orang lain *lirikkanankiri

  6. Posted September 10, 2012 at 7:59 pm | Permalink

    pengennya seh mudah mas.. tapi kalau udah merasa sukses ntar aku gak bergerak dan hidup disini-sini aja.. makanya aku berfikir bahwa diriku ini belum sukses.. biar lebih menyemangati diri gitu menuju ke arah yang jauh lebih baik daripada sekarang.. :D

    • Posted January 1, 2013 at 5:45 pm | Permalink

      Iya, kita berada di 2 kutub : mudah merasa puas dan tidak pernah puas. Menjaga keseimbangan ditengah dua kutub itu yang asyik

  7. Posted September 12, 2012 at 12:34 pm | Permalink

    Ada hubungannya sukses dengan bahagia ngga? Aku merasa bahagia sekarang dengan kehidupanku, dan well kalau aku kaji, aku juga merasa sukses sebagai dosen bahasa hehehe.

    • Posted January 1, 2013 at 5:46 pm | Permalink

      Biasanya sukses menggunakan ukuran eksternal, sementara bahagia menggunakan ukuran internal. Keren kalau bisa merasa sukses sekaligus bahagia

  8. Posted September 13, 2012 at 2:10 pm | Permalink

    Ini tulisan keren!
    Sama seperti itu, sekeren aku memilih sukses tidaknya ngeblog adalah dengan justru tidak mnerima review produk.. Sukses ngeblog bagiku adalah damai dari tuntutan siapapun termasuk produsen-produsen itu! :))))

    • Posted January 1, 2013 at 5:48 pm | Permalink

      Hahaha aku memilih berjalan diatas tali ditengah sirkus…..bermain-main dengan keasyikan sekaligus tekanan….

  9. Posted September 18, 2012 at 11:00 pm | Permalink

    Pak bukik memilih pilihan yang tepat,

    Ada yang bilang PNS itu gampang2 susah, susahnya sudah tau disisi mana.
    Nah,.. gampangnya lebih dekat dengan sistem kerja #eh.. :P

  10. Posted September 20, 2012 at 1:24 pm | Permalink

    sukses adalah keselarasan antara pikiran, ucapan dan perbuatan…

  11. Posted September 20, 2012 at 3:43 pm | Permalink

    sukses itu ketika kita sudah merasa bahagia, dengan bersyukur. takarannya memang berbeda antara orang satu dengan yang lain :)

  12. Posted November 11, 2012 at 11:25 am | Permalink

    Menarik pak. Sukses itu pilihan, standar kesuksesannya tergantung kita, asal lebih baik dan maju :)

  13. Posted December 3, 2012 at 8:20 am | Permalink

    Setuju banget ama kata2 Michelle Obama
    Success isn’t about how much money you make, it’s about the differences you make in people’s lives.
    Bagaimana kita mampu melakukan itu semua. Ukuran kesuksesan diukur dari diri sendiri
    dan bukan orang lain.
    Nice share pak bukik… Like it so much

    • Posted January 1, 2013 at 5:50 pm | Permalink

      Iya gara-gara terinspirasi dengan isi dan cara pidatonya Michelle

One Trackback

  1. By Madura: Batik Our Love Story | Cerita EKA on September 20, 2012 at 7:23 pm

    […] udah baca belum? ^_^ Ahya di Pamekasan ini saya bertemu mbak Riana yang merupakan adik dari Mas @bukik –blogger kesohor dari Surabaya itu-. Mbak Riana sangat ramah menjadi guide saya dan beberapa […]

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

Blog Bukik - Karir, Teknologi dan Organisasi