Mengapa Perubahan Perlu Teori?

“Yang penting perubahan bro! Buat apa pusing-pusing sama teori?!” Begitulah keyakinan kebanyakan aktivis sosial di Indonesia. Keyakinan yang menyulitkan perubahan gerakan sosial¬†

Dalam workshop Advokasi Kreatif yang telah memasuki angkatan ke-7, aku memperkenalkan apa yang disebut sebagai Teori Perubahan (Theory of change). Aku mendengar mengenai Teori Perubahan pertama kali dari Mas Dani, sudah beberapa tahun yang lalu tapi baru sekarang punya kesempatan untuk mengajarkannya.

Mengapa aku perkenalkan? Perubahan sosial bukanlah sulap yang bisa terjadi seketika. Perubahan sosial terjadi melalui serangkaian proses yang melibatkan interaksi beragam pihak. Oleh karena itu, penting bagi aktivis sosial untuk merumuskan sebuah teori perubahan yang menjelaskan bagaimana proses mewujudkan perubahan sosial yang dicita-citakan. Teori perubahan bisa menjadi alat bantu untuk menemukan solusi ditengah kompleksitas persoalan dan ketidakpastian keadaan saat ini.

Apa itu teori? Kalau mengenai ini bisa dibaca di posting “Ah Cuma Teori”. Apa itu teori perubahan? Serangkaian pernyataan yang menjelaskan proses terjadinya perubahan sosial. Teori perubahan pada dasarnya menjelaskan bagaimana sebuah komunitas akan mewujudkan suatu sasaran jangka panjang. Dengan adanya Teori Perubahan ini maka kita dapat melihat gambaran bagaimana berbagai faktor-aktor berinteraksi dalam mencapai suatu sasaran.

Apa manfaat dari teori perubahan? Pertama, kita dapat menjelaskan proses perubahan sosial yang diidamkan dengan lebih simpel, jelas dan sistematis kepada beragam pihak. Penjelasan tersebut memudahkan kita mendidik atau mempengaruhi pihak lain untuk mendukung sebuah perubahan.

Kedua, teori perubahan menjadi sebuah panduan tindakan dalam mencapai keadaan yang kita cita-citakan. Panduan ini juga dapat digunakan untuk mensinergikan beragam program yang kita jalankan. Ketiga, adanya teori perubahan membuat kita lebih dinamis karena respon dari lingkungan dapat menjadi umpan balik untuk melakukan revisi atau pengembangan sebuah teori perubahan. Tanpa menyadari teori perubahan yang diyakini akan membuat kita terjebak pada keyakinan keliru tanpa bisa melakukan revisi atau perubahan keyakinan.

Contoh, banyak kalangan yang meyakini bahwa perubahan sosial terjadi ketika kita melakukan pergantian kepemimpinan. Jadi ketika suatu daerah terjadi suatu keadaan yang tidak diinginkan, maka hampir bisa dipastikan solusinya adalah ganti pemimpin. Kenyataannya, banyak pergantian pemimpin tidak disertai dengan perubahan nyata.

Contoh lain, banyak aktivis sosial meyakini bahwa cara untuk mengubah pendapat pengambil kebijakan adalah dengan demonstrasi. Demonstrasinya pun kurang lebih seperti itu, banyak orang sekaligus berbondong-bondong membawa poster atau spanduk ke gedung pengambil kebijakan. Bagaimana dengan kenyataannya? Mungkin efektif untuk beberapa momen, tapi seringkali justru berdampak negatif.

Contoh lain, pembangunan Indonesia membutuhkan hutang atau investasi dari luar negeri. Mungkin benar ada kondisi yang membuat kita membutuhkan hutang atau investasi dari luar negeri. Tapi ketika itu menjadi keyakinan buta jadilah apa yang kita alami saat ini, hutang bukannya menjadi alat bantu, hutang justru semakin membenamkan kita.

Sadari teori yang secara sadar atau tidak sadar telah memandu tindakan atau program kita. Dengan menyadarinya maka kita bisa melakukan revisi atau perubahan untuk memastikan tercapainya cita-cita.

Apa teori perubahan yang kamu yakini untuk melakukan perubahan Indonesia?

Oh ya buat teman-teman yang mau belajar Teori Perubahan lebih lanjut, bisa unduh ebooknya.

Published by

Bukik Setiawan

Blogger

Gimana komentarmu?