Mengapa menghindari 4 istilah ini dalam perkenalan diri?

Wajar bila kita melukiskan diri sebagai orang yang unggul. Tapi berlebihan melukiskan keunggulan diri justru membosankan. Apa kata-kata yang perlu dihindari?

Coba bayangkan dua ilustrasi perkenalan saya dengan orang lain. Pertama…
“Apa pekerjaan anda?”
“Saya seorang fasilitator
“Apa yang anda lakukan saat ini sebagai fasilitator?”
“Saya membantu organisasi sosial dalam merancang strategi advokasi yang kreatif”
“Wow! Itu menarik”.

Sekarang berpindah ke situasi kedua..
“Apa pekerjaan anda?”
“Saya seorang fasilitator yang penuh passion, kreatif, berorientasi hasil, bisa berkolaborasi dengan siapa saja untuk mencapai kualitas hasil kelas dunia”

Dari kedua ilustrasi tersebut, mana yang lebih mengesankan anda? Saya lebih suka yang pertama. Mengapa? Terasa lebih alami, lebih apa adanya. Lingkup pekerjaan dijelaskan secara deskriptif, bukan dengan tumpukan kata sifat yang berlebihan.

Halo! Kenalkan aku

Apa saja kata-kata yang hendaknya dihindari untuk mengenalkan diri anda pada orang lain? Menurut Jeff Haden, ada 16 kata yang perlu dihindari. Menurut saya, ada 4 kata yang perlu dihindari.

  1. Inovatif. Banyak perusahaan maupun orang yang mengklaim dirinya inovatif. Tapi inovatif bukanlan suatu klaim. Inovatif adalah bukti. Menunjukkan karya inovatif kita itu lebih baik dari pada menyatakan kita itu orang yang inovatif
  2. Kaya raya. Aih buat apa juga mengenalkan diri sebagai orang kaya-raya. Apa manfaatnya orang lain tahu bahwa kita kaya raya? Bikin sirik sih iya. Tapi ada lho motivator terkenal yang menuliskan di profil dirinya.
  3. Tulus. Apa benar tulus kalau belum-belum kita sudah mengenalkan diri kita sebagai orang tulus?
  4. Kelas dunia. Setahu saya yang ada itu kelas satu atau kelas dua. Kalau kelas dunia, sementara masih belum buka. Aih bercanda. Kata kelas dunia menyiratkan seseorang yang kecil tapi ingin terlihat besar. Bila memang kelas dunia, tidak perlu lagi kita mengenalkan diri sebagai kelas dunia kepada seluruh dunia kan

Menurut anda, apa lagi kata-kata yang sebaiknya dihindari dalam memperkenalkan diri pada orang lain? 

Klik untuk Langganan Bukik.com via Email

Incoming search terms:

Published by

Bukik Setiawan

Blogger

13 thoughts on “Mengapa menghindari 4 istilah ini dalam perkenalan diri?”

  1. Menurut anda, apa lagi kata-kata yang sebaiknya dihindari dalam memperkenalkan diri pada orang lain?

    mengaku kalo baik hati, tidak sombong dan rajin menabung :)

  2. Hai… perkenalkan saya lambangsarib
    satu anak, satu istri, pekerjaan provokator.

    Hah….? pekerjaan kok provokator, emang siapa yang mau anda provokasi ?

    Memprovokasi kamu agar membaca, tidak tanyak melulu.

    *********

    Hahaha….. tulisane kereeen mas.

  3. Mungkin kata sukses juga trrasa berlebihan kalau memperkenalkan diri ya mas.

    Ya namanya semua itu kan penilaian orang. sukses, kaya, inovatif. mosok kita yg mrmperkrnalkan diri begitu.

  4. + “Perkenalkan, nama saya Kazemaru Zen.”
    – “Apa pekerjaan anda?”
    + “Saya seorang NINJA”
    – “…”
    + “Gimana pak?”
    – “WOW!! Menarik!!”

    ‘Nuff said. *terbang*
    ========
    Btw nice info, om. Sekarang jadi tau cara berkenalan yang baik dan benar.:D

  5. Hai.., perkenalkan nama saya salmina saya adalah mmmmm eeeemmmm ee
    *bahkan terkadang menemukenali diri sendiri lebih rumit, dan saat seperti itulah kayaknya kita butuh teman untuk memperkenalkan diri pribadi kita pada diri sendiri. :)

Gimana komentarmu?