search

Mengapa kita perlu berburu ide kreatif?

“Gimana sih pak mencari ide kreatif untuk bikin film?”, tanya seorang mahasiswa yang suka bikin film. Aku tanya balik, “kapan kamu terakhir kali berburu?”. 

Dulu ketika aku masih jadi dosen, salah satu aktivitasku adalah menjadi pembina sinema UKM Sinematografi Unair. Ah sebenarnya bukan pembina, pengganti pembina IGAK tepatnya. Hehe. Nah kutipan diatas adalah salah satu obrolan kami di salah satu pertemuan. Intinya ada yang bertanya bagaimana mencari ide film yang bagus. Aku tanya balik kapan terakhir berburu? Mengapa aku balik bertanya seperti itu?

Begini ceritanya. Meski bukan fotografer, tapi aku pernah beberapa kali mendengar istilah berburu (hunting) foto dari teman-teman fotografer. Ketika mendapat pertanyaan tadi, aku tiba-tiba teringat mengenai berburu yang sepertinya bisa menjadi jawaban.

Apapun profesi atau hobi kita, biasanya mengikuti hukum masukan (input) menentukan keluaran (output). Kita bisa menulis bagus ketika kita membaca bagus. Kita penuh energi ketika kita makan yang bergizi. Kita pandai memotret ketika kita menyimak foto yang bagus. Aku menduga cerita sinetron gak kreatif disebabkan penulis ceritanya bergaul dengan orang-orang itu saja atau berkunjung ke tempat-tempat tertentu.

Jadi bagaimana bisa mencari ide kreatif untuk bikin film? Berburulah ide itu. Kemana? Kemana saja. Bisa berburu dengan menonton film, bisa dengan membaca buku, bisa berbicara dengan orang baru, bisa menjelajahi tempat atau komunitas baru.

Ketika berjumpa dengan orang baru, kita akan menemui pengalaman dan cerita yang beda. Ketika datang ke tempat baru, kita bisa menemui tanda dan kebiasaan yang beda. Ketika berjumpa dengan komunitas baru, kita bisa menemui interaksi yang beda. Dan hal-hal beda itu adalah masukan yang berharga bagi kita untuk menciptakan sebuah karya.

Mungkin pada awalnya kita kreatif, tapi begitu ada banyak pekerjaan menumpuk dan karya yang telah kita ciptakan maka niscaya akan terasa ide kreatif menguap dari kepala kita. Perhatikan bagaimana sebuah grup musik yang tengah berkembang biasanya menghasilkan lagu-lagu yang keren. Tapi begitu jadwal konser begitu padat, kehidupan hanya dari panggung ke panggung, biasanya grup itu akan kehilangan kekuatannya dalam mencipta lagu. Pada titik ini, grup tersebut butuh untuk berburu ide kreatif.

Cerita teman-teman Sinematografi dalam berburu ide bisa dibaca di Bersenang-senang. Sementara videonya bisa dilihat di bawah ini:

Apa saja tips agar berburu bisa efektif?

  1. Optimalkan setiap aktivitas. Kita mungkin terlalu sibuk sehingga tidak bisa meluangkan waktu untuk berburu. Meski sibuk kita tetap bisa berburu bila mengoptimalkan aktivitas sehari-hari. Misal, duduk dengan teman kuliah yang berbeda. Ajak ngobrol teman seperjalanan di bis atau kereta. Perhatikan perilaku pengunjung suatu tempat
  2. Berburu bukan meniru. Berburu lebih pada menemukan perbedaan yang menantang keyakinan lama kita. Simak dan temukan perbedaan, bandingkan dengan keyakinan kita.
  3. Potret atau tulislah pengalaman berburumu. Inspirasi yang kita dapatkan mungkin bisa saja cuma kita pikirkan tapi biasanya mudah lupa dan refleksi sekedarnya. Dengan memotret atau menulis, kita bisa perhatian terhadap perbedaan yang kita temui. Selain itu, ketika kepepet harus menemukan ide baru sementara tidak ada waktu berburu, kita bisa membaca atau melihat potret lama.
  4. Semakin berbeda semakin menantang. Berburu ide fim dengan melihat film itu cenderung membuat kita jadi peniru. Berburulah dengan aktivitas yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan film justru akan menstimulasi lahirnya ide kreatif. Misal, membaca buku kuliner, menyimak orang memasak di dapur, berkunjung ke pasar tradisional.
  5. Indonesia adalah tempat berburu terbaik di dunia. Bersyukurlah Indonesia mempunyai keragaman hayati, budaya, agama, sosial ekonomi. Keragaman itu merupakan tempat berburu yang luar biasa.

Nah sebentar lagi pada mudik kan? Saatnya kita berburu, mencoba jalur baru, menemukan makanan yang belum pernah kita makan, berjumpa dengan orang baru, dan banyak lagi. Selamat mudik! Selamat berburu!

Kapan terakhir kali kamu berburu? Apa inspirasi yang kamu dapat? 

Tags: , , , , ,

13 Comments

  1. Posted August 14, 2012 at 7:21 am | Permalink

    Waaaahhh… Jadi sadar ternyata aku udah lama gak berburu neh.. Pantesan aku gak bisa nulis cerita panjang akhir akhir ini.. Hmmm..

    • Posted August 14, 2012 at 12:28 pm | Permalink

      Perasaan habis kopdar…..hehehe
      Yuk berburu…..selamat menemukan inspirasi

  2. Posted August 14, 2012 at 11:07 am | Permalink

    tapi kadang kalo sengaja diburu malah ga dapet
    makanya aku jarang nyari nyari ide
    cuma membiasakan diri dengan apa yang ada di sekeliling biar bisa jadi cerita rada panjang

    • Posted August 14, 2012 at 12:31 pm | Permalink

      Bener kalau tendensi kita mencari solusi atau penyelesaian persoalan. Makanya aku tulis tips 2 dan 4.
      Beda antara berburu dengan mencari solusi. Berburu tendensinya bukan menyelesaikan persoalan, tapi menyimak dan mengapresiasi perbedaan yang ada.

  3. Posted August 14, 2012 at 7:25 pm | Permalink

    Untuk bahan blog-blog saya, saya merasa gak pernah berburu. Lebih sering merasa menemukan bahan. Ada yang saya olah ada yang tidak :)

    • Posted August 14, 2012 at 9:11 pm | Permalink

      Ah kalau paman tyo seperti tips nomor 1, setiap hari, setiap aktivitas, setiap saat, menjadi penyimak yang baik. Tidak perlu atau tidak merasa perlu lagi berburu

  4. Posted August 21, 2012 at 7:33 pm | Permalink

    Tulisan yang menyegarkan meski entah, bagiku istilah berburu ide itu kupikir sebagai sarana untuk ‘membuka’ kita dan menyiapkan sang ide datang.

    Bagiku, ide itu mendatangi bukan didatangi… tapi tak apalah kita beda, toh tetap satu jua ;)

    • Posted August 22, 2012 at 8:27 am | Permalink

      Secara proses memang seperti itu.
      Judul awal posting ini kan “mengapa berburu” tapi judul itu sulit dipahami jadi ditambahkan “berburu ide kreatif”. Resikonya disalahpahami bahwa kita berburu ide itu. Bukan
      Berburu insight dan masukan untuk otak kita, ketika kaya insight maka ide kreatif itu akan hadir dengan sendirinya.
      Jadi berburu lebih pada pengayaan wawasan, biar gak cupet gitu. Kalau cupet, ide kreatif sulit datang

  5. Posted August 21, 2012 at 10:06 pm | Permalink

    Mmm, nganu Pak Bukik, berburu ide ngga semudah berburu angsa, itu susah… dan bagi yang tak biasa tentunya malah jadi beban berhari-hari

    • Posted August 22, 2012 at 8:28 am | Permalink

      Maka biasakanlah….mulai dari kecil, mulai dari aktivitas yang biasa kita lakukan

  6. sibair
    Posted August 22, 2012 at 9:11 am | Permalink

    Menarik, pak. Mudik benar-benar membuat kaya inspirasi. Mungkin karna terlalu lama tenggelam dalam kesibukan kerja, sehingga hal yg menurut orang desa sepele malah jadi hal yg unik buat kita hehe

  7. Posted September 1, 2012 at 10:48 pm | Permalink

    Ye… itu kan candi penataran :D

  8. Posted September 4, 2012 at 3:49 pm | Permalink

    biasanya paling mudah adalah mengkombinasikan ide 1 dengan lainnya sehingga terciptalah suatu inovasi

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

Blog Bukik - Karir, Teknologi dan Organisasi