Ribuan Dosen Mencontek: Kaya Pengetahuan, Buta Diri Sendiri

Inilah kisah bagaimana isian tentang diri sendiri pun mencontek orang lain. Dan pelakunya adalah dosen

“Cukup banyak yang mencontek, mereka copy-paste jawaban yang lulus itu sampai 20 persen,” ujar Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Pendidikan Tinggi Kemristekdikti Ali Ghufron Mukti ketika dihubungi CNNIndonesia.com, Minggu (14/8).

Menurut Ghufron, jawaban yang dicontek tersebut adalah pada bagian deskripsi diri dengan harapan bisa ikut lulus juga. Padahal tim sertifikasi memberi perhatian lebih pada keaslian deskripsi diri tersebut.  Ribuan Dosen Tak Lulus Sertifikasi, Sebagian Karena Menyontek.

Ironis, dosen mencontek dan parahnya yang dicontek adalah bagian deskripsi diri, seolah dirinya adalah penggandaan dari diri yang lain. Namun, pengalaman saya ketika mengurus sertifikasi dosen, bagian yang paling mencemaskan pembuatannya adalah deskripsi diri. Pada bagian itu, dosen diminta menjawab sejumlah pertanyaan terbuka mengenai sesuatu yang seharusnya hanya dipahami sang dosen, yaitu…….diri sendiri.

Mengapa jadi mencemaskan? Pertama, pertanyaan terbuka membuat berbagai jawaban mempunyai kemungkinan benar yang kurang lebih sama. Tidak ada benar dan salah yang mutlak sebagaimana soal pilihan ganda. Kita dituntut bukan hanya mengingat atau memikirkan secara selintas, tapi memikirkan secara mendalam.

Kedua, pertanyaan tentang diri sendiri memaksa dosen untuk mengingat dan merefleksikan dirinya: pengalaman, pikiran, perasaan, dan harapannya. Sebagaimana saya sebutkan di buku Anak Bukan Kertas Kosong dan Bakat Bukan Takdir, pendidikan kita menjejali semua pengetahuan, kecuali pengetahuan tentang diri sendiri. Kaya pengetahuan, buta diri.

Parahnya, iklim akademis kebanyakan kampus tidak membantu para dosen untuk merefleksikan pengalaman-pengalaman mereka. Pengajaran hanya menjadi proses mekanis yang minim diskusi di antara para kolega baik sebelum maupun setelah mengajar. Selama dikerjakan sesuaai aturan maka semuanya bisa beres.

Pelajaran dari kasus sertifikasi dosen ini, ciptakan percakapan inspiratif di rumah, lembaga pendidikan maupun tempat kerja kita. Percakapan yang mengajak setiap orang merefleksikan pengalaman, pikiran, perasaan dan harapannya. Ketika lebih reflektif, kita bisa lebih memantau dan mengelola diri kita.

Apa yang ingin Anda capai hari ini? Apa yang Anda rasakan? 

Published by

Bukik Setiawan

Blogger

Gimana komentarmu?