Iya, Aku Mengundurkan Diri Sebagai PNS

Dulu aku memilih mengabdikan diri di jalan kampus. Sekarang, aku memutuskan untuk memilih jalan lain. Jalan yang mungkin jarang dilalui orang. 

Sebagian besar tranformasi kehidupanku terjadi di kampus ini, Universitas Airlangga. Mulai sebagai pendemo yang melalaikan kuliah, hingga terpikat untuk kuliah dengan sungguh-sungguh berkat Pak Ino. Mulai sebagai orang yang mengalir begitu saja menjadi lebih tertata dan berani mentatap ke muka berkat Pak Fendy dan Pak Seger. Mulai dengan beraktivitas berdua bersama sahabat dan teman sekontrakan, Samian. Mulai dengan berinteraksi dengan teman kuliah, adik kelas dan mahasiswa yang menjadi rekan, Iwan, Ayok, Ucok, Rudi dan Ardi. Iwan yang selalu cerewet bicara tentang sejarah. Ayok yang menyenangkan sebagai teman ngobrol. Ucok yang kritis dalam menyikapi suatu pandangan. Rudi yang selalu bikin tertawa lepas. Ardi yang sabar mendengarkan.

Ada banyak pembelajaran. Ada banyak pengembangan. Ada banyak manis pahit. Aku masih ingat betul ketika berdua dengan Samian termangu memegang honor bulanan yang hanya cukup seminggu. Sebagaimana aku masih ingat betul ketika berdua dengan Samian gembira melihat rekening telah terisi hasil pekerjaan. Aku masih ingat betapa terbukanya Pak Fendy dan aku dalam berkomunikasi dan menerima kritik. Sebagaimana aku masih ingat Pak Fendy dan aku merasa bangga bersama atas apa yang telah dicapai.

Aku masih ingat diskusi-diskusi panjang dengan Pak Seger tentang langkah untuk memajukan kampus. Sebagaimana aku masih ingat ekspresi kecewannya ketika mengetahui aku mengambil keputusan ini. Aku masih ingat betul dengan gorengan di sore hari yang dibawakan oleh Pak Ino dan kami tertawa-tertawa bersama. Sebagaimana aku masih ingat Pak Ino tetap menjadi tegar ditengah berbagai terjangan.

Sejak awal keterlibatan di kampus ini, aku berusaha terlibat dalam usaha-usaha untuk memajukan kampus. Aku ingat lemburan berdua sama Samian menunggu mesin printer bekerja keras mencetak undangan Konferensi I APIO. Aku berusaha mengembangkan metode penyampaian materi kuliah yang variatif agar mahasiswa antusias dan terlibat dalam pembelajaran nyata, bukan sekedar diatas kertas. Aku ingat lemburan bersama Pak Seger di akhir pekan untuk menyelesaikan proposal maupun laporan SP4.

Dengan sentuhan keberuntungan, aku bersama tim berhasil bekerja sama dengan Kompas Jawa Timur untuk mempublikasikan riset Psikografi, baik calon Walikota Surabaya maupun calon Gubernur Jawa Timur. Aku berusaha membawa lembaga terapan LP3T untuk memperluas bidang terapannya ke riset dan training, tidak terpaku pada psikotes semata. Pada LP3T, kemajuan itu terasa lengkap karena berlaku baik pada bidang akademis berupa adanya alat ukur baru maupun pada bidang bisnis dengan capaian yang hampir dua kali lipat dari target.

Terakhir, kontribusiku pada kampus ini adalah terlibat dalam pendirian Magister Perubahan dan Pengembangan Organisasi. Sebuah program studi yang mendidik secara nyata para mahasiswanya untuk menjadi pemimpin perubahan, berisi secara kognitif, juga matang secara emosional. Aku berjuang habis-habisan untuk program ini, aku kerahkan semua daya dan sumber daya agar program studi yang keren bisa terwujud. Perubahan bukan perkara mudah memang.

Aku berusaha menjalankan nilai-nilai yang aku pelajari dari Pak Fendy dan Pak Seger, yang diwariskan dari Pak Jangkung. Bekerja bersama, belajar bersama, menikmati bersama. Aku berusaha mengajak semua orang belajar, bekerja sebaik mungkin dan bersama menikmati hasil yang berhasil diraih. Sampai saat terakhir, aku selalu mengajak teman untuk menggarap pekerjaan bersama. Karena aku sadar, tidak pernah ada kemajuan yang dicapai sendirian.

Setelah kebersamaan sekian tahun, aku akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai PNS di Fakultas Psikologi Universitas Airlangga. Keputusan ini bukan tiba-tiba, meski pada saat akhir pun tetap terasa belum siap. Ada banyak pertimbangan, terutama mengenai keluarga. Setelah setahun mempertimbangkan, akhirnya aku bertekad mengembangkan apa yang menjadi passionku, perubahan kreatif, Appreciative Inquiry, Social Media dan Indonesia Bercerita tentunya. Ada banyak mimpi yang telah lama tersimpan. Sekarang saatnya mengeluarkan lingkaran cahaya mimpi itu dari lemari pakaian (ingat film Peter Pan), mengasahnya agar bersinar kembali, dan merengkuhnya dalam menjalani kehidupan.

Bagiku, Fakultas Psikologi Unair adalah sebuah keluarga, bukan sekedar tempat kerja. Sebagaimana keluarga lainnya, ada suka sebagaimana ada duka yang mewarnai kebersamaan sebuah keluarga. Sebagai tempat kerja, aku mungkin telah mengundurkan diri, tapi aku tidak akan pernah bisa mengundurkan diri dari keluarga ini.

Sebuah pilihan yang mungkin jarang dilalui orang. Sampai kemudian aku mengingat kembali puisi karya Robert Fross berjudul The Road Not Taken yang aku cantumkan di halaman awal skripsiku (Terima kasih Iwan buat kutipan puisinya).

Two roads diverged in a wood, and I,
I took the one less traveled by,
And that has made all the difference.
Robert Frost

Kesibukanku sekarang? Intinya menjalani masa transisi, ada banyak urusan yang harus kubereskan. Meski sudah dipikir lama, kenyataannya tidak semua rencana persiapan berjalan lancar. Ada banyak tindakan yang harus dilakukan secara cepat. Di luar urusan transisi, aku sekarang menjadi fasilitator beberapa workshop yang menggunakan pendekatan Appreciative Inquiry. Aku akan bercerita mengenai aktivitas ini melalui twitter dan blog. Aku juga tengah mempersiapkan sebuah buah start-up (bisnis baru) di bidang digital dan tengah meretas lembaga pendidikan. Aku belum bisa cerita tentang kedua garapan ini karena masih awal banget, masih ide mentah.

Aku minta maaf pada semua dosen, karyawan, sahabat, dan mahasiswa bila selama menjalani tugas sebagai dosen telah banyak lalai dan melakukan kesalahan. Mohon maaf juga bila pengunduran diri ini membuat kecewa beberapa teman. Terima kasih buat semua warna yang telah kita bangun bersama. Semoga Fakultas Psikologi Universitar Airlangga terus sukses dalam dunia pendidikan tinggi. Perjumpaan kita bukan hanya hingga kini, tapi hingga nanti.

Damai di Bumi

Incoming search terms:

Published by

Bukik Setiawan

Blogger

121 thoughts on “Iya, Aku Mengundurkan Diri Sebagai PNS”

  1. waaahhh mas bukik dosen toh.. pns pula (dulu)

    yaa.. yg namanya keinginan emang gak bisa diubah mas.. aku sudah banyak juga melihat pns yg mengundurkan diri dengan segala alasan.. kalau aku ditanya mau gak ngundurin diri dari PNS? jawaban aku pasti mau!! TAPI dengan syarat2 yg udah pasti tentunya.. ya paling gak.aku udah punya pegangan lain yg aki enjoy menjalaninya..

    ya doaku seh juga itu.. mudah2an mas bukik enjoy dg pekerjaan barunya :)

  2. kehidupan sebagai pendemo yang sering melalaikan kuliah, itu masih saya lakukan sekarang sebagai mahasiswa.
    mudah-mudahan ada perubahan pada diri saya, seperti yang di alami om bukik, karena saya sudah mulai stress dengan nilai yang jeblok…. haha

  3. Selamat menjalani kebiasaan baru setelah keluar jadi pns. Semoga pekerjaan yang sesuai passion pak Bukik ini jadi pekerjaan yang menyenangkan dan bisa bikin makin kreatif. Aku mau dong diajarin sama pak Bukik hehe

  4. Hmm…

    What ever lah… Dikotomi,tapi percuma juga mbahas,niat sudah dijalankan,
    Mau bertanya,yo percuma…
    Ini Bukik,bukan orang lain…

    Huah…mas… mas…mbuh ah..

  5. Salut, bagi pak bukik & orang2 yg berani mengambil keputusan besar & berkarya (tidak sekedar bekerja) utk memuaskan passion!

    Aku pikir, papaku perlu baca kisah ini, supaya lbh berani mengambil keputusan mengenai karir. Ada kemiripan kisah. *tapi detilnya panjang banget & sebaiknya tidak di-publish. Kpn2 deh kalau ketemu pak bukik langsung ;)

    honestly, aku merasa beruntung pernah jd anak buah pak bukik (ketika pak bukik jd wadir kemudian jd direktur LP3T, aku pas magang). Di LP3T mulai kenal AI (& psi positif), yg diaplikasikan di PKMB. Pun ketika ngajar, tugas2nya unik. He has his own style. (& kadang bnyk teman2 yg bingung, hehe. *akhirnya aku paham bhw orang intuitif sering dinggap absurd. Hahaha. Aku pun juga mengalami).

    Ok, pak, sukses utk karya bapak selanjutnya :D

  6. Mas bu_q…….!*I’m shouting out loud..*.really shocked dgn keputusan dirimu mas..personally sira bilang..u r my another eye to see world..to face facts..to analyze..to to to..dan to to yang lain..:p. Sira bangga bs jd mahasiswa yg pernah belajar banyak dr dirimu mas..apalg pas d riset..dgn joyful team yg lain..sgt membahagiakan..sira yakin dgn keputusan mas ini pastinya akan lebih banyak lagi yg sira akan pelajari dari dirimu.. Dan manusia2 lain pun akan sperti sira..blajar something drmu..Umnn..what to write more..*thinking*i’m speeshless..pastinya..I see..pengabdian yg tulus in ur eyes..sira c berharapnya dimanapun mas berada..tetep jadi pribadi yang membangun Indonesia dgn sepenuh hati..mulai dr diri sendiri.. membangun bangsa ini..negara ini..our..INDONESIA..itu pelajaran yg paling berharga..seperti telah menemukan harta karun.. ;;;)))
    #:p

    1. Siraaaaa…….gimana kabarmu di Makassar? seru kan?!
      Asyik……
      Ayo mulai menulis cerita pengalaman di tempat kerjamu yang asyik itu
      Bisa jadi film

  7. Wah… selamat menempuh hidup baru mas Bukik! Bukan cuma perkawinan yang membuat hidup kita menjadi baru, tetapi juga perubahan besar seperti halnya keputusan keluar dari PNS dan menjadi pekerja mandiri.

    Selamat. Semoga Tuhan melapangkan dan memberkahi pilihan baru mas Bukik. Amin.

  8. wow! keputusan yang sangat berani dan penuh tantangan om bukik. masa transisi pasti akan sangat melelahkan, seperti yang anda tulis, perubahan bukan perkara mudah, tapi kalau sudah berhasil ya akan sangat luar biasa kesenangan itu :)

    keep spirit and inspiring!

  9. Setiap kebangkitan ada gerakannya sendiri Setiap pilihan ada yg harus ditinggalkan. Dan setiap langkah ada ceritanya masing-masing…
    Congrat :)

  10. sukses untuk keputusannya mas bukik. Hidup adalah pilihan, apapun keputusan yang sudah diambil, tentu ada harapan baru di masa depan terkait dengan keputusan yang sudah diambil. Good luck!

  11. Aiiiiiiihh.. Terharu lho pak bacanya.. Fakultas Psikologi kehilangan salah satu dosen terbaiknya :’)
    Tapi yang namanya passion yah pak.. Kalo dikurung terus bisa “berontak”..
    Hahaha.. Semoga sukses ya pak dengan keputusannya..
    Semoga dapat menjadi sosok yang inspiratif bagi banyak orang.
    Fightiiiiiinggg!!! (งˆ▿ˆ)ง!

  12. Salut buat pak bukik uda ambil keputusan yg menurut aku gak bakalan ada orang berani melakukan ini…
    Sedih juga, tapi kalo misalnya kita (sinematografi) butuh sharing2 masih bisa kan pak? Hehe…

  13. Huwaaaa ini ya ternyata? Eaaaa.

    Oww bikin startup juga pak? Hmmm.

    Ok pak, selamat menumpuh hidup baru, semoga makin sukses. Dan semuanya selalu mendapatkan yg terbaik. Aminnn.

  14. Akhirnya ya pak..masih inget dulu bapak bilang, kalau jadi pengajar itu salah satu passion bapak, n bapak ingin ngajar karena memang pingin bukan karena kewajiban kerja. Akhirnya sekarang bisa terlaksana pak. Selamat dan salut atas keberaniannya,
    Terima kasih juga untuk semua ide, ilmu, dan mimpi yang bapak ajarkan.

  15. Selamat menjalankan passion nya pak… Membawa perubahan kepada Indonesia adalah komitmen, dan anda telah membuktikannya. Keluar dari lingkaran kecil untuk masuk ke lingkaran besar adalah sebuah ‘Challange”. Selamat atas keputusan yang diambil.

    1. Ah aku baru baca postingnya…tapi mau ngasih komentar diblogmu selalu kesulitan kalau via ipad
      Diposting lho hasil risetnya….

      Terima kasih buat doanya

  16. Putusan yang berani Pak, bacanya saja saya sedikit berkaca-kaca.
    Jarang banget orang berani menggambil keputusan seperti ini, apakah pekerjaan sebagai PNS tidak bs sejalan dengan passion yang bapak punya saat ini? Apakah ini konsekuensi dari sebah fokus? :cry:

  17. pak bukik terus terang aku kaget,
    tapi bagaimanapun juga keputusan pak bukik untuk keluar itu berani. semoga sukses ya pak :)

  18. Akhirnya nambah satu lagi postingan di bukik dot com ini… :)
    Sejak Pak Bukik bilang waktu itu, sejak mencari rekan kerja di twitter dan aku juga mengamati sejak Februari… Web blog pak bukik ini agak sedikit terbengkalai sepertinya. Tapi aku paham memang ga mudah… Tapi setidaknya dengan postingan baru ini menunjukkan kalau pak bukik masih aware dan masih terus menulis…
    Sukses terus pak buat start up barunya “V….” :D
    semoga membawa cerita kesuksesan baru…. :) Good luck…

  19. Ya.. Feelingku tepat.. Dosen pembimbing yang sudah mengajarkan aku mengenai personal branding, yang mengajarkan aku tentang passion, dimana dia racuni otakku di gathering seminar PIO.. Dan pada akhirnya memutuskan untuk menjalani hidup sesuai dengan passion.. Itu hidup, semuanya adalah pilihan.. Good Luck Mr. Bukik.. Tunggu Karya saya selanjutnya.. Hihi..

  20. BUKIK Keren!!!! Gilaaaak!!!!! Dosen paling inspiring yg pernah ngajar gw…. Saluuut!!! *sambil nyembah-nyembah didepan laptop

  21. Belom banyak orang yang berani atau mau moveon dari zona aman, tapi ini salah satu bukti nyata. Pak Bukik lagi-lagi jadi inspirasi keluar dari zona dan memilih passionnya. Selamat pak, semoga tambah sukses :)

  22. Gak akan jauh-jauh dari duit… cuma itu yang make sense. Perut yang bicara… paling tidak perut anak istri yang bicara…

    Bisa jadi masa ikatan dinas tuk beasiswa master udah selesai, so gak ada beban lagi deh tuk pergi dari kampus… Zaman sekarang, cuma kepentingan yang menyatukan….

    bukik masih jauhlah dari para pakar macam Suhu Ino dan Suhu Fendy… yang bisa total di dunia pendidikan…

  23. Salut buat Mas Bukik yang berani keluar dari zona aman. Mentalitas “pendemo”-nya belum hilang walaupun sekarang yang dilawan adalah kehidupan dalam arti paling luas. Ayo siapa lagi yang mau turun ke jalan!

  24. salam kenal, belum begitu tahu tapi aku selalu kagum pada orang-orang yang memilih “jalan yang tidak bisa”. ” I took the one less traveled by”
    Mungkin karena saya juga dari kalangan minoritas, yang mengambil jalan yang tidak biasa, dan tidak basah :D

  25. Walau tak sama, namun pola pikir kita lumayan serupa mas bukik. Sudah 2 tahun berhenti PNS dan terus bersyukur setiap hari atas keberanian mengambil keputusan yang kala itu diwarnai derai air mata oleh seluruh keluarga.
    salam sukses mas bukik!

  26. Teringat pada cerita ‘pengunduran diri’ Siddhartha Gautama dari kemewahan dunia di Kapilavastu. Lalu mengembara mencari kesejatian dirinya sampai menjadi Buddha. Selamat jalan Mas, semoga dapat pencerahan dan terus mencerahkan.

    Nice Moment: Pak Bukik ini adalah satu dari sedikit Dosen yang pernah memberikan nilai A kepadaku. Pas UAS qt diberi tugas mbuat essay. Seperti biasa saya terlambat mengumpulkan tugas. Lalu ketemu langsung Pak Dosen Bukik di LP3T,”Tulisanmu apik, njaluk nilai opo?”. Kujawab C saja Pak, yg penting lulus. (teringat pak Chusairi yang juga sering bilang, Tulisen nilaimu sendiri pengin dapet apa. Dan aku sering ikhlas nulis C/B. Lumayan Lulus. Biasany sy juga pengin dapat C, tapi Dosennya ngasih D/E. La iyalah jarang masuk, tugas telat ngumpulin, UAS lupa gakdatang). Dosennya pengin ngasih A, aq sadar diri ngotot pengin C. Akhirnya tetap ditulis A.

    1. Haha analoginya terlalu bagus…..

      Harus mengingat dan ternyata….iya tugas keren itu. Pantas dapat A. Berani menyuarakan isi hati dengan gaya dan kata-kata sendiri.
      Tapi tidak usah terlalu mikir nilai, jadi orang baik dan bermanfaat itu lebih penting

  27. Kalau Nggak Buka FB Nggak Bakal tahu kalau dirimu dah Bukan PNS lagi…. Salut dengan keputusan yang bagi Sebagian orang disayangkan, namun dengan memahami passion mas Bukik lewat twitter… Mengerti bener keputusan ini diambil

  28. hmmm …. finally you make a big decision … Congratulation … pray for your succes Bukik ..

    I still remember you present well with pak Ino & Fendi .. seminar Appreciative Inquiry :)

    1. Akhirnya? Berarti sudah ada dugaan ya? Huehehe

      Terima kasih sudah hadir waktu itu. Salah satu kenangan manis bersama Pak Ino
      Meski kalau sekarang membayangkan, jadi malu sendiri

Gimana komentarmu?