Facebook di Kantor: Produktif atau Kontra Produktif?

Aku pernah datang ke kantor teman. Kebetulan sedang butuh ngenet dan pinjam komputer kantor itu. Aku buka Facebook tapi ternyata  diblokir. Ternyata ada anggapan bahwa Facebook di kantor itu tidak produktif. Setuju atau tidak?

Kehadiran sebuah teknologi selalu melahirkan pro kontra. Ada yang mudah menerima dan segera mengadopsinya untuk kehidupan sehari-hari. Ada yang relatif resisten karena toh tanpa teknologi itu kita bisa hidup. Tapi sejauh yang kutahu, kantor perusahaan besar yang mapan cenderung berhati-hati terhadap internet. Ciri-cirinya:

  1. Batasan terhadap email yang ketat. Ada lampiran dalam ukuran sedang saja seringkali di tolak atau masuk ke kotak spam.
  2. Ada tingkatan untuk mengakses internet. Kebanyakan karyawan hanya bisa mengakses email. Supervisor ke atas yang bisa melakukan browsing.
  3. Media sosial diblokir. Facebook, Twitter, atau Youtube biasanya diblokir oleh internet kantor

Pembatasan internet kantor ini banyak dikeluhkan oleh teman. Tak jarang mereka meminta tolong untuk mengakses ebook atau bahan-bahan yang mereka butuhkan. Kontradiktifkan?! Mereka yang bekerja di perusahaan mapan justru tidak punya akses internet yang mapan juga.

Serba salah sih sebenarnya. Aku gak kebayang kalau akses internet di buka sepenuhnya. Bisa-bisa semua karyawan membuka media sosial (Facebook, twitter, Youtube dll) sepanjang hari. Ada banyak buktinya kok. Video ini salah satu buktinya, klik di http://bit.ly/kguxlG atau streaming di

 

Tapi ketika teknologi internet mobile terus berkembang. Orang tidak lagi tergantung pada internet kantor. Karyawan bisa memperharui status Facebook atau ngetweet melalui perangat seluler yang mereka miliki. Bahkan modem internet pun sekarang relatif terjangkau dan dimiliki oleh sebagian besar karyawan.

Aku yakin banyak manajer HRD yang menyadari kenyataan ini. Di satu sisi, mereka tahu tidak lagi efektif untuk memblokir internet kantor. Di sisi lain, mereka belum punya jurus untuk menghadapi hobi karyawan menggunakan media sosial (Facebook, twitter, Youtube dll). Apakah ada teman yang punya ide agar penggunaan Facebook di kantor bisa meningkatkan produktivitas? Atau ide penggunaan berbagai media sosial untuk meningkatkan produktivitas?

Buat  yang punya ide, ada kompetisi yang bisa diikuti untuk merealisasikan ide tersebut jadi kenyataan. Kompetisi berjudul Aksi Semangat Indonesia Produktif ini menantang kita mengirim ide-ide yang dapat meningkatkan produktivitas sehingga Indonesia bisa semakin maju. Pssst….hadiahnya lumayan lho, total hadiah 100 juta. Info di twitter bisa simak @AksiSemangat dan di Facebook bisa dilihat di Aksi Semangat 

Published by

Bukik Setiawan

Blogger

4 thoughts on “Facebook di Kantor: Produktif atau Kontra Produktif?”

  1. Yah, tergantung pekerjaannya apa dulu om. Kalau kerjaannya memang berhubungan dengan social media, gimana dong? Masak iya diblokir. Tapi tetap aja ada cara untuk nembus sih ^_^V

Gimana komentarmu?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.