search

Eros, Sumber Energi Personal Brand

Eros adalah sumber energi yang menghidupan kehidupan kita. Energi yang kita butuhkan untuk membangun personal brand kita. 

Jaman modern adalah jaman pemujaan rasio manusia. Setiap aktivitas harus rasional. Dan sempitnya, rasionalitas dipahami sebagai asas manfaat yang terukur melalui uang. Orang perkotaan begitu sibuk mencari uang untuk bisa hidup dan menghidupi keluarga.

Akibatnya, setiap pagi kita menyaksikan robot-robot bernyawa terburu-buru menuju tempat kerja. Bergegas menuju kantor yang anehnya begitu tiba di sana bukannya senang, tapi justru malah mengeluh. Kemudian merasa lelah menghadapi tantangan pekerjaan. Seolah-olah seperti bekerja sendiri tanpa apresiasi dan dukungan memadai.

Banyak orang meyakini bahwa uang bisa membahagiakan. Kenyataannya, uang bisa menciptakan kesenangan, tapi bukan kebahagiaan. Uang dalam jumlah tertentu menghantarkan kita pada setengah perjalanan, tapi tidak pernah sampai pada tujuan kebahagiaan. Kita butuh uang untuk bertahan hidup, tapi tidak untuk berkembang menjadi diri sendiri.

Rasionalitas tanpa sentuhan eros hanya akan menjadikan kita sebagai robot. Dan sayangnya, aku menolak menjadi sekedar robot. Aku yakin banyak dari anda juga enggan menjadi robot bernyawa. Lalu bagaimana kita menghidupkan kehidupan kita?

Kita butuh eros, dorongan daya hidup, untuk menghidupkan kehidupan kita. Gafni menyebutkan ada 4 wajah eros yaitu:

  1. Eros berarti berada di dalam. Eros membuat kita menukik ke dalam suatu aktivitas, menembus permukaan, menyentuh dasar dari aktivitas itu.
  2. Eros berarti hadir sepenuhnya. Pikiran, tubuh dan jiwa kita hadir sepenuhnya dalam suatu ruang waktu, bukannya melayang di ruang waktu yang berbeda.
  3. Eros adalah hasrat atau keinginan. Hasrat memperoleh, menikmati dan menjadi manusia utuh. Sebuah kerinduan mendalam yang menggetarkan dan menggerakkan kita.
  4. Eros ialah kesalingterhubungan dengan semua kehidupan. Eros mengalirkan kita dalam arus cinta yang mengarah pada sang ilahi.

Eros membuat kita masuk dalam kehidupan yang erotis. Erotis bukan dalam artian sempit seksual. Erotis adalah kehidupan spiritual yang suci. Hidup penuh spirit semesta alam. Aktivitas yang dilakukan secara erotis tak akan menghabiskan energi kita, tapi justru energi terus bertambah.

Eros bukan saja menggetarkan jiwa kita saat ini, tapi juga melemparkan kita ke masa depan. Eros menstimulasi kita berfantasi akan keadaan idaman kita. Bukan hanya fantasi seksual, tapi juga fantasi pendidikan, fantasi politik, fantasi sosial, atau fantasi ekonomi. Eros memungkinkan kita berimajinasi dan membangun visi agung kehidupan.

Personal brand bukanlah pekerjaan lain kita. Personal brand bukanlah pemasukan tambahan kita. Personal brand adalah cara kita mengekspresikan kekuatan unik kita. Personal brand adalah pengejawantahan eros dalam diri kita. Eros menjadi energi kekal yang membuat kita penuh antusiasme dalam membangun personal brand kita.

Eros yang hidup ini bisa kita saksikan pada, Steve Jobs dengan Stay Hungry, Stay FoolishAnji yang tengah menyanyi, Yanuar Nugroho yang tekun melakukan riset dan banyak lagi. Orang-orang yang melakukan perjalanan panjang mengikuti kata hatinya, meski menghadapi berbagai resiko. Mereka yang terus mengimajinasikan karya-karya terbaik di masa mendatang.

Apa sih bahasa simpelnya? Eros sering diistilahkan sebagai cinta dalam kehidupan keseharian kita. Sebagaimana kata Kla Project dalam lagu Hey, “Bekerja dengan cinta, Bagai Sang Pencipta, Membentuk citra insaninya, Satukan dirimu seutuhnya”. Bekerja dengan cinta, kita menyatukan diri bukan saja dengan pekerjaan itu tapi juga dengan semesta alam.

Berbahagialah bagi mereka yang telah menemukan erosnya. Mereka menjalani kehidupan yang menjadi pilihan mereka. Mereka menanggung konsekuensi dengan percaya diri dan antusiasme. Mereka merindu tantangan-tantangan baru untuk menciptakan karya terbaik. Mereka jatuh cinta berulang kali pada kehidupan. Mereka bercinta sepanjang waktu.

Aku pribadi setelah melakukan beragam aktivitas, perlahan mulai terang menemukan erosku pada menulis dan menjadi blogger. Karena itu setelah 4 tahun menjadi blogger pemula, aku mulai serius menggarap Bukik.com sejak Agustus 2011 dengan melakukan 5 perubahan. Semoga menjadi eros sejatiku……

Dan bagi mereka yang belum menemukan erosnya, tantangannya adalah terus menjelajah menemukan eros. Ayun langkah berani mencoba berbagai aktivitas hingga menemukan eros kita. Simak posting berikut untuk mengetahui caranya.

Sudahkah anda menemukan eros dalam kehidupan saat ini? 

Klik untuk Langganan Bukik.com via Email

Sumber Gambar : forlornturtle dan Tilemahos Efthimiadis

Tags: , , , ,

15 Comments

  1. Posted October 8, 2011 at 6:46 am | Permalink

    aku sering belajar dan melakukan aktivitas untuk menemukan erosku.. tapi kayaknya masih belum terasa ada pancaran eros disana. atau aku belum menemukannya ya..

    • Posted October 8, 2011 at 2:54 pm | Permalink

      Semangat…..terus mencari dan mengeksplorasi

  2. Posted October 8, 2011 at 7:42 am | Permalink

    Pas lihat judulnya terlihat sekilah eros personal band! hahahaha..

    Kalau aku sendiri mungkin belom menemukan eros aku.. mudah2an bisa menyadarinya deh :)

    • Posted October 8, 2011 at 2:53 pm | Permalink

      Huahahahahaha dasar……….

      Setiap manusia terlahir dengan Eros dalam dirinya. Tapi memang mencari di luar sana lebih mudah dari pada mencari di dalam diri

  3. Posted October 8, 2011 at 2:50 pm | Permalink

    sepertinya nyerempet dengan passion. bagaimana mas bukik?

    • Posted October 8, 2011 at 2:52 pm | Permalink

      Kalau melihat dari 4 wajah Eros, passion adalah bagian dari eros. Eros dikenal sejak jaman purba. Biasanya Eros (dorongan untuk hidup) berlawanan dengan Tanatos (dorongan untuk mati).

  4. Posted October 9, 2011 at 9:29 pm | Permalink

    hmmm . . saya merasa eros terpancar saat saya menulis tutorial photoshop mas. . . :D

    • Posted October 10, 2011 at 12:35 pm | Permalink

      Iya….blogmu keren dan penuh dengan tips photoshop…

  5. Posted October 10, 2011 at 12:26 pm | Permalink

    Setahuku, eros itu adalah salah satu tingkatan cinta.
    Dalam bahasa latin, cinta tertinggi adalah Agape (cinta Tuhan), cinta Philia (cinta untuk sesama i.e untuk orang tua, kakak-adik) dan cinta Eros (cinta nafsu).

    Tapi aku menangkap ada pengertian2 yang sama…
    Tulisan yang menarik, Bung!

    • Posted October 10, 2011 at 12:33 pm | Permalink

      Bener, dalam tingkatan cinta versi Yunani itu, eros menjadi sekedar nafsu dan menjijikkan bagi sebagian besar orang. Tapi interpretasi Gafni berbeda, eros dipahami sebagai energi suci kehidupan. Kalau mengacu pada 4 wajah diatas, eros justru menjadi penyatu berbagai jenis cinta.

  6. Posted October 13, 2011 at 3:37 pm | Permalink

    kok aku bingung ya. tapi pengen komentar *dikeplak

  7. Posted October 15, 2011 at 4:09 am | Permalink

    Saya barutahu ada istilah Eros ini, dan setelah saya baca akhirnya saya menyadari bahwa eros itu memang penting.
    Seperti Eros yang begitu penting di Band Sheila On 7. :D

  8. Posted October 15, 2011 at 4:32 am | Permalink

    erosku di bercerita, mase. beneran deh. cuma beberapa tahun terakhir lagi kepayahan aja, gegara kecanduan game. entahlah, mengarang atau ngegame ya, erosku sebenarnya? *nyilem* :D

  9. Posted October 24, 2011 at 9:08 pm | Permalink

    Eros itu dibangun bukan dicari :)

  10. Pasarsapi
    Posted December 1, 2011 at 7:15 am | Permalink

    Tulisan yang singkat tapi dalam, mengajarkan saya memaknai hidup. Semoga saya lekas menemukan erosnya

2 Trackbacks

  1. [...] Dalam serangakian tes yang Ula jalani, sepertinya — ehh bukan bukan…perusahaan tsb ingin mengenal tentang sosok pelamar – pelamarnya, termasuk Ula. Perusahaan tsb ingin memastikan apakah seorang Ula cocok untuk menjadi bagian dari organisasinya. Dan ternyata Ula cocok dengan perusahaan dimana ia sedang bekerja sekarang. Inti dari interaksi ini menurut saya adalah bukan mencari bagaimana kebiasaan Ula apabila sedang makan, dengan tangan apa Ula menulis, apakah seorang yang pemalu, bahkan sampai menjawab pertanyaan semacam seperti apakah kemampuan Ula dalam menangani pekerjaan yang akan diberikan padanya. Menurut saya, bahwa perusahaan tidak akan menerima Ula sekalipun ia sangat terampil dalam melakukan suatu pekerjaan apabila pelamar ybs susah untuk menyelaraskan diri dengan visi dan misi perusahaan. Dan hal ini terbukti dengan tidak luputnya pertanyaan yang diajukan oleh interviewer manapun termasuk interviewer yang berhadapan dengan Ula, bahwa ia menanyakan hal yang sama seperti interviewer lainnya. Pertanyaan ini mengenai motivasi pelamar tentang ketertarikannya terhadap perusahaan yang menawarkan pekerjaan terhadap pelamarnya. Rekrutmen adalah salah satu bentuk usaha untuk mengenal. Bentuk usaha untuk mengenal lainnya banyak sekali dan kita telah banyak melakukannya di keseharian kita. Menurut saya, mengenal itu lebih efektif apabila kita dapat mengetahui seperti apakah tujuan atau visi seseorang yang ingin kita kenal. Tujuan membentuk seseorang memiliki pola perilaku yang khas dan memancarkan jati dirinya. Tidak ada salahnya apabila kita mengenal seseorang dengan memperhatikan bagaimana perilakunya, namun pada kenyataannya perilaku seseorang itu mudah berubah. Perilaku seseorang tidak gampang berubah apabila ybs memiliki tujuan yang jelas dalam hidupnya serta ia sangat menginginkan untuk meraihnya. (tentunya apabila ybs tidak kehilangan kebutuhan – kebutuhan mendasarnya untuk terus tetap bertahan hidup, misalnya tidak dalam keadaan kelaparan yang persisten, kebutuhan untuk merasa aman, kebutuhan untuk mencintai dan dicintai) [...]

  2. [...] lanjut mengenai personal brand). Misi adalah pemberi arah personal brand. Misi mengorganisasikan passion, gaya, dan kemampuan kita menuju suatu arah yang spesifik. Misi membuat hidup kita [...]

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

Blog Bukik - Karir, Teknologi dan Organisasi