detektif karir blog bukik

Siapa Berani Menjadi Detektif Karir?

Sebuah sms diterima. Detektif pun bertindak. Detektif bukan sembarang detektif, namanya detektif karir. Bertindak demi pengembangan karir kamu. Siapa dia?  

 “Waduh, gue kayaknya nggak ada nyambung-nyambungnya deh antara background, pengalaman, dan cita-cita hahaha…

SMS bernada curhat dari seorang teman itu berhasil mendarat mulus ke ponsel tepat satu jam setelah jam istirahat siang kantor berakhir. Semula iseng membaca SMS itu berulang kali, eh, tiba-tiba mendapat ilham untuk melanjutkannya dalam sebuah tulisan, tentang detektif karir.

Bukannya tidak mensyukuri hidup ya, boleh kok sesekali kamu mengevaluasi hidupmu dan apa yang sudah kamu capai. Caranya? Cukup berbalik arah atau menoleh ke jejak-jejak langkahmu sebelum kamu berdiri di tempat yang sekarang. Ya, istilahnya menjadi detektif karir, si penelusur jejak karir. Tidak perlu karir orang lain yang kamu amati terlebih dahulu (rumput tetangga pada dasarnya memang lebih hijau hehe). Amati dulu karir dan pencapaianmu selama ini, itu tugas utama seorang detektif karir :D

detektif karir blog bukik

Eh, kembali lagi ke jejak-jejak pencapaianmu. Sudah ketemu, belum? Bagaimana? Apakah semuanya sudah sesuai keinginanmu? Hal-hal apa saja yang sudah kamu capai? Hal-hal apa saja yang ingin kamu capai? Sudah puas atau jangan-jangan justru merasa salah langkah? Ups!

Yang sering menjadi permasalahan dan berujung pada kegalauan adalah apakah jalan yang dipilih sudah tepat? Apakah sudah sesuai dengan harapan, keinginan, dan cita-cita? Bagaimana kalau tidak sesuai? Apakah ini salah langkah? Tenang, jangan panik dahulu. Karir itu bukanlah sebuah titik.

Hal pertama yang harus kamu lakukan sebagai detektif karir adalah berhenti bertanya. Seberapa pun kamu bingung tentang jejak karirmu selama ini tetap tidak akan ada gunanya jika kamu hanya bertanya, bahkan kepada seribu orangpun. Mengapa? Karena yang memahami kamu dan karirmu adalah diri kamu sendiri. Orang-orang di sekelilingmu hanya akan memberikan pendapatnya dan pilihan tetap hanya ada di tanganmu. Karena sekali lagi, yang memahami kamu dan karirmu adalah diri kamu sendiri. So, cobalah jujur pada dirimu sendiri tentang apa yang kamu inginkan.

Bagaimana jika ternyata, kamu menyadari kamu telah salah langkah dalam pemilihan karir? Sekali lagi, sebagai detektif karir, kamu harus tenang, jangan panik dahulu. Bayangkan ini ibarat sebuah labirin dengan satu pintu keluar. Fokuslah, pada hal-hal yang kamu inginkan dan bagaimana kamu mencapainya. Jangan langsung mengutuki diri kamu telah gagal dan terpuruk dalam kesedihan. Lihatlah masalah dari sudut pandang positif, sudut pandang yang memberdayakanmu.

detektif karir blog bukik

Oh ya, selain itu, dalam sebuah pencapaian karir, tidak ada yang benar dan salah, selama kamu terus melangkah. Semuanya adalah proses pembelajaran hidup yang pasti memberikan manfaat pada hidupmu. Cobalah tarik benang merah antara pekerjaanmu saat ini dengan latar belakang pendidikan, cita-cita, hobi, minat, bakat, dan faktor-faktor lainnya. Tidak harus sama kok, menyimpang boleh, asalkan kamu nyaman dalam menjalaninya. Kalau sudah nyaman, tidak ada istilah tersesat lagi, kan?

Jangan salahkan tulisan ini, jika setelah membaca dan langsung mempraktikkan menjadi detektif karir buat pengembangan karir kamu, kamu merasa galau. Galau itu wajar kok. Dengan galau, tandanya kamu berpikir. Walaupun ujung-ujungnya berpikir, kamu justru bingung. Kata Einstein, kebingungan adalah awal pengetahuan. Nah!

Ada yang berani mencoba menjadi detektif karir buat pengembangan karir diri sendiri?

Catatan: Foto diambil dari sini dan sini

3 thoughts on “Siapa Berani Menjadi Detektif Karir?”

    1. Hallo Belajar Sejarah,
      Rasanya seneng banget ya kalau kita sudah memahami jejak langkah karir kita. Ibarat bekerja setiap hari serasa bermain hehe.. Tak ada beban sedikit pun.

      Sayangnya, di luar sana yang sudah memahami karirnya lebih sedikit daripada yang belum memahami sama sekali. Akibatnya, galau deh!

      Saya terinspirasi dari diri saya sendiri, lingkungan, dan teman-teman yang gelisah ketika masa kerja sudah mendekati 1 tahun. Katanya, pengen pindah aja bawaannya. Padahal, kalau dipikir-pikir, pindah-pindah pekerjaan juga tidak baik untuk masa depan CV

      Kira-kira apa ya penyebabnya? Flash back sejenak melihat rekam jejak karir dan pencapaian yang sudah kita buat rasanya berat sekali. Sobat bukik.com ada yang mau sharing dan berbagi cerita?

Gimana komentarmu?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.