search

Dampak Internet : Demokrasi, Riset, Cinta dan Personal Brand

Dampak internet terhadap kehidupan begitu luas, mulai demokrasi, riset, cinta hingga personal brand. Bagaimana dampak internet membuat XLangkah Lebih Maju ? 

Berkenalan Dengan Internet

Berkenalan dengan internet adalah keberuntungan. Betapa tidak pada tahun 1996, ada seorang alumni yang memberi modem kepada kami, Forum Komunikasi Mahasiswa Surabaya (FKMS). Modem tersebut melengkapi komputer DX2 sehingga kami dari sebuah jalan kecil bisa terhubung dengan seluruh dunia.

Jangan bayangkan kecepatannya. Lupakan keluhan terhadap koneksi internet saat ini. Kecepatan internet pada modem itu adalah 14.4 kbps. Kecepatan itu pun tercapai kalau koneksi lagi baik hati, dan itu jarang terjadi. Sekitar beberapa bulan kemudian, muncul warnet generasi awal di Surabaya. Berapa tarifnya? Satu jam kita harus merogoh 10 ribu rupiah dengan kecepatan tidak lebih baik dari pada menggunakan modem.

Meski begitu, internet telah mengubah banyak hal dalam kehidupanku sejak 1995 sampai sekarang. Dampak internet setidaknya terdapat dalam 4 topik kehidupanku: Demokrasi, Riset, Cinta dan Personal Brand.

Internet Membuat Demokrasi XLangkah Lebih Maju

Aku bergabung di Forum Komunikasi Mahasiswa Surabaya (FKMS) sejak 1994. Panjang ceritanya, aku akan ceritakan di posting lain saja. Organisasi ini merupakan sebuah gerakan pro demokrasi yang bergerak dalam melakukan advokasi terhadap hak-hak rakyat dan penegakan demokrasi di negeri ini. Internet telah mengakselerasi gerakan demokrasi kami.

Awalnya kami menggunakan internet untuk mencari sumber informasi terkait misi Forum Komunikasi kami, gerakan pro demokrasi. Waktu itu yang ramai adalah milis ApaKabar, sebuah tempat berkumpulnya banyak aktivis yang kritis terhadap pemerintah. Selain itu, situs yang sering kami akses adalah Tempo Interaktif, sebuah metamorfosa dari majalah Tempo yang dibredel oleh Soeharto.

Ketika tengah membaca-baca situs Tempo Interaktif, aku merasa bahwa informasi yang lebih apa adanya ini perlu disebarkan kepada banyak orang. Bukan hanya dinikmati mereka yang punya akses internet, yang jumlahnya masih sangat sedikit pada waktu itu. Akhirnya, tercetus sebuah ide di kepala ini. Aku kemudian menjelaskan ide itu kepada teman-teman yang lain serta teman yang mempunyai sumber daya yang dibutuhkan untuk merealisasikan ide tersebut.

Apa idenya? Simpel. Informasi di situs Tempo Interaktif itu di tata ulang, cetak dan dijual ke kampus-kampus. Akhirnya, aku bersama Gunardi berbagi tugas untuk menangani Tempo Interaktif versi cetak itu. Edisi perdana mulai kami garap. Begtu edisi terbaru Tempo Interaktif diluncurkan, biasanya sabtu malam, aku langsung mengunduh, layout dan print. Lumayan lama, biasanya aku baru bisa menyelesaikan jam 3 – 4 pagi atau sekitar 6 – 7 jam.

Hasil print Tempo Interaktif itu aku tata dan masukkan amplop. Aku tidur hehe. Langkah selanjutnya ditangani Gunardi, membuat plat, membeli kertas dan memasukkan ke percetakan. Jadi semua proses sebisa mungkin kami tangani sendiri untuk menekan ongkos produksi.

Tempo Interaktif versi cetak ini biasanya selesai senin sore. Gunardi bertugas mengambil dari percetakan dan membawahnya ke markas kami. Aku dan teman-teman lain yang sudah berkumpul kemudian menjilid secara manual. Iya, diset satu-satu kemudian distaples. Proses penjilidan ini selesai sekitar jam 10 malam. Jadi, Tempo Interaktif versi cetak itu seperti makalah yang dicetak 1 warna (beragam warnanya) dan dijilid dengan staples gitu.

Gunardi kemudian membagi jatah pada mahasiswa loper yang akan menjual di kampus yang menjadi daerah penjualannya. Aku biasanya berjualan di kampus-kampus yang belum ada mahasiswa lopernya.

Tempo Interaktif yang dijual dengan harga Rp. 1.000 ini disambut antusias oleh warga kampus. Tidak tanggung-tanggung, edisi perdanya terjual sampai 1500 eksemplar. Sebuah tanda betapa hausnya masyarakat kampus terhadap informasi yang jernih dan bebas kooptasi penguasa.

Apa dampaknya? Internet membuat demokrasi menjadi XLangkah lebih maju yang ditandai persebaran informasi secara luas baik dalam bentuk milis dan situs, maupun dalam bentuk cetak. Tak jarang, kami melampirkan siaran pers, semisal tentang kasus penggusuran petani, dalam bundel Tempo Interaktif versi cetak itu.

Mahasiswa aktivis yang menjadi loper tidak sekedar berjualan Tempo Interaktif. Mereka justru menjadikan Tempo Interaktif ini sebagai awal obrolan tentang nasib negeri ini kepada banyak kalangan. Sebelumnya obrolan semacam itu terjadi saat momen tertentu, tapi aktivitas menjual Tempo Interaktif itu membuat obrolan itu berlangsung rutin setiap minggu. Obrolan itu yang menjadi cikal bakal terbentuknya dan perluasan jejaring informasi ke berbagai kampus.

Internet juga membuat organisasi pro demokrasi jadi lebih mandiri. Keuntungan dari hasil penjualan Tempo Interaktif cukup memadai untuk operasional organisasi termasuk untuk melakukan perjalanan ke daerah kasus. Awalnya, printer pinjaman, akhir bisa beli printer sendiri. Awalnya, satu line untuk telepon dan internet, akhirnya bisa punya 2 line yang terpisah.

Apa dampaknya bagiku? Enaknya, aku bisa dapat uang saku, baik dari melayout maupun dari berjualan Tempo Interaktif. Loper mendapatkan 200 rupiah untuk setiap eksemplar yang terjual. Rata-rata aku bisa menjual 100 eksemplar. Jadi tiap minggunya bisa dapat tambahan uang saku 20 ribu rupiah. Tidak terlalu besar memang, tapi kalau dibandingkan uang saku bulananku sebesar Rp. 100 ribu, maka hasil dari loper itu lumayan besar. Tidak heran selalu saja ada mahasiswa yang tertarik menjadi loper Tempo Interaktif versi cetak ini.

Apa dampak gak enaknya? Aku tiap malam minggu harus duduk di depan komputer sampai pagi. Jadi bayangkan, apapun yang terjadi, selambat-lambatnya jam 10 malam aku harus sudah berada di markas dan duduk manis di depan komputer. Untunglah, pacarku pada saat itu pengertian. *uhuk

Penjualan Tempo Interaktif versi cetak ini kami ceritakan pada redaksi, sehingga aktivitas kami ini dimuat dalam Surat dari Redaksi Tempo Interaktif.

Di kampus-kampus, terutama di Jawa Timur, TEMPO Interaktif juga cukup dikenal. Sebabnya, rupanya sekelompok mahasiswa di Surabaya men-downloadseluruh artikel di web site ini setiap minggu, me-layout ulang, dan kemudian mencetaknya. Kabarnya, setiap minggu beredar sekitar 1000 eksemplar “TEMPO Interaktif cetak” itu di Surabaya, Malang, dan beberapa kota lain. Satu eksemplar dijual dengan harga Rp 1000. Kami dengar, di Bandung, Yogya, dan juga Jakarta, ada juga kelompok-kelompok yang mengedarkan edisi “cetak” tadi. (Surat dari Redaksi, Edisi 01/02 – 08/Mar/1997)

Kami lega karena kiprah kami juga mendapat dukungan dari pihak Tempo Interaktif. Mungkin karena kesamaan misi, penyebaran informasi yang jernih dan obyektif pada masyarakat. Kiprah kami ini berakhir ketika majalah Tempo terbit kembali pasca reformasi.

Internet juga memudahkan kalangan pro demokrasi untuk berkomunikasi. Kami waktu itu memantau perkembangan Kudatuli, bukan dari media massa yang dikooptasi penguasa, tapi dari kesaksian langsung pelaku yang disebarkan melalui internet. Komunikasi melalui internet ini pula yang menjadi tulang punggung komunikasi gerakan reformasi 1998.

Demikianlah dampak internet yang membuat demokratisasi informasi XLangkah lebih maju. Demokrasi tanpa kebebasan akses informasi itu ibarat membeli kucing dalam karung. Internet memungkinkan informasi bisa dinikmati oleh masyarakat luas. Masyarakat punya akses informasi dan menyebarluaskan informasi mereka.

Internet Membuat Riset XLangkah Lebih Maju

Pasca reformasi, aku kembali pada kenyataan, menyelesaikan kuliah hehe. Tanggungan yang lama tertunda harus segera dituntaskan, skripsi. Kembali menggalau. Untunglah, kehadiran internet membantuku mengatasi kegalauan.

Begini ceritanya. Dalam pikiranku waktu itu, skripsi adalah biaya. Dari mana aku mendapatkan biaya skripsi? Padahal tidak mungkin minta tambahan uang saku dari orang tua, selain sudah terlalu banyak meminta, waktu itu adikku mulai kuliah juga. Aku harus mencari akal untuk mensiasati persoalan biaya itu. Pucuk dicita, ulam tiba. Ada seorang dosen yang mensosialisasikan tentang Lomba Karya Inovatif Produktif (LKIP) yang diadakan oleh Dikti.

Biar menang LKIP tentu aku harus punya ide inovatif. Aku ngobrol dengan teman cangkruk, kamerad Iwan. Ngobrol panjang lebar akhirnya tercetus ide untuk menggunakan Rep Grid dalam dunia entrepeneur. Mengapa Rep Grid? Selain mudah dan simpel, penggunaan alat ini belum ada atau masih langka di Indonesia. Mulailah mengakses internet untuk mempelajari Rep Grid dan mulailah menyusun proposal.

Singkat cerita, proposalku diterima menjadi salah satu proposal yang dibiayai risetnya oleh Dikti. Alhamdulillah….. Aku bersama tim tinggal di Tanggulangin, sentra tas dan koper, selama 3 bulan. Dana itu memungkinkan aku membiayai kos di daerah riset, selain juga memenuhi kebutuhan riset lainnya.

Meski ada dosen pembimbing, pembimbing riset ini sesungguhnya adalah mbah Google. Mengapa? Aku sudah mencari informasi kesana kemari ternyata tidak ada dosen/praktisi psikologi yang menggunakan Rep Grid. Selain itu, risetku ini adalah riset kualitatif yang pada waktu itu masih belum banyak ditemukan di ranah psikologi Indonesia. Akhirnya, semua bergantung pada literatur yang kutemukan melalui Google.

Temuan-temuan melalui Google, akhirnya aku sadar bahwa ilmu ternyata tidak netral. Rep Grid banyak dikembangkan di Inggris dan negara persemakmuran. Sementara, psikologi Indonesia lebih banyak dipengaruhi oleh aliran yang berkembang di Amerika Serikat. Pantas saja tidak ada orang psikologi Indonesia yang mengetahui tentang Rep Grid.

Analisis riset ini adalah bagian yang paling berat. Sama sekali menggantungkan diri pada diri sendiri. Tidak jarang aku merasa mual ketika mengerjakan analisis riset ini. Bener-bener mual mau muntah gitu. Tapi bagaimana lagi, aku sudah punya komitmen sehingga akhirnya selesai juga laporan risetnya.

Datanglah waktunya PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional), waktunya aku mempresentasikan hasil riset ini di depan dewan juri. Dalam persiapannya, aku banyak terbantu oleh Tim Unair yang banyak memberi masukan dan kritikan. Aku jadi lebih siap presentasi hasil riset ini di forum nasional tersebut. Alhamdulillah, risetku menjadi juara 2 Lomba Karya Inovatif Produktif. Aku pun mendapat hadiah uang yang aku gunakan melanjutkan riset untuk skripsi.

Juara 2 LKIP berdampak ganda, meningkatkan kredibilitasku di depan dewan penguji skripsi sekaligus menjadi beban sebagai juara. Tapi ujian skripsi berhasil aku tuntaskan dan Alhamdulillah menjadi sarjana.

Riset ini memberi pelajaran, internet membuat risetku menjadi XLangkah Lebih Maju. Ketika tesis pun, aku memilih menggunakan Appreciative Inquiry, sebuah pendekatan perubahan positif yang masih sangat baru. Internet menyediakan sumber literatur sekaligus juga memungkinkan kita berkomunikasi dengan para ahli yang menguasai topik yang kita pelajari.

Selain itu, internet memungkinkan kita mensosialisasikan metode, pendekatan dan hasil riset kita pada masyarakat luas. Setelah tesis, aku banyak menulis dan menyebar luaskan Appreciative Inquiry melalui internet. Mengapa aku menyebarkannya? Aku yakin pendekatan ini bisa menjadi alternati dalam memajukan bangsa Indonesia. Aku bahkan menulis sebuah buku-e sederhana, bila berminat silahkan unduh di sini.

Internet menjadi media pembelajaran, pembimbingan dan penyebarluasan riset ke seluruh dunia. Internet membuat dunia riset menjadi XLangkah Lebih Maju.

Internet Membuat Cinta XLangkah Lebih Maju

Ada orang bilang, bila kita tidak mempunyai teman dekat ketika sekolah atau kuliah maka kemungkinan besar kita akan mengalami kesulitan dalam menemukan jodoh. Mengapa? Kenyataannya, orang jatuh cinta dengan orang-orang yang pernah ditemuinya. Jadi, sejauh apapun terbang, bangau itu kembali ke sarangnya. Kuliah di negeri orang, jodoh tetap di negeri sendiri. Sampai menyelesaikan S2 pun, seringkali jodohnya adalah teman SD.

Nah ini persoalan bagiku. Aku kerapkali berpindah-pindah tempat tinggal karena mengikuti tugas bapak. Bayangkan, aku punya 2 TK, 2 SD, 2 SMP, dan 2 SMU, yang itu pun kebanyakan di pelosok Papua yang sulit transportasinya.  Bayangkan, gimana aku bisa pedekate? *wajahsedih* Apakah aku harus menjelajahi hutan? Atau mengarungi lautan? *lebay

Nah internet memberi solusi. Mengapa? Kita bisa bertemu dengan banyak teman, lama maupun baru, di internet. Teman SD yang telah lama menghilang akhirnya berjumpa lagi di MIRC *eh di Friendster *eh di Facebook.  Kita pun bisa bertemu dengan banyak teman baru yang menarik dan seide. Nah beberapa di antaranya berujung pada kencan online.

Tidak aku pungkiri, perkenalan dengan internet membuatku mengeksplorasi berbagai manfaatnya, termasuk kencan online. Duluuuuuuu, sempat bertemu dan kencan dengan perempuan yang berjumpa di dunia online. Ada sensasi yang berbeda dibandingkan kencan dengan orang yang kita kenal di dunia offline.

Intinya, internet membuat perjalanan cinta kita bisa XLangkah Lebih Maju. Kita bisa mengenal lebih banyak orang dari berbagai bidang. Lebih banyak pilihan. Meski tetap perlu waspada, karena ada banyak Dusta Online bertebaran.

Internet Membuat Personal Brand XLangkah Lebih Maju

Internet ternyata mengalami tahapan perkembangan juga. Awal kelahiran, sumber isi (content) di Internet hanya terbatas pada pemerintah atau perusahaan. Perkembangannya kemudian lahir web 2.0 atau media sosial, yang memungkinkan setiap orang menjadi sumber isi (content). Akibatnya, setiap orang bisa mempunyai media sendiri untuk mengekspresikan diri dan potensinya. Orang tidak lagi tergantung pada media konvensional.

Peluang dari media sosial ini yang mendorong lahirnya konsep personal brand. Individu bisa menciptakan brandnya sendiri, yang melekat dengan dirinya. Apa manfaatnya? Dengan membangun personal brand, dunia bisa mengenal diri, kemampuan dan karya kita.

Aku sendiri sudah aktif ngeblog sejak 4 tahun yang lalu. Awalnya, hanya sekedar menulis atau buat katarsis. Tapi sejak tahun ini, aku menggarap lebih serius blog Bukik.com ini. Selain ngeblog, aku juga aktif di twitter @bukik yang membuatku berkenalan dan ngobrol online dengan banyak orang.

Memang tidak bisa instan, tapi aku sudah merasakan manfaat dari personal brand tersebut. Berkat membangun personal brand, aku di undang menjadi pembicara atau fasilitator di berbagai tempat, semisal di Cerita Itu Ibarat LemSharing The Dancing Leader di @Nutrifood atau lengkapnya bisa dilihat di Rekam Jejak.

Jalan membangun personal brand adalah jalan panjang yang berkelok. Tidak bisa instan tapi kita bisa mengerjakannya sambil bekerja. Bagiku, setiap posting adalah investasi bagi personal brand. Aku tidak punya uang, tidak bisa investasi modal. Tapi aku punya ide yang bisa kutuliskan sebagai sebuah investasi. Sedikit demi sedikit tulisan itu akan menjadi karya yang membanggakan, selama kita tekun menulis. Tidak harus langsung banyak. Satu minggu 1 tulisan, 1 tahun sudah 52 tulisan.

Internet memungkinkan kita XLangkah Lebih Maju dalam membangun karir. Kita bisa optimalkan internet untuk membangun personal brand kita. Setiap ide atau potensi bisa disaksikan oleh banyak orang.

Penutup: Internet sebagai Media XLangkah Lebih Maju

Internet ibarat komedi putar. Kita bisa berkeliling dunia dengan tetap berada di satu tempat. Kita bisa menjelajahi dunia yang berbeda, berkenalan dengan orang baru, mendapatkan informasi dan pandangan baru. Ayo berkendara dan nikmati internet untuk kehidupan lebih baik.

Internet bukan sekedar alat. Internet bukan sekedar teknologi. Internet adalah media baru. Internet adalah dunia baru. Internet membuat lebih banyak orang untuk memberdayakan diri dalam berbagai bidang kehidupan. Internet menjadi media bagi siapapun untuk XLangkah Lebih Maju.

Bagaimana Internet berdampak pada kehidupanmu? 

Klik untuk Langganan Bukik.com via Email

Catatan :

Incoming search terms:

Tags: , , , , , , ,

48 Comments

  1. Posted November 16, 2011 at 4:17 pm | Permalink

    Saya sangat terhibur dengan postingan yang ini pak. Saya mau coba ikutan juga lombanya..

    • Posted November 16, 2011 at 10:01 pm | Permalink

      Hahahaha terhibur oleh curcolan…

  2. Posted November 16, 2011 at 9:10 pm | Permalink

    wih, seo nya mantep nih om ;)

  3. Posted November 16, 2011 at 9:40 pm | Permalink

    Wah Pak Bukik… salut banget… ceritanya bagus dan menginspirasi…
    Saya kagum dengan Pak Bukik… Tapi seriusan itu pak sekolah di Papua?
    Pak Bukik asal Papua?
    Jika dari Papua wah 2 jempol deh buat Pak Bukik….
    Btw kenapa pake XLangkah ya? ada apa dengan XL ? hehe

    • Posted November 16, 2011 at 10:02 pm | Permalink

      Aku besar di Papua, 12 tahun
      Di akhir posting sudah kuberi catatan, kalau posting ini aku ikutan lomba

  4. Posted November 17, 2011 at 3:58 am | Permalink

    kalau saya dewan juri, tulisan ini akan saya menangkan. :D

  5. Posted November 17, 2011 at 8:07 am | Permalink

    cuma ngasihtau Pak, di paragraf keenam, kata terakhir, “Seoharto” mungkin maksudnya “Soeharto” yak? :)

    • Posted November 17, 2011 at 5:28 pm | Permalink

      Hehe terima kasih. Jeli sekali
      Sudah aku revisi

  6. Posted November 17, 2011 at 8:22 am | Permalink

    Wiih.. nulis pjg2 gak terkirim >_<

    • Posted November 17, 2011 at 5:32 pm | Permalink

      Eh nulis apaan? Gak masuk spam juga tuh…..

  7. Posted November 17, 2011 at 9:47 am | Permalink

    hemmmm…
    selamat pak kemaren menang di blogger nusantara
    sepertinya ini bakalan menang lagi :D

  8. Posted November 17, 2011 at 2:18 pm | Permalink

    dampak internet memang luarrr biasa:) selamat pak ! :)

  9. Posted November 17, 2011 at 10:52 pm | Permalink

    Wah, makin banyak yang ikutan kontes. Saya jadi berfikir mundur,… Juara :D

  10. Posted November 18, 2011 at 12:02 am | Permalink

    kalo jadi dapet ipad 2, galaxy tab hadiah lomba kemarin buat aku aja ya :D

  11. Posted November 18, 2011 at 10:17 am | Permalink

    dan Mengikuti setiap perkembangan teknologi dengan bijak akan benar benar membuat kita XLangkah lebih maju

    Meskipun harus duduk di akhir pekan di depan komputer tapi demi kemajuan itu sudah menjadi awal untuk XLangkah lebih maju

  12. Posted November 18, 2011 at 11:33 am | Permalink

    Kalo menang… makan makannn :)))

  13. Posted November 19, 2011 at 1:07 am | Permalink

    dusta online??? dapet lagi istilah baru, terimakasih kakak :) Xlamat

  14. Posted November 19, 2011 at 10:19 am | Permalink

    semoga sukses semi seonya gan.

  15. Posted November 19, 2011 at 3:01 pm | Permalink

    Coba saya jurinya. Hehehe….

    Senang membaca tulisan ini, Mas. Apik!

  16. boeloek
    Posted November 20, 2011 at 3:42 pm | Permalink

    Menarik. Meski bukan dunia nyata, tapi mampu ‘menguras’ energi psikis kita (aqli n nurani). Karenanya dibutuhkan keseimbangan dua Hal tsb dlm menghadapinya. Selamat yg telah memulai, Dan semangat buat yg ‘sedang’ memasukinya….*TQ*

  17. Posted November 20, 2011 at 9:12 pm | Permalink

    Tulisanya apik :-) walau niatnya buat ikut Kontes tapi rasanya kalo penulis blog master benar-bernar berbobot. ijin copas ya buat di baca di rumah (gk bakal di copas di blog ko :-D) hee

  18. Posted November 21, 2011 at 8:09 am | Permalink

    Internet membuatku yang Gaptek ini merasa bisa Xlangkah Lebih Maju jg :)

  19. Posted November 23, 2011 at 2:02 pm | Permalink

    internet memang membuka corong demokrasi lebih luas, membincangkan keterbukaan dan keterlibatan. tapi di indonesia internet masih sebagai media brand saja. tidak lebih. semoga sukses mas dengan kontesnya. ternyata posting saya kurang panjang ya setelah baca di sini.

  20. Posted November 24, 2011 at 2:32 am | Permalink

    benar2 cerita yang menarik buat disimak

    Bersama XL Xlangkah Lebih Maju

  21. Posted November 24, 2011 at 8:25 am | Permalink

    emang komedi putar bisa menjelajahi dunia yang berbeda dan berkenalan dengan orang baru? :D

    • Posted December 4, 2011 at 8:45 pm | Permalink

      Bisa melihat berbagai sisi pemandangan/dunia tanpa harus kemana2

  22. Posted November 25, 2011 at 12:56 pm | Permalink

    Jadi tambah termotivasi nih setelah membaca artikel ini. semangat semangat….

  23. Posted November 25, 2011 at 5:53 pm | Permalink

    XL Memang Xlangkah lebih Maju

    Intip Juga ya

  24. Posted November 25, 2011 at 6:09 pm | Permalink

    intipppp

  25. Posted December 1, 2011 at 10:09 am | Permalink

    salam kenal buat pak dosen, suami saya sering bercerita tentang bapak.

    ngomong tentang internet, saya juga dipertemukan dengan suami melalui perantara internet lho hehe..

    • Posted December 4, 2011 at 8:45 pm | Permalink

      Ahahay…salam kenal….. *salaman

  26. Posted December 5, 2011 at 12:03 am | Permalink

    *manggut-manggut*
    Super sekali tulisan ini..
    Semoga menang, pak. :)

  27. Posted December 5, 2011 at 7:01 pm | Permalink

    Internet mempertemukan saya dengan dosen super keren ini, makasih internet

  28. Posted December 14, 2011 at 7:30 pm | Permalink

    Selamat gan.. dapet Blackberry Torch nya… :)
    http://xl.co.id/InfoXL/PemenangMenulisBlogXL

    Sukses ya… terus semangat…

  29. Posted December 14, 2011 at 8:13 pm | Permalink

    selamat gan . :-)

  30. Posted December 15, 2011 at 9:34 am | Permalink

    selamat ya pak bukik blog ini menjadi juara 2 :)

  31. Posted December 15, 2011 at 10:42 am | Permalink

    wah selamat ya mas……
    realy nice posting… :)

  32. Posted December 15, 2011 at 11:36 am | Permalink

    Selamat ya atas kemenangannya

  33. Posted December 15, 2011 at 5:02 pm | Permalink

    Oh iya, sekali lagi

    Salam kenal ya,..

    Maaf lupa kenalan tadi. *songong banget saya ya..hehehehe*

    *ulurkan tangan dengan sepiring Lumpia Semarang*

  34. Posted December 16, 2011 at 2:10 am | Permalink

    selamat yaa telah terpilih sebagai pemenang…
    numpang share nih.. klo ada yg nyari jaket model jepang, yuk mampir ke sini http://www.j-fleece.com/fleecious/SammyRockz

  35. Posted December 16, 2011 at 5:23 am | Permalink

    wah selamat yah jadi juara 2 ^^

  36. Posted January 15, 2012 at 9:11 am | Permalink

    Selamat pak, udah jadi salah satu pemenang lomba

  37. Posted January 15, 2012 at 9:34 am | Permalink

    Oh ini ya tulisannya yang menang, selamat ya pak

  38. freeman84
    Posted February 18, 2012 at 5:31 pm | Permalink

    mantep pak, sangat mencerahkan (pdahal lge ujan)
    izin polow.. n salam kenal :)

15 Trackbacks

  1. [...] menularkan pengetahuan dan kreativitasnya. Bahkan bisa dikatakan, ia benar-benar mengoptimalkan manfaat internet dari banyak dimensinya.  Indonesia patut berbangga mempunyai seorang perempuan yang kreatif, aktif [...]

  2. By 10 Pembunuh Kreativitas | bukik ideas on November 24, 2011 at 9:17 pm

    [...] kita. Andai aku mengikuti yang praktis, mungkin aku tidak pernah belajar dan mendapatkan manfaat internet. Bagaimana caranya agar tidak berpikir praktis? Cobalah berpikir dengan menggunakan pengandaian [...]

  3. By 17 Tipe Posting Blog | bukik ideas on November 24, 2011 at 11:54 pm

    [...] Posting tentang kejadian yang kita alami dalam kehidupan sehari-hari. Posting yang cenderung berbicara tentang diri sendiri, mirip catatan harian/diary. Relatif mudah membuatnya tapi tingkat penyebarannya juga relatif rendah. Contoh: Jalan-jalan malam di Kota Surabaya atau Dampak Internet : Demokrasi, Riset, Cinta dan Personal Brand [...]

  4. [...] Dampak Internet : Demokrasi, Riset, Cinta dan Personal Brand [...]

  5. [...] Membuat Demokrasi XLangkah Lebih Maju Aku bergabung di Forum Komunikasi Mahasiswa Surabaya (FKMS) sejak 1994. Panjang ceritanya, aku [...]

  6. [...] Internet Membuat Demokrasi XLangkah Lebih Maju [...]

  7. By Dapatkan hadiah Iphone 4S Gratis « Kumpulan on December 7, 2011 at 8:23 pm

    [...] Lomba Blog dan Twit andai saya menjadi anggota DPD RI. Rupanya, DPD telah melirik manfaat internet dalam kehidupan politik. Adanya lomba ini membuat DPD menjadi bahan percakapan di ranah daring [...]

  8. [...] akhirnya, internet telah melahirkan linimasa twitter sebagai sebuah panggung permainan yang menampilkan berbagai [...]

  9. [...] inilah situasinya. Di masa pra-Internet kedaulatan atas kebebasan jasmani kita atau ketiadaannya, hampir semuanya dikendalikan oleh negara. [...]

  10. [...] Ohanian dari Reddit menceritakan fabel nyata dari seekor ikan paus bungkuk yang menjadi bintang di dunia maya. Pelajaran dari Mister Splashy Pants pastinya akan menjadi cerita klasik untuk para pembuat meme [...]

  11. [...] keterikatan, makna, berbeda dari ketrampilan untuk mengurangi penderitaan. Dan yang paralel dengan teknologi, hiburan, dan desain, saya percaya. Adalah mungkin bagi tiga pemicu dunia kita tersebut untuk meningkatkan kebahagiaan, [...]

  12. By Pemenang Lomba Blog XLangkah Lebih Maju — Deteksi on December 15, 2011 at 9:28 am

    [...] Pemenang ke-2 dan ke-3 ditempati oleh Bukik dan Fahri, masing-masing mendapatkan 1 unit Blackberry Torch. http://notinformation.com/internet-jembatan-yang-membuat-%E2%80%9Cxlangkah-lebih-maju%E2%80%9D.html [...]

  13. [...] addthis_config = {"data_track_clickback":true};Oleh:  Budi Setiawan Hidupnya dilukiskan sebagai kado sekotak coklat, kado yang membahagiakan orang lain yang menerimanya. Apakah kamu menerimanya? Aku ketemu pertama [...]

  14. By Dampak internet terhadap kehidupan « jamaliahdotme on February 9, 2012 at 10:31 pm

    [...] Internet Membuat Demokrasi XLangkah Lebih Maju [...]

  15. By posting blog te… « daritirta on April 6, 2012 at 3:12 pm

    [...] Posting tentang kejadian yang kita alami dalam kehidupan sehari-hari. Posting yang cenderung berbicara tentang diri sendiri, mirip catatan harian/diary. Relatif mudah membuatnya tapi tingkat penyebarannya juga relatif rendah. Contoh: Jalan-jalan malam di Kota Surabaya atau Dampak Internet : Demokrasi, Riset, Cinta dan Personal Brand [...]

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

Blog Bukik - Karir, Teknologi dan Organisasi