Skip to content

Posts from the ‘Percikan Ide’ Category

Belajar Appreciative Inquiry bersama KPK

Beberapa tahun yang lalu hanya sebuah mimpi. Saat ini menjadi kenyataan. Belajar Appreciative Inquiry bersama KPK  Read more

Teknologi dan Pendidikan, Kisah dari SD Kupu-kupu

Teknologi dalam pendidikan adalah sebuah keniscayaan. Kemanapun akan menghindar, penggunaan teknologi akan berpengaruh pada pendidikan. Pilihannya, apakah kita akan lari sia-sia atau mengelola penggunaan teknologi dalam pendidikan?  Read more

Bukik Bertanya: @Byotenega, Seekor Kuda Pelayan

Ibarat seekor kuda, sosok yang satu ini ingin menjadi pelayan yang membawa ke tempat manapun yang Tuannya kehendaki. Menarik? Simak ceritanya  Read more

Personal Brand: Mengapa Misi Lebih Bermanfaat daripada Visi?

Orang lebih banyak membicarakan visi dibandingkan misi. Padahal misi lebih bermanfaat daripada visi. Mengapa?

Read more

Mengapa saya membolehkan anak saya ngeblog?

Banyak yang membayangkan internet itu berbahaya buat anak. Tapi saya membolehkan anak saya ngeblog. Mengapa?  Read more

Mengapa menghindari 4 istilah ini dalam perkenalan diri?

Wajar bila kita melukiskan diri sebagai orang yang unggul. Tapi berlebihan melukiskan keunggulan diri justru membosankan. Apa kata-kata yang perlu dihindari? Read more

Mengapa Jakarta Banjir atau Mengapa Jakarta Tidak Berubah?

Jakarta banjir lagi. Air dimana-mana. Ada yang membantu. Ada yang menganalisis. Ada yang memberi rekomendasi. Saya bertanya-tanya…  Read more

Personal Rebranding: Mengapa Sekali Salah Selalu Dianggap Salah?

Kalau sudah mendapat “cap” negatif, sekali salah selalu dianggap salah. Mengapa demikian? Bagaimana cara mengubahnya?  Read more

Mengapa atasan sulit mengucapkan terima kasih pada bawahan?

Survey employee engagement & job satisfaction menemukan kesimpulan yang sama: banyak atasan sulit mengucapkan terima kasih pada bawahannya. Mengapa? Read more

Mengapa Buku Guru yang Tak Pernah Pergi itu Menarik?

Media sosial memang memudahkan kolaborasi antar orang. Kolaborasi kali ini menghasilkan sebuah buku berjudul Guru yang Tak Pernah Pergi: Inspirasi Pak Ino.  Read more

%d bloggers like this: