Apakah Ini Ciri Manajer Favorit Kamu?

Punya manajer yang buruk, bikin kamu tidak betah bekerja. Punya manajer yang baik, bikin kamu jadi nyaman bekerja. Apa ciri manajer favorit yang bikin kamu nyaman bekerja? Continue reading Apakah Ini Ciri Manajer Favorit Kamu?

Incoming search terms:

Mengapa Atasan Sulit Mengucapkan Terima Kasih pada Bawahan?

Survey employee engagement & job satisfaction menemukan kesimpulan yang sama: banyak atasan sulit mengucapkan terima kasih pada bawahannya. Mengapa? Continue reading Mengapa Atasan Sulit Mengucapkan Terima Kasih pada Bawahan?

Incoming search terms:

Manajer atau Leader?

Setelah saya meluncurkan seri The Dancing Leader dan Manajer Apresiatif, ada yang bertanya “apa sih bedanya leader dengan manajer?” “Kalau di tempat saya, semuanya itu manajer, terus siapa yang jadi leader?”  Continue reading Manajer atau Leader?

Incoming search terms:

Menjadi Manajer Apresiatif

Bayangkan, bagaimana kalau bawahan kita atau mantan bawahan kita memberi komentar tentang kita dengan kata-kata, “Beliau adalah atasan paling hebat yang pernah saya miliki”. Kira-kira apa yang membuat bawahan akan memberi komentar seperti itu?  Continue reading Menjadi Manajer Apresiatif

Employee Engagament, Bukan Cuma Puas di Dolly

Terima kasih buat semua pengunjung. Posting ini menjadi cikal bakal paper kami yang meraih SInggih Dirga Gunarsa Award 2010, sebuah penghargaan prestise di bidang psikologi. Continue reading Employee Engagament, Bukan Cuma Puas di Dolly

Incoming search terms:

Psikologi Kalajengking

Seekor Kalajengking ingin melintasi sebuah sungai, akan tetapi si Kalajengking tentu saja tidak bisa berenang. Setelah berjalan kesana kemari, lalu akhirnya ia bertemu dengan seekor Katak.

Continue reading Psikologi Kalajengking

Incoming search terms:

Apa itu Kecerdasan Apresiatif?

Baru-baru ini apa yang telah dirangkum oleh Tojo Thatchenkery dan Carol Metzker dalam bukunya ternyata sanggup memberikan kesegaran atau warna baru mengenai konstruk kecerdasan. Kedua orang tersebut membawa kepada sebuah penemuan kontruk baru mengenai kecerdasan apresiatif. Kecerdasan apresiatif merupakan kemampuan untuk merasakan adanya potensi-potensi positif pada sesuatu hal, dimana pencarian potensi positif tersebut ditekankan pada kehadiran waktu saat ini –present (Thatchenkery, Metzker, 2006 : 5).

Secara sederhana dapat dikatakan, kecerdasan apresiatif merupakan kemampuan untuk melihat Pohon Ek yang besar melalui buahnya. Dengan kata lain kecerdasan apresiatif adalah kapasitas kemampuan untuk melihat hal yang lebih besar atau lebih hebat dimana bisa terjadi di masa depan melalui apa yang dimiliki dan ditampakkan di saat ini. Terkadang ada kalanya potensi-potensi yang hebat tersebut menjadi tersembunyi atau tertutup sesuatu yang melapisinya, sehingga perlu dilakukan sebuah pencarian secara cermat dan berhati-hati dalam berbagai situasi yang melingkupi.

Ilustrasi tentang kecerdasan apresiatif silahkan klik disini

Kecerdasan apresiatif merupakan sebuah konstruk baru. Berbeda dengan sebuah konsep, dimana menunjukkan sebuah abstraksi yang terbentuk dari generalisasi dari fakta-fakta yang ada, konstruk merupakan sebuah konsep yang telah dengan sengaja dan secara sadar dibuat atau disesuaikan dengan dengan tujuan ilmiah yang spesifik. Konstruk baru kecerdasan apresiatif akan membantu di dalam menjelaskan pemikiran-pemikiran yang ada di balik terciptanya sebuah kesuksesan. Di balik kesuksesan para pemimpin utama, penemu, dan inovator, sebenarnya keunggulan yang berhasil mereka ciptakan diawali dari cara mereka mempersepsi produk, tempat, orang-orang, peristiwa, dan situasi di sekitar mereka. Kecerdasan apresiatif mencakup kapasitas untuk mengapresiasikan manusia, untuk melihat dan menampakkan nilai-nilai tersembunyi dari sesuatu, dan untuk melihat stereotip-sterotip masa lalu. Para pemimpin tersebut melihat akhir positif dari sesuatu dimana ketika orang lain tidak dapat menyadari potensi-potensi itu sebelumnya (Thatchenkery, Metzker, 2006 : 11).
Continue reading Apa itu Kecerdasan Apresiatif?

Incoming search terms: