search

Bukik Bertanya: Kunci Imajinasi Deni Rodendo

Nama kerennya, Deni Rodendo. Seorang yang melukiskan diri sebagai kunci imajinasi. Simbol yang pas bila kita menyimak karya-karyanya yang kreatif. Apa itu? Simak…

Aku pernah menulis posting “Asset Based Community Development” yang menampilkan sebuah video super keren. Dengan menyaksikan video itu, orang bisa memahami inti Appreciative Inquiry, sesuatu yang biasanya harus aku jelaskan berjam-jam. Aku tahu video itu dari Mas Dani @Moenggoro di blognya dan dari beliau juga aku mendengar nama pembuatnya, Deni. Video itu sendiri merupakan sebuah perluasan dari metode yang disebut Graphic Recorder.

Beberapa waktu kemudian, aku mengetahui video-video keren @Komuniaksi dari linimasa twitter @AyuSoegianto. Salah satu yang aku suka berjudul “Kerennya Pribadi Bangsaku – Pancasila sebagai Manual Bangsa”. Menyimak video ini aku jadi ingat dengan video sebelumnya, tapi tidak tahu apa hubungannya. Sampai kemudian aku kopdar dengan @AyuSoegianto, eh keluar lagi satu nama: Deni.

Tapi waktu itu aku masih belum terbersit untuk mewawancarai Deni. Sampai kemudian, Deni mengirimkan email di milis alumni Vibrant tentang peluncuran web Graphic Recorder Indonesia. Langsung saja kusamber email itu. Langsung menodong Deni buat wawancara Bukik Bertanya. Aku penasaran banget bagaimana kisah hidupnya.

Aku sudah lama melakukan wawancara ini. Tapi karena akhir dan awal tahun ini begitu padat, aku masih belum sempat menuliskannya. Lah kok di awal tahun, aku dan Deni terlibat dalam sebuah proyek yang menantang kreativitas. Meski sudah ketemu di sebuah workshop dari serangkaian aktivitas, tapi aku belum sempat ngobrol panjang lebar karena acaranya yang padat sekali. Ngobrol sih belum tapi sudah foto bareng dong hehehe

Ingin tahu sosok dibalik video-video keren itu? Simak kisah hidup Deni ini……..

Tentang Identitas Diri

Saya dilahirkan di sebuah kampung di Cianjur daerah selatan, Jawa Barat, namanya Desa Pagelaran, sekitar 3 jam jaraknya ke pasisir pantai selatan Jawa Barat. Orang tua memberi nama awal Deni Gandara Nugraha, entah gimana ceritanya konon ibu saya sewaktu mengandung menyaksikan seorang pelukis cilik bernama Dadan Gandara (kalau tidak salah) yang begitu memukau sehingga langsung ketika saya lahir diambillah kata Gandara itu, siapa tahu mungkin nanti bisa meniru kemampuan pelukis cilik tersebut.

Kenyataannya sejak balita selalu menghabiskan lipstik ibu saya untuk di corat-coret di lantai rumah, lalu dari SD sampai SMP selalu mendapat nilai bagus untuk pelajaran menggambar. Tapi pada usia SD saya sering sakit-sakitan, sehingga keyakinan orang tua bahwa saya “keberatan nama” maka digantilah nama tengahnya menjadi “Ganjar” . Darimanakah nama itu ? lucunya karena saat itu Bapak adalah pecinta bola, dan ada seorang pemain bernama Ganjar Nugraha yang beliau suka. Jadilah nama itu saya pakai hingga kini.

Nama Deni Rodendo itu dibuat waktu kuliah, saya bersama teman-teman di kampus membentuk kelompok musik The Panas Dalam, namun selain bernyanyi kita juga diminta untuk mengisi siaran radio di sebuah radio swasta di Bandung. Semua teman lain sudah memiliki nama-nama aneh, lalu saya menambahkan kata Rodendo di belakang nama Deni, teman-teman setuju, karena buat apa juga tidak setuju toh tidak merugikan mereka bukan ? jadi itu hanya nama panggung yang belum tentu komersil.

Tentang Kejadian yang Menggetarkan

Saya adalah anak ke 4 dari 5 bersaudara dan laki-laki satu-satunya, dan ini merupakan hasil dari rasa ke-penasaran-an Bapak saya untuk punya anak laki-laki. Akibatnya Bapak saya begitu berusaha menjaga agar saya benar-benar menjadi anak laki-laki. Meskipun saya dalam kondisi sakit pun Bapak saya justru menyuruh untuk tetap main di luar rumah, perang-perangan bersama anak-anak laki-laki lain.

Bapak sangat takut sekali kalau sampai saya lebih senang berkumpul di rumah bersama saudara-saudara perempuannya. Bahkan pernah Bapak saya membelikan oleh-oleh berupa golok, padahal umur saya masih kelas 3 SD. Mungkin kalau saat itu Bapak ketemu aktivis gender bisa diprotes habis, tapi yang paling disukai kalau sudah menantang main catur, itu bisa asyik berdua, atau menghabiskan waktu puasa dengan menyewa buku komik-komik silat karangan komikus-komikus beken seperti Djair, Man, R.A Kosasih, dll.

Sementara ibu begitu sebaliknya, sangat khawatir dan takut karena saya sangat rentan sakit. Main bola hujan-hujanan ga boleh, sekalinya dibolehkan lalu sakit maka dicerewetin habis. Sampai-sampai di sekolah dititipin ke gurunya agar saya tidak usah ikut pelajaran olahraga, nanti sakit. Kan aneh ya ? tapi mungkin saking sayangnya beliau.

Menginjak usia remaja, takut sekali saya bergaul dengan teman-teman berandalan. Keluar malam sudah pasti ditanya-tanyain. Sementara Bapak saya malah mewakilkan ronda malam pada saya saat saya masih SMP. Hebat sekali !

Nah yang hebatnya lagi sewaktu memilih sekolah SMA dengan sengaja Bapak saya menyuruh saya melanjutkan ke Bandung, berarti waktu tempuh perjalanan saja sekitar 5 jam, dan saya tinggal sendiri di sana. Bapak begitu yakin saya bisa.

Kedua orang tua sangat berjuang keras agar anak-anaknya mengenyam sekolah tinggi, berkorban jual macam-macam sudah pasti, dan tidak pernah menentukan pilihan bagi ke-5 anaknya. Sehingga ketika saya memilih jurusan Seni Rupa saat melanjutkan kuliah, beliau hanya mengatakan “ masa anak perempuan kuliah, anak laki-laki ngga! sudah, yang penting kuliah !” lagi-lagi hanya masalah kelaki-lakian.

Tentang Kejadian yang Mengubah Diri 

Pertama saat berhenti merokok dan mencukur rambut gondrong sewaktu masih kuliah di Seni Rupa. Saat itu saya berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa seni rupa adalah tentang berkarya, bukan bagaimana berpenampilan.

Kedua saat lulus kuliah dari jurusan desain interior, masa itu sangat sulit karena setelah krisis moneter banyak bisnis jasa desain interior gulung tikar. Dengan bekal ilmu interior yang pas-pasan merantau ke Jakarta rasa-rasanya sulit mendapat pekerjaan apalagi hasratnya lebih kuat untuk mengajar. Maka pilihan lain adalah bekerja freelance designer dan menerima pekerjaan apa saja, dari mulai artistik event, setting panggung, dekorasi, sampai ilustrasi sambil tetap bisa mengajar privat menggambar.

Pernah bekerja sebagai illustrator di sebuah advertising 6 bulanan, lalu di sebuah majalah sekitar 4 bulanan. Dari pengalaman bekerja itu ketemu berbagai karakter orang, belajar menangani order, dan yang lebih penting dipaksa menggambar dengan menggubakan komputer. Karena pada masa kuliah pun saya termasuk gerombolan mahasiswa yang anti digital, semua gambar bahkan termasuk gambar kerja dibuat secara manual.

Sejak terbiasa mengerjakan ilustrasi maka desain interior perlahan-lahan terlupakan. Tahun 2004 berkenalan dengan satu lembaga training yaitu Inspirit Innovation Circles, dan mereka membawa saya masuk ke dunia LSM.

Dunia LSM adalah dunia yang tidak terpikirkan sebelumnya. Dunia yang telah membukakan mata saya betapa Indonesia ini kaya akan segala macam sumber daya, namun juga kaya dengan masalah hampir di setiap sisi kehidupan. Dan saya melihat begitu banyak pejuang-pejuang kemanusiaan dengan berbagai cara berusaha memperbaiki, menjaga, membina, dan membangkitkan Indonesia tercinta ini, dari cara yang biasa saja hingga yang sangat kreatif.

Dari sini saya merasa bahwa ilmu kreatifitas yang diperoleh di bangku kuliah menjadi manfaat nyata buat masyarakat. Seringkali muncul pertanyaan apakah saya bisa berkontribusi untuk turut serta memperbaiki Indonesia ?

Tentang yang Dihargai

Apa yang saya hargai dari diri sendiri? Sikap tenang dan santai, yakin bahwa segala sesuatu itu akan ada awal dan akhirnya, dan yakin dengan kemampuan diri sendiri akan menemukan jalannya. Hal lain adalah lebih mengutamakan hubungan berjalan baik namun proporsional.

Saya menghargai keluarga yang sangat memahami dan mendukung pekerjaan yang saya jalankan, meski tidak terlalu mengerti apa yang sebenarnya sedang saya kerjakan karena menurut saya tidak terlalu penting untuk dijelaskan, nikmati saja hasil karyanya. Kalau tetap tidak mengerti ya tidak apa-apa.

Bagi saya, semua orang di dunia ini adalah sumber inspirasi, bahkan di setiap mereka ada pelajaran yang bisa diambil. Seandainya semua orang bisa bersepakat untuk saling mengeluarkan kemampuan terbaiknya dan bekerja sama dalam menjalani kehidupan maka dunia akan sangat cantik sekali. Lalu dimanakah orang-orang jahat ? mereka tetap ada, dan mereka hanya sedang tidak percaya bahwa ada hal baik di dunia ini. Jadi orang baik harus lebih bekerja keras membuktikan kebaikannya.

Indonesia itu sesuatu yang layak untuk dikagumi, dicintai, dan diperjuangkan. Kita berhasil bersatu dari beribu pulau, suku bangsa, dan bahasa. Sebuah monumen persatuan yang tiada bandingannya di dunia ini. Lalu kita lahir dan menikmatinya sebagai Bangsa Indonesia, tanpa harus bersusah payah, kenapa tidak mensyukurinya?

Saya tidak perlu memandaikan diri untuk mempelajari masa lalu, atau sedetail mungkin merencanakan masa depan. Cukup memaksimalkan apa yang bisa saya lakukan hari ini, dan sedikit berimajinasi tentang dampak bagi kehidupan selanjutnya.

Tentang Simbol Diri

Saya adalah “kunci”. Saya merasa memiliki kemampuan menjadi orang yang menentukan segala sesuatu bisa berjalan. Saya senang bisa membukakan jalan bagi orang lain memahami hal-hal baru. Simpanlah saya dengan baik, karena sesekali saya suka sengaja “menghilang” untuk mencoba membuka pintu-pintu lain. Kunci tidak bekerja sendiri, dia perlu dibantu, namun posisinya tak bisa digantikan selain dijebol secara paksa. Kunci sangatlah diam, dan kadang terlalu menikmati kenyamanan dalam lubangnya, tapi bagian lain didirinya senang membayangkan menjadi kunci dalam bentuk yang berbeda.

Tentang Imajinasi Indonesia 2030

Yang saya dengar, hampir di setiap pelosok negeri ada budaya berkarya dan mencipta dalam bentuk festival tahunan kreatifitas dengan segala usia. Yang saya lihat semua billboard, advertising, dsb dibuat sangat kreatif, menjadi pemandangan cantik, dan lebih efektif. Setiap orang memiliki lahan dan hanya boleh membangun 50% saja dari lahan tersebut dan sisanya untuk pepohonan. Hanya ada transportasi massal, sepeda, dan pejalan kaki. Mobil pribadi diatur dan boleh keluar pada waktu-waktu tertentu.

Orang-orang menjalani kehidupan dengan cerdas, sehat, dan bijak. Mereka bekerja dengan semangat berkarya dan bermanfaat. Hidup cukup namun tidak berlebihan, karena segala sesuatu sudah dimudahkan oleh negara.

Hal yang ingin saya lakukan adalah berkontribusi pada pendidikan. Saya ingin membuat satu pola pengajaran bagi guru-guru sekolah agar lebih kreatif, dan lebih  memberikan inspirasi.

Tentang Judul Biografi

“Kita diciptakan, maka bergunalah !”

Tentang Hal Konyol

Suatu ketika saya seringkali melakukan perjalanan antar kota Cianjur-Bandung sekitar 150 km menggunakan bus umum. Saat di dalam bus sering membayangkan seandainya saya bisa melakukan perjalanan ini dengan berjalan kaki, lalu tidur-tiduran di rumput pinggiran sepanjang jalan tol.

Dan kemudian saya benar-benar melakukan itu, berjalan kaki dari Bandung ke Cianjur dari jam 3 sore sampai jam 6 pagi. Selama perjalanan malam hari, kehujanan, kaki lecet, jalan sudah diseret-seret, banyak ditawarin tukang ojek dan mobil tebengan, diiringi pandangan mata heran dan rasa kasihan dari orang-orang, sampai digratisin makanan sama tukang warung pinggir jalan. Namun tidur-tiduran di rumput pinggir jalan tol tersebut saya lakukan, bahkan dengan bonus memandangi langit dengan bintang-bintang, sambil bertanya “sedang apa saya ini ?” hahaha….lalu saya jawab sendiri” kalau tidak saya lakukan, maka saya akan penasaran selamanya!”.

___________________________________________

Aku belajar menjadi orang yang bebas lepas dalam menjalani kehidupan. Paling suka dengan kalimat “Seandainya semua orang bisa bersepakat untuk saling mengeluarkan kemampuan terbaiknya dan bekerja sama dalam menjalani kehidupan maka dunia akan sangat cantik sekali”. Tantangannya memang bukan memperbaiki kelemahan diri, tapi bagaimana kekuatan diri kita bisa teraktualisasikan dalam kehidupan.

Apa inspirasi yang anda dapatkan dari kisah Deni Rodendo? 

Incoming search terms:

Tags: , , ,

14 Comments

  1. Posted February 3, 2012 at 2:42 pm | Permalink

    pak bukik ganteng banget di foto itu :)

  2. Posted February 3, 2012 at 3:24 pm | Permalink

    Keren om Deni… gambarnya inspiratif…

  3. Posted February 3, 2012 at 4:05 pm | Permalink

    Deni memang inspiring buakn hanya karyanya tapi juga ceritanya

  4. Yoen
    Posted February 3, 2012 at 7:35 pm | Permalink

    Ketika orang kreatif bernama Mas Deni berkumpul dengan orang kaya ide bernama Mas bukik bertemu, sempurnalah dunia…..

  5. Posted February 4, 2012 at 7:01 am | Permalink

    berkontribusi bagi bangsa dengan passion masing2 yang dimiliki :) nice

  6. jarwadi
    Posted February 4, 2012 at 9:27 am | Permalink

    oalaaaah, ini ternyata orang di belakang video yang bereder kemana mana itu. :))

    terimakasih mas bukik buat wawancara yang inspiring ini. :)

  7. Posted February 5, 2012 at 4:25 am | Permalink

    Clip yang sangat keren dan unik, pantas lahir dari orang yang unik juga.. Aku terkesan caranya berjalan kaki dari Bandung ke Cianjurnya itu, Bung.

    Mantap!

  8. Posted February 5, 2012 at 4:06 pm | Permalink

    aku udah sangat sering lihat video ini.. bahkan sebelum aktif di blog sekarang.. ternyata dia ini yg buat..

    aahh thanks mas bukik udah berbagi berita :D

  9. boeloek
    Posted February 6, 2012 at 5:11 pm | Permalink

    Cantik se-X : tanpa perlu memandaikan diri dg masa lalu ataupun mendetailkan masa depan…*cukup* (^.^)

  10. Posted February 8, 2012 at 8:15 am | Permalink

    sering nonton videonya tapi baru tahu penampakan pembuatnya :)

  11. Posted February 17, 2012 at 11:24 am | Permalink

    Terima kasih, pak Bukik.. jadi tahu siapa yang bikin “Kerennya Pribadi Bangsaku – Pancasila sebagai Manual Bangsa” — keren

  12. Posted March 4, 2012 at 12:46 pm | Permalink

    Kang Deni Rodendo ini temannya Pidi Baiq kan ya??? :D

2 Trackbacks

  1. [...] seorang graphic recorder yang ciamik dalam melakukan pencatatan melalui gambar (Baca kisahnya di Bukik Bertanya). Bu Yoen pun menjanjikan membawa puluhan jimbenya untuk memeriahkan workshop kali [...]

  2. [...] dan buku  Appreciative Inqury hingga membantu mengisi beberapa sesi kunci. Oh ya KPK juga meminta Deni Rodendo untuk melakukan graphic recording terhadap proses workshop [...]

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

Blog Bukik - Karir, Teknologi dan Organisasi