search

Bukik Bertanya: Kerang Mutiara @jamilazzaini

Seekor kerang mutiara yang menerima keadaan sekaligus mengubahnya menjadi mutiara yang berharga. Demikian lukisan diri seorang Jamil Azzaini. Siapa beliau? 

Aku mendengar namanya dari seorang teman, nama seorang motivator dan trainer yang handal katanya. Sayang, aku tidak terlalu tertarik dengan “motivator”. Saat ini banyak orang mengaku sebagai motivator sehingga nilainya merosot drastis di mataku. Kalau semua orang jadi motivator, siapa dong yang akan dimotivasi? hehe

Tapi entah mengapa, tweet dari akun @JamilAzzaini melintas di linimasaku karena di retweet oleh beberapa orang teman. Tertarik dengan beberapa tweet itu aku justru menemukan blog Jamilazzaini.com dan isinya diperbaharui secara konsisten, bahkan lebih sering dari pada blogku ini. Dari blog itu aku membaca beberapa kisah kehidupan Jamil Azzaini. Wow!

Sementara, ada motivator terkenal yang sibuk untuk melisensi karya-karyanya, orang ini justru berbagai kisah dan pengetahuan secara bebas di blognya. Sementara, banyak motivator yang sibuk  dibayar untuk berbicara di sana sini, orang ini tetap telaten berbagi pengetahuan. Dan lebih dari itu, kisah hidupnya itu otentik. Ia berangkat dari sebuah perjuangan hidup, mulai dari bawah. Ia tidak repot menjadi sosok motivator yang berwibawa, karena hidupnya telah membentuk wibawa dirinya. Gak percaya? Baca saja di Jamilazzaini.com

Menjadi motivator sejati adalah menjadi diri yang otentik. Mengapa? Diri yang otentik tidak pernah kehabisan energi. Diri yang otentik tidak perlu memakai bedak dan tebal. Diri yang otentik itu pribadi kaya yang tidak segan untuk berbagi.

Penasaran dengan sosok Jamil Azzaini? Simak kisahnya hanya di Bukik Bertanya…..

Tentang Identitas Diri

Nama saya Jamil Azzaini. Nama asli saya Jamil yang berarti indah dan cantik.  Azzaini adalah tambahan dari ANTV saat saya hendak tampil menjadi narasumber tahun 1998. Kata mereka,  nama Jamil kurang menjual dan kurang panjang jadi ditambahlah kata Azzaini yang merupakan nama belakang bapak saya, Ahmad Zaini. Orang memanggil saya Jamil. Ada juga yang memanggil JA.

Tentang Kejadian yang Menggetarkan

Kejadian yang menggetarkan saat bersama bapak saya banyak. Salah satunya, saat saya hendak berangkat kuliah ke IPB, Bogor. Ketika itu kami tidak punya uang. Saya diajak bapak saya datang ke rumah orang kaya di kampung saya untuk meminjam uang.

Setelah ngobrol kesana kemari akhirnya bapak saya berkata kepada orang kaya di kampung “alhamdulillah pak,  Jamil diterima di IPB. Ini surat undangannya. Dalam surat undangan ini Jamil harus membawa uang Rp 150 ribu. Tolong pinjami kami uang Rp 300 ribu.

Tanpa saya duga orang kaya itu berdiri sambil berkata “kalau sudah tahu miskin tidak usah banyak gaya.. Belum kuliah saja sudah pinjam. Bagaimana nanti kalau sudah kuliah. Kuliah itu lama….” kata-kata hinaan terus meluncur dari mulut orang itu. Mendengar hinaan itu, saya hanya bisa menangis.

Tanpa saya duga tiba-tiba bapak saya berrdiri sambil memukul meja “jangan mentang-mentang kaya pak, menghina kami seenaknya. Memang kami miskin di sini, tapi perlu bapak ketahui tanah saya masih luas. Permisi” Kami meninggalkan orang kaya itu di rumahnya.  Saya dibonceng sepeda bapak saya.

Di tengah jalan saya bertanya “pak, kata bapak tadi tanah kita masih luas. Tanah yang mana?” Dengan tetap mengayuh sepeda bapak saya menjawab “itu pulau jawa.”. Mendengar jawaban itu kemudian saya pukul-pukul punggung bapak saya sambil berkata keras “mengapa bapak bohong. Selama ini saya tidak boleh bohong sama bapak. Bahkan saya pernah dipukul bapak karena bohong. Tapi mengapa hari ini bapak bohong?”

Bapak saya menghentikan genjotan sepedanya. Ia turun dari sepeda kemudian memeluk saya sambil berkata “baru kali ini bapak dihina dan dicaci maki di depan anak bapak mil. Bapak malu mil. Bapak harus menjaga harga diri keluarga. Kamu harus menjadi Insinyur pertanian. Kamu harus ke Bogor mil.” itu adalah pelukan bapak saya yang tidak akan saya luapakan sepanjang hidup saya.

Tentang Kejadian yang Mengubah Diri

Beberapa hal yang mengubah hidup saya. Pertama, masuk SMA dan IPB tanpa tes. Mengapa? Karena kemisikinan orang tua awalnya saya tidak akan melanjutkan sekolah ke SMA dan Kuliah.  Tetapi karena saya lulusan terbaik dari SMP Tri Bakti Utama saya diterima SMAN 5 Way Halim Bandar Lampung tanpa melalui tes.  Orang tua sayapun berubah pikiran “sekolah mil, maju terus”

Begitupula saat SMA orang tua saya sudah mengatakan “hutang kita banyak mil, jadi untuk sementara kamu gak usah kuliah. Bapak gak sanggup.”  Namun takdir berkata lain, saya diundang masuk kuliah di IPB tanpa melalui tes. Orang tua sayapun mencari pinjaman kebanyak orang agar saya bisa kuliah di IPB.  Walau banyak yang meremehkan dan menghina orang tua saya tidak peduli.

Kedua, saya harus berbisnis saat mahasiswa. Saat saya kuliah teman-teman saya mendapat wesel (kiriman uang via pos) sebesar rata-rata Rp 40 ribu – Rp 120 ribu sebulan.  Sementara saya mendapat kiriman uang dari Bapak saya Rp 25 ribu di pesannya tertulis “Jamil gunakan untuk enam bulan.”

Karena kondisi inilah saya “terpaksa” mencari uang sendiri. Awalnya jual koran, kemudian memberikan privat, buka usaha (komputer, agribisnis, berdagang, dan katering).  Dari sini saya punya banyak pengalaman, ditipu teman, dan pentingnya persahabatan serta kepercayaan. Sayapun menyadari sepenuhnya, bahwa Tuhan harus diajak terlibat dalam bisnis agar kita tidak gelap mata dalam mengejar keuntungan.

Ketiga, saat awal-awal saya memberikan training di perusahaan-perusahaan besar.  Perusahaan besar yang pertama kali saya isi adalah Plaza Indonesia. Ketika itu General Manager SDM bapak Untung mengatakan kepada saya “pak Jamil pesertanya adalah para pimpinan di Plaza Indonesia, mereka sudah banyak ikut training. Bila Anda tidak tampil luar biasa, Anda akan “dihabisi” mereka.” Kemudian saya tanya, “siapa trainer favorit mereka?” Pak Untung menjawab cepat “Steven Covey”

Mendengar jawaban itu, saya beli semua buku Steven Covey. Saya baca dan pelajari. Saya juga mencari dan menonton videonya. Akhirnya saat giliran saya tampil di training para manajer itu saya bergaya seperti Steven Covey. Hasilnya? Saya dikritik habis oleh tim saya “Pak Jamil tidak tampil seperti biasanya. Pak Jamil menjadi orang lain hari ini. Ayo pak tampil sebagai Jamil.”

Di sesi kedua, saya tampil dengan gaya saya. “Terserah mau dibilang katrok, kurang ilmiah, seperti pendongeng atau apapun saya tidak peduli, inilah saya. Inilah Jamil.” batin saya ketika itu. Di sesi inilah saya tampil “kesetanan” dengan gaya saya.  Begitu sesi berakhir, semua peserta berdiri memberikan standing applause. Sejak saat itulah saya lebih percaya diri, saya harus menjadi diri sendiri.

Tentang yang Dihargai

Yang sangat saya hargai dari keluarga saya (orang tua, kakak dan adik) adalah mereka sering mengingatkan bahwa saya harus selalu mengumpulkan bekal untuk kehidupan di akherat.  Hidup di dunia hanya sebentar tetapi yang sebentar itu menentukan kehidupan di akherat.

Yang sangat saya hargai dari keluarga saya (istri & anak) mereka tidak menuntut sesuatu yang berlebihan kepada saya. Istri dan anak saya selalu mendukung apa yang saya lakukan. Kami sering berdiskusi tentang impian-impian hidup kami dan kami saling mendukung agar impian anggota keluarga kami bisa terwujud.

Setiap anggota keluarga kami ulang tahun, kami selalu memberi kritikan, saran dan juga pujian kepada yang berulang tahun agar kehidupannya terus bertumbuh. Tak ada sesuatu yang kami simpan, yan terucap dengan yang ada di hati itu sama.  Bila ada hal-hal yang kurang berkenan kami akan segera mendiskusikan dan kemudian memberi jalan keluar yang terbaik.

Sementara yang saya hargai dari orang lain, khususnya orang yang menginspirasi hidup saya adalah kesederhanaan hidup walau mereka orang berpunya dan tidak silau dengan gemerlapnya kehidupan dunia.  Selain itu, saya melihat betapa banyak orang yang memiliki keinginan untuk terus belajar, berbagi dan sangat menghargai orang lain. Sayapun sangat bangga kepada orang-orang yang bisnisnya moncer tetapi memiliki karakter yang sangat kuat dan ingin berbuat sesuatu untuk negeri ini.

Yang saya hargai dari saya adalah memiliki keinginan yang sangat kuat untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang hendak saya raih.  Saya selalu yakin ada jalan lain bila saya gagal dengan jalan yang sudah saya pilih saat menemui probelema kehidupan. Kinginan untuk terus bertumbuh menjadi lebih baik dan kesediaan mau belajar kepada siapapun serasa menyatu dengan aliran darah dalam tubuh saya.

Yang sangat saya hargai dari kehidupan ini adalah proses. Hidup itu tidak statis, sehingga saat kita jatuh ada optimisme bahwa suatu saat kita akan bangkit. Sedangkan saat kita berhasil kita perlu terus berbenah bila tidak ingin jatuh. Hidup juga adil, siapa yang sungguh-sungguh berbuat kebaikan ia akan mendapat balasan kebaikan yang setimpal di dunia, cepat atau lambat. Begitupula siapa yang berbuat keburukan di dunia dia akan mendapat balasan kesulitan, kepayahan dan penderitaan hidup di dunia. Balasan perbuatan itu sempurna di dunia.

Tentang Simbol Diri

Saya seperti kerang mutiara.  Inilah yang ditanamkan orang tua saya kepada saya. Begini ceritanya, saat saya sedang memancing di sungai depan rumah bapak saya tiba-tiba datang duduk di sebelah saya. Dia menyapa saya “mancing mil.”  Tentu saya menjawab “iya pak”

Bapak saya melanjutkan “sambil kamu mancing bapak mau cerita ya. Kerang itu kalau mencari makan membuka dan menutup tubuhnya. Saat Kerang yang masih muda membuka tubuhnya, masuklah pasir ke dalam tubuhnya. Ia menangis, “bunda sakit bunda ada pasir masuk ke dalam tubuhku bunda.” Ibunya menjawab “sabar anakku, kita tidak diberi  alat untuk menahan rasa sakit itu. Bila perlu berilah kebaikan kepada pasir yang telah menyakitimu.”

Kerang yang masih muda mengikuti perintah ibunya dengan cara membungkus pasir itu dengan air mata kesakitannya. Dibungkus dengan air mata, lama-lama mengurangi rasa sakit itu bahkan akhirnya hilang.  Beberapa saat kemudian, para nelayan memanen kerang itu.  Kerang yang ada pasirnya di pisah dengan kerang yang tidak ada pasirnya.

Kerang yang tidak ada pasirnya dijual obral di pinggir jalan yang ada tulisan “sedia kerang rebus” Sementara kerang yang ada pasirnya dijual dengan harga berlipat. Mengapa? Karena pasir di dalam kerang itu telah berubah menjadi inti mutiara.  Kalau kamu memilih hidup seperti kerang rebus artinya tak pernah menghadapi cobaan dan ujian kamu akan dijual obral, murahan.  Tetapi kalau kamu memilih menjadi kerang mutiara, artinya tahan terhadap cobaan dan ujian kamu akan dijual malah, digunakan oleh orang-orang terhormat dan digunakan di tempat-tempat terhormat.”

Cerita ini menjiwai kehidupan saya hingga sekarang.  Saat saya menghadapi cobaan dan ujian saya selalu ingat “saya adalah kerang mutiara” bukan kerang rebus.

Tentang Imajinasi Indonesia 2030

Saat saya terbangun di tahun 2030 kesenjangan antara kaya dan miskin tidak terlalu lebar. Sumberdaya alam yang melimpah dikelola oleh bangsa sendiri dan digunakan untuk kemakmuran rakyat. Kebutuhan pokok (sandang, pangan, papan, pendidikan dan kesehatan) ditanggung oleh negara. Tak ada lagi rakyat yang kelaparan. Tak ada lagi rakyat yang tak punya rumah. Tak ada lagi rakyat yang tak bisa sekolah dan tak ada lagi rakyat yang tidak bisa berobat.

Semua pemeluk agama hidup rukun dan saling menghormati satu dengan yang lain. Orang-orang berkompitisi secara sehat, berlomba dalam kebaikan, mayoritas penduduk tunduk patuh kepada-Nya. Hal-hal negatif ditindak tegas, baik oleh negara maupun “dihukum” secara sosial.

Saya selalu berpendapat bahwa “kepakan kupu-kupu” pasti bisa mempengaruhi perubahan dunia. Saya ingin juga berkontribusi untuk kehidupan yang saya impikan.  Selain mendirikan sekolah di Lampung, saya juga mengkader generasi muda untuk menjadi entrepreneur melalui pesantren wirausaha saya di Delanggu-Klaten Jawa Tengah. Saya ingin generasi muda lebih sibuk menyiapkan lapangan pekerjaan dibandingkan dengan mencari pekerjaan. Untuk itu pula saya turut aktif dalam komunitas Tangan Diatas, sebagai komunitas yang mendorong untuk berbagi melalui bisnis yang ditanganinya.

Sebagai trainer, saya juga mengkader trainer-trainer yang mau menginspirasi Indonesia. Membuat negeri ini lebih terhormat dan bermartabat.  Melalui lembaga yang saya buat Indonesia Inspiring Movement (I2Move) trainer-trainer yang peduli dengan nasib negeri ini saling berbagi ilmu, mendukung dan saling membesarkan. Para trainer harus memiliki program-program kepedulian dan siap dijadikan suri tauladan. Tak hanya panda bicara, tapi juga memberi contoh nyata. Saat ini saya sedang mencari lokasi untuk pengkaderan generasi muda yang kelak akan saya kirim ke berbagai propinsi menuju Indonesia bermartabat. Maka motto di I2move : Ayo Inspirasi Indonesia. Sila buka di www.i2movenetwork.com

Saya dan pemegang saham di lembaga training saya PT Kubik Kreasisisilain juga membuat program Satu Orang Satu. Program ini mendorong setiap orang yang memperoleh satu kebaikan ia harus berbagi kepada satu orang lain yang membutuhkan. Di Kubik kami memberi contoh, setiap kami memperoleh bayaran dari satu peserta training berbayar maka kami akan memberikan training kepada satu orang yang tidak mampu secara cuma-cuma. Sila berkunjung ke www.kubik.co.id atau www.SatuOrangSatu.com dan www.SuksesMulia.com

Tentang Judul Biografi

Biografi itu berjudul Mutiara Dari Indonesia, berisi perjalanan hidup saya seperti proses terjadinya mutiara yang penuh perjuangan dan akhirnya bisa berharga mahal, dipakai di tempat-tempat terhormat dan menjadi hiasan dan kebangaan bagi siapapun yang memakainya.

Tentang Hal Konyol

Hal konyol yang pernah saya lakukan bngung mas, kebanyakan yang konyol, hehehe

___________________________________________

Demikian kisah Jamil Azzaini. Apa yang kupelajari dari kisah ini? Belajar menjadi seorang ayah yang menjaga martabat keluarga. Belajar menjadi orang yang lepas bebas, tidak terkungkung oleh masa lalu. Belajar menjadi orang yang menerima ikhlas suatu keadaan dengan tetap semangat untuk membuat segalanya menjadi lebih baik.

 

Apa inspirasi yang anda dapatkan dari kisah Jamil Azzaini? 

Tags: , , , , ,

15 Comments

  1. Posted January 24, 2012 at 10:32 am | Permalink

    baru tahu tentang dia Pak :D

    makasih informasinya

    • Posted January 24, 2012 at 11:00 am | Permalink

      Coba cek blognya. Aku sering malu karena kalah update dengan beliau hehe

  2. Posted January 24, 2012 at 10:59 am | Permalink

    Mungkin gak ada episode “Bukik Bertanya: Bukik” ? Tentang dirimu sendiri?
    Mau cari penginterview? Saya mau :D

    • Posted January 24, 2012 at 11:01 am | Permalink

      Biarlah aku menjadi misteri bagi semesta raya
      Muahahahaha

  3. Posted January 25, 2012 at 3:44 pm | Permalink

    Keren mas interviewnya bersama Pak Jamil, saya salah satu pengagum beliau. Thanks atas sharingnya

  4. Posted January 25, 2012 at 10:24 pm | Permalink

    Selasa lalu saya baca tulisan mas Bukik sambil mewek. Dan hari jum’at sebelumnya pun juga mewek membaca Proposal hidup putra Pak Jamil..

    So inspiring. Thanks for sharing mas Bukik..

  5. Posted January 26, 2012 at 5:14 pm | Permalink

    sering maen kesana, sering juga men kesini.
    sama2 awesommmeee

  6. Posted January 27, 2012 at 12:41 am | Permalink

    kebetulan beberapa waktu yg lalu, PT. PJB mengundang beliau menjadi pembicara, entah di acara apa, saya sudah lupa temanya.
    Saya yg baru tau, dengar namanya, dan liat wajahnya sekali itu, langsung terpukau dengan caranya “bercerita”.
    Saya tidak tau tujuan acara waktu itu apa, pokoknya ikut masuk & duduk aja, hehe
    Beliau tidak muluk2 berbicaranya, “hanya” menceritakan kisah hidupnya & orang2 di sekitarnya yang menyentuh, bahkan saya (hampir) menangis.

    Yang saya ingat adalah kalimatnya bahwa hidup ini hendaknya sebanyak2nya memberikan EPOS (Energi POSitif) kepada semesta, jangan malah ENEG (Energi NEGatif)

    makasih Pak Bukik, sudah menampilkan sosok beliau :)

  7. boeloek
    Posted January 27, 2012 at 3:17 pm | Permalink

    Ya..ya..ya..melihat kerang yg trdapat mutiara didlmnya..membuat kita termotivasi..kokoh diluar skaligus bernilai didalam…tentu prjuangan yg tdklah singkat…*smangat2*

  8. Posted January 28, 2012 at 8:20 am | Permalink

    aaahhh filosofi kerang mutiaranya keren!!!

  9. Posted January 31, 2012 at 2:19 pm | Permalink

    wah siap dipelajari nih ya… terima kasih pak interview dan sharingnya.

  10. Posted February 1, 2012 at 8:23 am | Permalink

    sempat lihat di tvone. luar biasa, terutama imajinasi indonesia 2030? jadi bertanya banyak mana orang yang membuat kerusakan dan yang melakukan perbaikan?

  11. Posted February 1, 2012 at 9:39 pm | Permalink

    KErrreeeennnnn!!!!

  12. Isti
    Posted February 22, 2012 at 8:32 pm | Permalink

    Mengenal beliau pertama kali sungguh gak sengaja. Berawal ingin memberikan hadiah buku kepada seorg sahabat dan saya katakan kepadanya,”saya akan mengirimkan sebuah buku yg penulisnya satu almamater dgmu sista”, teman saya lgs menjawab cepat,”Pasti buku DNA Sukses Mulia penulisnya JA yaaah”, saya terdiam dan menjawab,”Eh, kok tau..”, padahal saat itu sy ingin memberikan buku 9S10A-nya Iwan Setyawan yg juga alumnus IPB. Akhirnya saya berburu buku tersebut, Sebelum mengirimkan buku tersebut, saya membacanya sekilas dan terkesan……dalem! Sejak itu saya mjd pelanggan tetap blog-nya kakek Jamil. Beliau sangat Inspiring om bukik…..Menyapa beliau di twitter pun, selalu jawabannya memberi energi….Terimakasih untuk tulisan Mutiara-nya…Ditunggu tulisan Bukik Bertanya-nya : Tentang Om Bukik…..Bisa saya wawancara kapan Om…hehehehe

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

Blog Bukik - Karir, Teknologi dan Organisasi