Atribut Diri Kita

Cara paling mudah menjawab pertanyaan siapakah aku adalah dengan menyebutkan atribut diri kita. Siapakah aku? Dosen. Siapakah aku? Blogger. Siapakah aku? Alumni unair. Bagaimana menurutmu?

Atribut selain memudahkan dalam menjawab pertanyaan dasar tadi, seringkali digunakan untuk membangun citra diri. Aku lulusan S2, pemegang sertifikat training internasional, anggota komunitas paling bergengsi di Indonesia. Kelihatan keren kan? Beberapa orang sengaja mengumpulkan sekian atribut, katanya, membangun kredibilitas di mata orang lain.

Penyebutan atribut-atribut diri kita, sadar atau tidak sadar, akan mempengaruhi persepsi orang lain terhadap diri kita. Lebih dari itu, penyebutan atribut juga menentukan persepsi kita terhadap diri kita sendiri.

Semisal:
“mosok lulusan luar negeri cuma dibayar segini?”
“kamu itu niat ke kampus atau warung kok pakai kaos oblong?!”
“aku kan cantik, gak cocok kalau jalan bareng sama cowok jelek itu?”
“malu ah, masak aku yang S2 harus belajar sama dia yang lulusan smp?”

Bahwa atribut memudahkan kita mengenalkan diri dan membangun kredibilitas bisa jadi benar adanya. Tapi atribut memudahkan kita terjebak pada pola berpikir yang keliru, melupakan subtansi diri kita.

Apa atribut yang kamu gunakan?

Published by

Bukik Setiawan

Blogger

Gimana komentarmu?