atasan rewel

Atasan Rewel? Inilah 5 Cara Mengatasinya

Kalau jadi atasan, kita bisa memilih bawahan. Tapi kalau jadi bawahan, mau tidak mau kita harus terima, meski itu atasan rewel sekalipun. :D 

Ya.. Ya.. Selama masih bekerja pada orang lain, wajar aja sih kalau disuruh-suruh atau dikejar-kejar deadline. Iya gak?! Yang gak enak itu…kalo yang nyuruhnya itu (baca: atasan kita) pakai marah-marah, rewel atau moody banget! Kadang kita ngerasa kerja kita sudah bener, tapi teteeep saja diomelin. Progress sudah on-track, tapi teteeep saja dikejar-kejar. Ribet ya.. *sigh*

Kalo ada yang bernasib seperti ini, coba deh lakukan beberapa tips untuk mengatasi atasan rewel. Gimana pun juga kita tetap kasih laporan ke dia kan… :D

atasan rewel

Introspeksi diri

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah introspeksi diri :) Tenangkan diri, open-mind dan berbesar hati lah.. Coba cari tahu pemicunya. Self-talk! Bicara pada diri sendiri, “kira-kira apa ya, yang kurang saya lakukan dengan baik hari ini?”. Coba pikirkan dan lakukan perubahan-perubahan kecil yang lebih baik pada pekerjaan dan sikap di tempat kerja, lalu lihat reaksi atasan kamu. Apakah masih tetap jadi atasan rewel….

Berpikir Positif

Gak perlu ngeluh, ngedumel atau sampai curhat dan ngejadiin perilaku atasan kamu sebagai bahan rumpian dengan teman kerja. Itu cuma buang-buang energi dan waktu saja. Malah berbahaya juga, bisa jadi bumerang untuk kamu lho! XD Lebih baik, kamu berpikir positif dan cari sudut pandang lain, misalnya: “atasan saya ini ngomel-ngomel begini tujuannya baik, dia mau melatih mental saya dan menambah skill saya atau mungkin memang begini cara dia untuk berekspresi :D”.

Cari tahu tipenya dan maunya

Agar kita tidak kesal dengan ucapannya, coba kenali dulu tipenya. Atasan rewel itu juga manusia biasa kok :) Perhatikan sikapnya dan cara dia bereaksi terhadap sesuatu. Jangan cuek atau tidak peduli. Makin kita tidak mengenalnya, makin sulit untuk kita beradaptasi dengannya dan sulit mengetahui maunya dia. Awalnya bisa dicoba untuk tidak membantah, lalu lakukan pekerjaan seperti apa yang dia mau, ikuti caranya.

Komunikasikan pendapat di waktu yang tepat

Jika kita beranggapan bahwa ada suatu hal yang tidak benar, maka cobalah untuk menyampaikan persepsi tersebut dengan baik-baik dan berikan saran. Pilih waktu yang tepat untuk berbicara, lihat kondisinya. Berfikir matang dulu sebelum bertindak. Pikirkan apa dampak dari perkataan yang akan kita sampaikan. Blak-blakan? Gak bisa sepenuhnya blak-blakan, harus sedikit direm, kecuali kalau sudah siap dengan segala resikonya :D

Tunjukkan hasrat terhadap pekerjaan

Kadang ocehan itu gak perlu dipusingin, jangan sampai hal itu mempengaruhi kinerja kita sehingga berdampak buruk bagi kita. Biarkan saja atasan rewel, tapi kita tetap produktif ;) Tunjukkan hasrat terhadap pekerjaan yang kita lakukan dan pastikan kita selalu menyelesaikan tugas sesuai waktu yang telah ditetapkan. Kita perlu mulai kritis dan perhatian terhadap detail pekerjaan yang kita lakukan serta jangan lupa menyiapkan catatan agar semua pekerjaan terdokumentasi dengan baik.

Kita harus ingat adanya aksi-reaksi. Omelan yang keluar dari ucapan atasan kita itu adalah sebuah reaksi dari aksi yang bisa jadi dari kita, atau bisa jadi dari orang lain. Tinggal gimana kita bereaksi terhadap reaksi dari atasan kita itu :) Semoga tips di atas bisa membantu ya..

Siap mencoba 5 cara mengatasi atasan rewel ini? Atau ada yang punya cara lain mengatasi atasan rewel? Tulis di komentar ya

*Image Courtesy of ilquotidianodellazio

5 thoughts on “Atasan Rewel? Inilah 5 Cara Mengatasinya”

Gimana komentarmu?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.