Skip to content

Apa Pertanyaan Anda?

Pertanyaan kita adalah diri kita.

Pertanyaan kita membentangkan jalan kehidupan yang akan kita tempuh. Jalan yang menjadikan kita seperti saat ini.

Apa pertanyaan yang paling sering muncul di benak anda? Perhatikan. Sadari bagaimana pertanyaan itu memandu langkah anda. Lihatlah bagaimana anda berkutat mencari jawaban-jawaban yang lebih memuaskan atas pertanyaan itu. Sayang, semakin anda berkutat maka semakin anda terpengaruh oleh kekuatan pertanyaan itu. Semakin anda dibawah pengaruh pertanyaan itu.

Pertanyaan semacam apa yang paling sering terbayang dalam pikiran anda? Apakah pertanyaan seperti “Siapa yang salah?”? Atau “Apa yang salah”? Rasakan bagaimana pertanyaan itu mempengaruhi anda! Lihatlah bagaimana pertanyaan itu menular, menciptakan pertanyaan-pertanyaan serupa. “Apa yang salah dengan diri saya?” “Apa yang salah di tempat ini?”

Pertanyaan-pertanyaan yang akan membuat kita melahirkan respon-respon yang reaksioner. Tindakan kita tergantung pada tindakan orang lain. Tindakan kita tergantung situasi. Kita terpaku pada situasi yang ada. Terwujudlah relasi kalah-menang. Akibatnya, orang lain pun akan merespon dengan cara yang serupa. Mulailah lingkaran setan menyalahkan terbentuk. Kita gagal melihat alternatif yang berbeda. Kita gagal berpikir kreatif. Masuk dalam kubangan lumpur, kata Marilee Adams, Ph.D.

Lalu bagaimana? Gampang banget!

Sadari ketika ada pertanyaan menyalahkan muncul dibenak anda. Ubah pertanyaan anda! Ya! Ubahlah pertanyaan anda!

Ajukan pertanyan semacam “Apa yang terjadi?” “Apa yang berguna saat ini?” “Apa yang sebenarnya saya harapkan?” Rasakan bagaimana pertanyaan itu mengarahkan diri anda! Ikuti kemana pertanyaan itu membawa diri anda! Pertanyaan-pertanyaan ini akan membuat kita kembali fokus pada harapan kita, bukan fokus pada kesalahan atau persoalan.

Apabila bersedia hanyut, anda akan memasuki pertanyaan-pertanyaan “Apa yang dapat saya pelajari?” “Apa yang dirasakan, dipikirkan, dibutuhkan dan diinginkan orang lain?” “Apa tanggung jawab saya dalam situasi ini?” Biarkan pertanyaan ini membumbungkan anda ke angkasa, ke tempat yang membuat anda bisa menyaksikan keseluruhan konteks persoalan yang anda hadapi. Suatu posisi yang membuat anda leluasa memandang, melihat seluruh sisi, melihat sudut-sudut paling jauh sekalipun.

Tetaplah terbang diangkasa. Ajukan kepada diri sendiri pertanyaan, “Apa saja yang mungkin terjadi?” “Apa pilihan-pilihan yang ada bagi saya?” “Apa yang terbaik dilakukan saat ini?”. Lihatlah semua jalur yang mungkin dilewati. Lihatlah jalan setapak yang jarang dilalui. Tentukan jalan terbaik yang tersedia pada saat itu.

Contoh pertanyaan yang menyehatkan!

1. Pertanyaan pembuka hari

Apa yang kebahagiaan saya dalam kehidupan saat ini?

Apa yang saya banggakan dari diri saya?

Apa aktivitas yang akan membuat hari ini menjadi menyenangkan?

Siapa yang saya cintai? Siapa yang mencintai saya?

2. Pertanyaan pertengahan hari

Apa yang sudah saya capai setengah hari ini?

Apa aktivitas yang paling saya nikmati setengah hari ini?

3. Pertanyaan penutup hari

Apa konstribusi terbaik yang saya berikan hari ini?

Apa pelajaran berharga yang saya dapatkan hari ini?

Siapa yang telah memberikan dukungan kepada saya pada hari ini?

Bagaimana saya menggunakan energi saya hari ini dalam mencapai tujuan hidup saya?

Disiplinkan diri anda untuk mengajukan pertanyaan ini setiap hari. Dan lihatlah perubahan yang terjadi! Berani?

Semoga berguna!

Unduh gratis ebook THE ART OF POWERFUL QUESTIONS

9 Comments Post a comment
  1. cow #

    kadang aku selalu bingung dalam mengajukan pertanyaan dalam dir,i tapi ketika pertanyaan itu muncul yang terjadi malah sebuah sikap pesimis karena tidak menemukan jawaban yang memuaskan dalam diri. Akhirnya jalan yang saya tempuh adalah mengabaikan pertanyaan – pertanyaan itu….

    Tolong bantu sharing dong pengalamanya, bagaimana pertanyaan ini dapat menjadikan sikap optimis kita ini

    27/05/2010
    • kalau boleh tahu, apa pertanyaan yang biasa diajukan ke diri sendiri?

      sikap pesimis itu respon/jawaban dari pertanyaan yang diajukan

      bagaimana mengubah sikap pesimis (jawaban)? ubahlah pertanyaanmu

      27/05/2010
  2. iching #

    jadi intinya merubah “cara berfikir” terhadap permasalahan yg ada menjadi kesuksesan yg akan di raih???
    melihat fenomena bukan “masalahnya” tp bagaimana setelah itu bs jadi lebih baik??
    menyoroti bukan dari sumber masalah tp sumber keberhasilan?
    gampangnya positive thinking ke arah “depan” untuk setiap persoalan gitu ya??

    23/05/2010
    • Betul semua!
      Anda dapat 100 hehehe

      #appreciativeinquiry itu metode mendesain kehidupan dengan menggunakan asset dan mwujudkan impian terdalam kita http://bit.ly/c2TMU4

      Tapi
      #appreciativeinquiry BUKAN berpikir positif, tapi pola pikir mendesain kehidupan idaman berbasis aset.

      Aku lebih suka sbg generative thinking atau design thinking

      23/05/2010
  3. Anonymous #

    di cara penulisan adanya perumusan masalah, pembahasan masalah bukan perumusan keberhasilan dan pembahasan untuk sukses.. jd nya terbentuk skema memulai dari masalah dan mengutak atik masalah… gmn nih om?

    23/05/2010
    • Harus diakui banyak mekanisme/aturan kita mengikuti paradigma problem solving
      Tapi, praktisi appreciative inquiry mencari celah untuk mengubah persoalan menjadi tujuan yang akan diwujudkan
      Persoalan: kesenjangan antara keadaan senyatanya dengan harapan. Ungkapkan data senyatanya. Tapi bergeserlah pada harapan yang akan dituju.
      So, pertanyaan penelitian ke arah positif. Smisal, faktor-faktor pendukung keberhasilan, model inovasi dll

      23/05/2010
      • iching #

        hmm… jadi kalo model penulisan yang sudah ada itu (contoh : skripsi) bisa di buat model yang lebih AI ga? misalnya memodifikasi kajian perumusan masalah, apakah nantinya malah tidak mengikuti etika penulisan.. kalo memang pakem seperti itu berarti praktik AI akan tepat jika di gunakan dalam model penulisan yang lain. yg memang bertujuan untuk menonjolkan sisi positif dari isi pemikiran penulis?! trus maksudnya persoalan yg di jawab di atas itu masi belom nangkep nih.. ada kesenjangan faktual dan harapan itu untuk poin yg mana?

        23/05/2010
        • Appreciative inquiry itu luwes
          “Gunakan setiap kesempatan yang ada”
          Kl bisa ngubah panduan penulisan, ya diubah. Kl gak bisa, ya bagaimana bisa menggunakan ai dg apa yg ada.

          “Persoalan adalah kesenjangan faktual dan harapan”
          Kl standar, biasa lari ke arah faktualnya. Menyoroti penyebab persoalan
          Kl ai, lebih ke arah hararapan. Menyoroti penyebab keberhasilan

          23/05/2010

Trackbacks & Pingbacks

  1. Tweets that mention Apa Pertanyaan Anda? « bukik ideas -- Topsy.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

You may use basic HTML in your comments. Your email address will not be published.

Subscribe to this comment feed via RSS