Kisah Di Balik Cetakan Kedua Anak Bukan Kertas Kosong

Akhirnya buku Anak Bukan Kertas Kosong cetakan kedua. Kutukan 3000 eksemplar berhasil dilampui, tapi…… 

Buku Anak Bukan Kertas Kosong cetakan pertama meluncur pada pertengahan Februari. Saya bersama teman-teman Agen Buku ABKK melakukan penjualan ke berbagai penjuru nusantara mulai Aceh hingga Timika. Tidak butuh waktu lama, persediaan buku di gudang penerbit pun habis, tinggal tersisa persediaan di toko buku.

Saya mengajukan proposal ke pihak penerbit pada akhir Maret. Setelah melakukan proses negosiasi, saya dan penerbit pun bersepakat untuk masuk ke cetakan kedua. Dan setelah menunggu proses cetak, maka buku Anak Bukan Kertas Kosong sampai di rumah pada 25 April 2016. Iya sudah lama, cetakan kedua hanya selisih dua bulan dari cetakan pertama. Dengan cetakan kedua ini, maka perjuangan saya untuk melampui kutukan 3000 eksemplar berhasil tercapai…..

Tapi melampui kutukan 3000 eksemplar ternyata tidak cukup memadai untuk menghidupi diri sebagai seorang penulis. Pertanyaannya, pencapaian ini termasuk berhasil atau gagal? Berhasil sekaligus gagal.

Saya berhasil mencapai target yang saya tetapkan, sekaligus saya gagal dalam menetapkan target yang tepat. Bagaimana bisa?

Dulu ketika masih kuliah, saya terlibat perbincangan dengan beberapa kawan di rumah kontrakan kami. Perbincangan seputar mengapa banyak pejabat yang menyatakan berhasil mencapai target tapi perubahannya tidak terasa di masyarakat. Perbincangan kami mengerucut pada dugaan bahwa banyak pejabat menetapkan target yang terlalu rendah untuk dicapai. Tanpa usaha atau dengan usaha minimal pun, target itu tercapai. Jadi meski target tercapai, tapi dampaknya pada masayarakat relatif kecil.

Rupanya saya melakukan kekeliruan yang dilakukan oleh para pejabat tersebut. Saya menetapkan target penjualan buku yang terlalu rendah. Jadi dalam waktu dua bulan, target tersebut telah tercapai. Dan ketika target telah tercapai, usaha pun menjadi kendor. Padahal pencapaian target hanya berdampak kecil pada kehidupan saya.

Mengapa saya menetapkan target yang terlalu rendah? Dalam menetapkan target, ada dua motivasi yang mendasarinya, ketakutan atau keinginan. Saya menetapkan target karena takut terhadap kutukan 3000 eksemplar, bukan karena keadaan ideal yang ingin saya wujudkan. Pada perusahaan, ketakutan biasanya terhadap persaingan dengan kompetitor, bukan karena aspirasi perusahaan mengenai masa depan yang ingin diraih.

Bagaimanapun, saya belajar banyak dengan menerbitkan buku Anak Bukan Kertas Kosong. Pada belajar putaran tunggal, saya belajar menemukan cara yang efektif untuk mencapai target. Pada belajar putaran ganda, saya belajar bahwa menetapkan target hendaknya bukan karena ketakutan, tapi untuk  mencapai impian.

Begitu ceritanya……

Anak Bukan Kertas Kosong Cetakan Kedua

Buku Anak Bukan Kertas Kosong cetakan kedua telah hadir. Apakah cetakan kedua sama dengan cetakan pertama? Secara subtansi, kedua cetakan masih tetap sama. Tapi secara penyajian ada beberapa perubahan, perubahan paling mendasar adalah hadirnya daftar isi, sebuah kesalahan fatal pada cetakan pertama. Selain itu ada beberapa penyesuaian warna, perapian tabel dan penataan isi agar lebih enak dibaca.

Agen Buku ABKK pun terus bertambah, yang paling menakjubkan adalah hadirnya agen buku Perth. Iya, agen buku ABKK hadir di Australia.

Jadi tunggu apalagi, segera dapatkan buku Anak Bukan Kertas Kosong cetakan kedua di Agen Buku ABKK.

Oh ya bila masih ragu, bisa baca beberapa ulasan pembaca buku Anak Bukan Kertas Kosong.

  1. KeluargaKita.com
  2. RumahInspirasi.com
  3. H23BC.com 
  4. TheAsianParent.com
  5. Detik.com 
  6. Nulis.in 
  7. Priyandoko
  8. Blog.SittaKarina.com
  9. Enggar.Net
  10. Tuteh Pharmantara
  11. Bisot
  12. UtamiUtar.com
  13. Moi Kusman
  14. Indria Salim
  15. Vivi Pertamini
  16. Aprillia Arifiyanti
  17. Ridho Adhie Hernowo
  18. Ipeh Alena
  19. RF. Dhonna
  20. Sketsagram.com 
  21. Levina
  22. DeeBacalah
  23. Dweedy
  24. Photizo
  25. Andini 
  26. Keluarga Penggerak
  27. Altair
  28. BKKBN Kalbar 
  29. IndahJulianti.com
  30. Goodreads
  31. DwiAnanta.com
  32. TaufikHendratmoko.wordpress.com
  33. Johan Wahyudi
  34. ErsStudio.Tumblr.com
  35. Nathalia.com 

Jadi, kapan beli? :)

Published by

Bukik Setiawan

Blogger

7 thoughts on “Kisah Di Balik Cetakan Kedua Anak Bukan Kertas Kosong”

  1. hooo begitu.
    saya juga pernah merasa begitu sih pak. menetapkan target hanya karena ingin merasa berhasil mencapai. tapi setelah tercapai dengan cukup mudah, malah belum menimbulkan kepuasan. hehe..
    soon will be buy this book! :)

Gimana komentarmu?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.