6 Kapasitas untuk Bersaing di Jaman Kreatif

Peradaban manusia melalui jaman agraris, industri, informasi dan kini jaman kreatif. Kita dituntut menguasai kemampuan unik di setiap jaman agar bisa bersaing. Apa kemampuan agar kita bisa bersaing di jaman kreatif?

Generasi kakek kita mengidamkan bekerja di sebuah gedung mulai dari pertama kerja hingga pensiun. Generasi ayah kita mengidamkan pekerjaan tetap yang rutin bekerja dari jam 8 hingga jam 17. Tapi generasi saat ini berharap pekerjaan yang fleksibel, tidak monoton dan bisa mengekspresikan potensi diri.

Kita hidup dalam jaman yang terus bergerak dan mengalami perubahan. Jaman kakek kita bukan jaman ayah kita dan bukan jaman kita. Jaman kakek nenek kita hanya negara yang mampu mengglobal dalam bentuk penjajahan (Globalisasi 1.0). Jaman ayah kita hanya perusahaan besar yang mampu mengglobal dalam bentuk ekspansi pasar (Globalisasi 2.0).

Jaman kita? Setiap orang bisa mengglobal berkat internet dan media sosial. Setiao orang bisa berkreasi dan mengekspresikannya secara luas. Inilah jaman kreatif. Inilah Globalisasi 3.0. Setiap jaman tersebut membutuhkan kapasitas yang berbeda untuk sukses.

Sumber Gambar: http://bit.ly/oT9UON

Dalam era industri dan informasi, dunia kerja itu rutin, sistematis dan efisien. Kemampuan otak kiri sangat dibutuhkan untuk itu. Pekerjaan mencari siapa yang bisa mengerjakan lebih cepat dan lebih murah. Oleh karena itu, sistem pendidikan dan organisasi kerja kita didesain untuk memenuhi kebutuhan kedua jaman tersebut.

Tapi di jaman kreatif  atau era konseptual, menurut, Daniel H. Pink dalam bukunya A Whole New Mind, dibutuhkan 6 kapasitas baru agar kita bisa bersaing. Enam kapasitas itu adalah sinergi antara otak kiri dan otak kanan yang melahirkan high concept – high touch. Enam kapasitas yang menuntut kita mengimajinasikan ulang sistem pendidikan, karir dan organisasi kerja kita.

Sumber gambar: http://bit.ly/oRZHsv

Daniel H. Pink, menuliskan buku A Whole New Mind, sebenarnya sebagai sebuah peringatan bagi bangsa Amerika Serikat agar tidak tertinggal oleh bangsa-bangsa Asia. Nah, karena kita bisa baca buku itu, memgapa tidak kita belajar untuk menguasai 6 kapasitas itu sehingga bisa bersaing di jaman kreatif?

Sekarang, apa saja 6 kapasitas itu?

1. Bukan hanya fungsi tetapi juga DESAIN.

Dalam membuat produk, jasa dan layanan tidak semata berpikir tentang fungsional. Bukan lagi sekedar membuat sebuah alat yang bisa digunakan untuk mendengarkan berita dan musik bernama radio. Tapi lebih dari itu, kita perlu mendesain radio yang indah, unik dan menyentuh emosi, seperti Radio Magno. Kita perlu kapasitas untuk berpikir desain.

2. Bukan hanya argumen tetapi juga CERITA.

Jaman kita telah dibanjiri oleh berbagai informasi dan data. Tidak cukup lagi meyakinkan orang dengan menggunakan argumen. Kesadaran akan diri dan menciptakan cerita jauh lebih efektif dalam menyentuh emosi orang lain.

3. Bukan hanya fokus tetapi juga SIMPONI

Jaman industri dan informasi menuntut kita untuk fokus dan spesialisasi pada suatu bidang. Fokus tidak cukup lagi, kita dituntut mampu memandang gambaran besar dan mensintesakan berbagai sumber daya yang ada. Tidak cukup ahli di bidang fashion, tapi juga kemampuan mensinergikan dengan potensi lokal untuk menciptakan Jember Fashion Carnival.

4. Bukan hanya logis tetapi juga EMPATI

Dalam era setiap orang tehubungan dengan orang lain, tidak cukup logika yang melandasi hubungan tersebut. Kita dituntut mengasah empati kita untuk memahami emosi orang lain. Kemampuan untuk mendengarkan, menghargai dan merasakan apa yang dirasakan orang lain.

5. Bukan hanya keseriusan tetapi juga BERMAIN

Jaman industri dan informasi telah menuntut kita untuk bekerja serius dari pagi sampai malam. Keseriusan melahirkan efisiensi. Tapi jaman kreatif membutuhkan ide segar dari kita yang lahir justru ketika kita dalam keadaan bermain yang santai, relaks, dan penuh humor. Perhatikan saja kantor Google yang justru menyediakan banyak arena bermain.

6. Bukan hanya akumulasi tetapi juga MAKNA

Jaman industri dan informasi membuat orang berlomba-lomba mengakumulasikan hasil kerja atau kekayaan. Ketika kekayaan didapat, seringkali justru perasaan kosong yang lahir. Pada jaman kreatif, orang-orang akan mengimbangi dengan upaya mengejar hasrat agar lebih berarti seperti gerakan sosial yang lahirkan makna hidup dan gerakan spiritualitas.

Pemerintah beberapa tahun yang lalu telah mencanangkan gerakan Indonesia Kreatif dengan bentuk yang paling nyata adalah portal IndonesiaKreatif.net atau twitternya @IDkreatif. Pertanyaannya, apakah pemerintah telah menyiapkan sumber daya manusia untuk menguasai 6 kapasitas tersebut? Bila belum, lagi-lagi kita yang harus berupaya sendiri menyiapkan diri kita.

Menariknya, Daniel H. Pink menyediakan beberapa latihan dan banyak tautan (link) di buku A Whole New Mind agar kita bisa belajar 6 kapasitas tersebut. Jadi setiap kapasitas berisi penjelasan logis, latihan dan tautan. Asyik kan…..Gak cuma teori tapi juga bisa langsung belajar dan praktek.

Apa yang bisa kita lakukan agar bisa menguasai 6 kapasitas itu untuk bersaing di jaman kreatif?

Sumber Gambar: http://bit.ly/mUtSR0 

Klik untuk Langganan Bukik.com Melalui Email

Published by

Bukik Setiawan

Blogger

31 thoughts on “6 Kapasitas untuk Bersaing di Jaman Kreatif”

  1. Paling setuju dengan bukan cuma fungsi tapi design. Sebagai ‘mantan’ IT, kadang org2 gak ingin pusingnya kita buat sebuah app, tp yg mereka inginkan itu interface yg bagus dan menarik.. 5 yg lain juga penting juga seh.. tp kurang ngerti aku :P

    1. Dalam membuat aplikasi, orang perlu mengikuti suatu alur cerita agar tetap terpikat dan mengikuti alur cerita aplikasi tersebut. perlu ada tantangan yang membuat orang enjoy karena berasam bermain. Simponi? Membuat aplikasi kan butuh kolaborasi dengan orang dengan spesialisasi yang berbeda.

  2. Subjectively, paling suka bagian “tidak hanya logis tapi juga empati”. Walau benar namun kasar, tak akan didengarkan. Harus butuh keduanya.

    Isi benar, cara penyampaiannya juga baik, maka komunikasi kita efektif. :D

  3. Intinya mengguna semua aspek tanpa memanipulasi salah satu scr berlebihan. Gak bisa pake otak kanan terus, yg kiri juga mesti diberdayakan. Gak bisa rapat mulu, mesti juga jalan-jalan. Begitukah, mas?

  4. Superb, kak Bukik!! Ini memberikan penyegaran baru bagi diri saya. Kebetulan saya kurang suka dengan konsep ‘kakek’ dan ‘ayah’ tadi dimana bekerja secara monoton hingga akhirnya stuck disuatu tempat dan hanya bisa patuh pada atasan. Kita butuh penerus bangsa yang kreatif dan inovatif agar kita tidak tertinggal dari bangsa lain. Kenapa kita cuma jadi pasar produk negara lain?? Kenapa setiap kegiatan pada umumnya expertnya mesti expat?? Kemana bangsa ini yang juga bisa seperti itu??
    Terimakasih motivasinya. Sangat bermanfaat. Saya suka semua tulisan kakak :)

    1. Wah penuh semangat!
      Jamannya jaman kreatif, yang tidak kreatif akan tertinggal
      Yukkk membiasakan diri menjadi kreatif sejak diri dan sejak dini

  5. Luar biasa. sangat inspiratif. terimakasih semoga ini mampu membuat saya menjadi terpantik untuk bisa bercerita salah satunya.
    maaf pak bisa kasih tahu Judul Buku dalam B.Indonesianya dan Pengarangnya? trmksh

Gimana komentarmu?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.