12 Aturan Cara Kerja Otak (bagian 1)
Aku tahu buku Brain Rules dari Pak Hernowo Mizan ketika tampil bareng di seminar Buku Digital di DPR RI. Langsung deh aku beli dan isinya menarik banget buat mengembangkan efektivitas belajar dan bekerja kita. Mau tahu?
Brain Rules ditulis oleh John Medina, seorang biologi molekuler perkembangan dan konsultan penelitian (hihihi jangan tanya aku apa kerjanya ya….). Tapi kalau baca bukunya sangat kerasa banget beliau membawa perspektif evolusioner, semua dikaitkan dengan evolusi manusia.
Dia mengakui bahwa otak itu kompleks tapi ingin memperkenalkan cara kerja otak secara sederhana dengan membuat 12 aturan cara kerja otak. Tidak hanya penjelasan teoritis, John Medina menjelaskan konsekuensi praktis pada setiap aturan, dalam konteks rumah, sekolah dan tempat kerja. Asyik kan?
Di posting ini aku tulis dan tulis ulang 3 dari 12 Aturan Cara Kerja Otak. Ringkas saja agar mudah dipelajari dan sempat dipraktekkan (praktek? sepertinya jauh deh….hihihi). Posting akan ditulis dengan urutan, aturan, penjelasan singkat, beserta dampak praktisnya bagi pembaca.
1. Bergerak melejitkan kemampuan otak
Otak kita dirancang untuk berjalan kaki, sekitar 19 kilometer per hari (ngek kuat amit…), selama masa evolusi nenek moyang kita. Ketika kita bergerak, darah akan terpompa ke otak, mengalirkan oksigen dan glukosa. Aerobik 2 kali seminggu memangkas resiko terkena dementia (penurunan kapasitas otak) dan menurunkan resiko sampai 60% terkena Alzheimer.
Aturan pertama ini menjelaskan mengapa kita mudah bosan ketika duduk diam di dalam kelas atau ruang kerja. Tanpa pergerakan membuat oksigen yang mengalir ke otak berkurang sehingga dianggap sebagai sinyal beristirahat (jadi menguap kan kalau kelamaan duduk?). Persoalannya, ruang kelas dan kerja kita didesain dengan asumsi kita diam ketika belajar dan bekerja (nah….gimana dong…)
Praktisnya:
Bila tubuh kita diam maka otak kita diam. Bergeraklah sambil belajar dan bekerja. Sekurang-kurangnya, lakukan pergerakan 10 menit setelah belajar atau bekerja. Ketika tubuh bergerak, maka otak akan menjadi aktif untuk mengelola berbagai informasi yang didapatkan. Sementara, ketika tubuh terlalu diam maka otak akan cenderung menjadi pasif dan terlihat malas untuk mengolah informasi.
2. Otak kita juga berevolusi
Otak adalah organ bertahan hidup kita dalam menjalani evolusi. Kita mengatasi dunia dengan beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Kita bukan makhluk yang terkuat di bumi ini, tapi otak kita berkembang menjadi yang terhebat. Otak kita berkembang selama menangani penyelesaian persoalan dan membangun relasi dengan orang lain.
Kemampuan memahami persoalan dan membangun relasi dengan orang lain menjadi aktivitas bertahan hidup utama, bahkan hingga hari ini. Bukan saja di sekolah, kedua kemampuan itu juga kita butuhkan di tempat kerja.
Praktis: Bila kita tidak nyaman dengan orang lain maka kita tidak bisa efektif. Ketika murid tidak nyaman dengan gurunya maka belajar menjadi tidak efektif. Ketika bawahan tidak nyaman dengan atasannya maka bekerja menjadi tidak efektif. Belajar menyimak motivasi orang lain dan bangun relasi agar otak kita bekerja efektif.
3. Setiap otak tersusun secara berbeda
Otak dari kecil mengalami perkembangan yang luar biasa. Ada serangkaian hubungan yang terbangun antar ujung syaraf seiring dengan penghilangan hubungan yang lain. Apa yang kita lakukan dan pelajari dalan kehidupan mengubah bentuk fisik otak kita, mengubah susunan otak kita.
Setiap orang mempunyai pengalaman yang berbeda dalam menjalani hidup. Tidak ada dua otak manusia yang sama yang menyimpan informasi yang sama dengan cara yang sama di tempat yang sama (wiiiiih mbulet deh…..tapi gitu kok kenyataannya). Ada jutaan cara untuk menjadi cerdas sebagaimana diyakini konsep kecerdasan majemuk Howard Gardner. Sayangnya, banyak diantaranya tidak muncul dalam tes IQ yang diyakini oleh banyak orang.
Praktisnya: Perlakukan diri kita dan orang lain sebagai individu unik yang mempunyai cara belajarnya sendiri.
Nah, begitu dulu 3 dari 12 aturan cara kerja otak. Apa komentar kamu tentang cara kerja otak?









cukup bermanfaat ..
cuma “Ketika murid tidak nyaman dengan gurunya maka belajar menjadi tidak efektif”
seandainya kita sudah nyaman dengan guru tapi malah gurunya yg membuat tidak nyaman degn muridnya.. sama saja belajar jadi tidak efektif to?
hayoo..
bagaimana dengan itu? ._.a
sangat bermanfaat
like this!!
the articels are awesome. i like that book, it helped me on studying.
Reblogged this on Rakhmad bercerita and commented:
thanks ilmunya om bukik , ayooooo praaaakteeeek