#IndonesiaJujur: Jujur itu Mujur
“Nak, apa sudah dibawa contekannya? Sudah lengkap kan? Jangan lupa dipakai ya nanti waktu ujian?” Mungkin begitulah pesan orang tua buat anaknya yang akan berangkat ujian pada tahun 2025 nanti. Loh kok gitu? Iya, bila prinsip “jujur itu hancur” kita biarkan saja saat ini.Sebuah kejadian tragis terjadi beberapa waktu yang lalu di dunia pendidikan Indonesia, khususnya Surabaya. Dalam berita,
Nyonya Siami, Si Jujur yang Malah Ajur,seorang orang tua yang menegakkan kejujuran justru ajur karena jadi sasaran amuk masyarakat. Tragis!
Mengapa masyarakat justru marah ketika menyaksikan salah satu anggotanya mempraktekkan prinsip kejujuran?
Pemerintah sudah mendistorsi makna pendidikan. Arti keberhasilan pendidikan diukur oleh angka/skor ujian semata. Pendidikan bukan lagi menjadikan manusia yang mengenali dan mengaktualisasikan potensi dirinya. Semua sekarang berlomba meraih kelulusan, apapun jalannya.
Apakah akan kita biarkan saja kasus ini berlalu? Akankah pesan orang tua pada awal posting ini akan terwujud? Jujur itu Hancur atau Jujur itu Mujur?
Posting ini ditulis sebagai bentuk kepedulian akan dunia pendidikan Indonesia, dalam bentuk gerakan moral #IndonesiaJujur
Bila anda terketuk untuk mendukung, silahkan klik Gerakan Moral #IndonesiaJujur
Posting Lain: #IndonesiaJujur: Menjadi Waras, Nyanyikan Hio











dah ga bisa komen apa2 cuma sedih meliat semua yg ada di negriku ini.
JUJUR itu hanya ada di hati nurani masing-masing manusia.
Hanya NAFSU yang membuat JUJUR itu hilang dari diri manusia.
Kata berita: Pemerintah setempat tidak membela keluarga Siami yang terusir karena mengungkap adanya kecurangan contek massal yang dianjurkan oleh guru agar tingkat kelulusan disekolah bagus. Bukti bahwa guru2 disekolah itu berkwalitas rendah dan moral tidak baik. Hanya mementingkan kertas dengan tanda lulus bukan isi otak, moral dan kejujuran siswa.
masyarakat sakit jiwa
Saya miris membaca cerita Ny Siami dan AL itu …
Untuk lebih menyeimbangkan …
mungkin perlu juga di gali informasi … mengapa kok warga bisa kompakan mengusir ny Siami …
(cerita dari pihak yang lain)
Ada nggak ya … Warga yang dengan gentle menyuarakan apa yang menjadi aspirasi mereka mengapa kok mereka sampai mengintimidasi Ny Siami …
Apakah ada sebab-sebab yang lain ?
Supaya kita jelas permasalahan yang ada
Salam saya
Menariknya adalah:
“mengapa kok warga bisa kompakan mengusir ny Siami”
Saya membaca beritanya masih BELUM bisa menemukan data bahwa warga “kompakan”.
Kalau membaca berita di media massa seperti http://www.surya.co.id/2011/06/10/ny-siami-si-jujur-yang-malah-ajur
Argumentasi warga jelas dalam berita itu:
“Ada salah satu warga menyeletuk. “Kalau kita dikatakan menyontek massal. Lantas, kenapa saat menyontek pengawas membiarkannya,” ucap salah satu ibu yang mendapat tepukan meriah warga lain.
Warga juga menyatakan bahwa menyontek sudah terjadi di mana-mana dan wajar dilakukan siswa agar bisa lulus.”
Saya sendiri terlibat dalam gerakan ini karena ada salah satu tim independen yang hadir pada saat mediasi meminta dukungan dari kalangan blogger. Jadi awal gerakan bukan sekedar membaca berita di media massa.
“…ucap salah satu ibu yang mendapat tepukan meriah warga lain …”
Semakin sedih Pak …
Saya semakin sedih …
Kok jadi kebalik begini ya Pak ?
Salam saya
terima kasih kak Bukik atas respon dan semangatnya! mari berdoa dan berjuang untuk Indonesia yang lebih baik
Ini sudah keterlaluan, warga satu desa/kampung memusuhi satu keluarga karena jujur? wajah pendidikan indonesia sedang sakit
parah memang apalagi ada tangan guru di belakangnya
#indonesiajujur bergerak!
gak nyangka
Hem, terjadi di sebuah sekolah antabrantah yg sering diceritakan istriku. Tuhan, berilah kekuatan buat dia dan seluruh orang Indonesia lebih bangga dg kejujuran! Amin
Posting yang hebat Mas Bukik. Jujur itu pasti mujur. Jadi jangan ragu mengatakannya walaupun mungkin pahit. Pada akhirnya orang jujur-lah yang mujur. Orang yang tidak jujur mungkin akan dapat keuntungan sesaat, tapi itu tidak akan langgeng. Mari membangun Indonesia dengan kejujuran.