Kelahiran Dewi Inkrea
Simaluwatuku adalah bangsa besar, tapi berjiwa kecil. Sekian lama mereka tenggelam dalam kejayaan masa lalu. Masa lalu yang megah bukannya membesarkan, justru mengecilkan jiwa orang-orangnya. Konflik, iri hati, saling menjatuhkan, pertikaian menjadi warna kehidupan bangsa itu. Sampai datangnya masa kelahiran Dewi Inkrea. Begitulah potongan kisah Pagelaran Teatrikal Partisipatif: Shared Learning MPPO Jilid 2 yang akan diselenggarakan pada Jumat, 9 April 2010.
Kegiatan yang diselenggarakan di Gramedia Expo Surabaya ini, mengusung Dewi Inkrea sebagai simbol terbitnya kreativitas bangsa Indonesia. Peserta akan diajak untuk belajar, fun sekaligus bermain peran dengan nara sumber yang menjadi bintang utama.
Pemerintah telah mencanangkan Industri Kreatif sejak tahun 2009, tapi konstribusi industri kreatif terhadap PDB masih 5,67%. Keadaan ini mendorong MPPO (Magister Perubahan dan Pengembangan Organisasi) menyelenggarkan kegiatan yang memungkinkan adanya sharing praktek terbaik dari praktisi industri kreatif.
Dalam pagelaran ini, Dewi Inkrea akan terlahir apabila Simaluwatuku menggabungkan 4 kekuatan. Kekuatan harapan yaitu bagaimana setiap orang optimis dapat melakukan perubahan positif. Kekuatan harapan diwakili oleh Dr. Seger Handoyo, penggagas Magister Perubahan dan Pengembangan Organisasi (MPPO), program studi pertama dan satu-satunya di Indonesia. Kekuatan harapan juga diwakili spriti muda, Alanda Kariza, peraih Young Changemakers Awards for Innovation dan sekarang menggagas Indonesian Youth Conference.
Kekuatan kedua adalah kekuatan imajinasi. Kekuatan yang memungkinkan orang membayangkan keadaan masa depan yang diidamkan. Kekuatan ini disimbolisasikan oleh Riri Riza. Sutradara terkenal yang akan berbagi inspirasi menciptakan film-film idealis yang juga laris di pasaran seperti Petualangan Sherina (2000), Ada Apa dengan Cinta (2002), Laskar Pelangi (2008) dan Sang Pemimpi (2009).
Imajinasi tentu harus diberi bentuk untuk menjadi kenyataan. Inilah yang menjadi kekuatan ketiga, kekuatan desain. Singgih Susilo Kartono, pencipta Radio Magno, yang telah berhasil memasarkan produknya ke 16 negara Eropa dan Jepang. Berkat kekuatan desain, Singgih berhasil melahirkan solusi inovatif yang menyelesaikan beberapa persoalan sekaligus.
Terakhir, karya terbaik harus disebarkan dampak positifnya ke seluruh penjuru. Ini melukiskan kekuatan resonansi yang diwakili oleh Dyand Fariz, penerima Kick Andy Heroes 2010 kategori pejuang seni budaya karena Jember Fashion Carnaval, sebuah pagelaran fashion sepanjang 3,6 km, terpanjang di dunia.
Penggabungan empat kekuatan itu kemudian melahirkan kembali Dewi Inkrea (Indonesia Kreatif). Sebuah masa depan Indonesia cemerlang yang dimulai dari terbitnya Indonesia Kreatif (The Rising of Creative Indonesia).











mantab…setuju muda mudi indonesia harus kreatif, jangan sampe ketinggalan sama bangsa lain, apalagi ama neraga asean, kita kan negara besar
betul!
kobarkan semangat perjuangan!
hidup INDONESIA!